
POV. Dito
"maaf teh aku tadi mau nangkap ular di dekat jendela ini ,tapi kabur kedalam sana karena kaget pas teh Nia kesini ." alibiku untuk menutupi apa yang sebenarnya aku lakukan .
teh Nia menatapku tajam ,aku berusaha untuk bangun , bokong ku sakit sekali membentur tembok .
"bangun mas ,saya sudah siapkan makanan diatas meja makan ,emak sudah menunggu kita disana ." titah teh Nia lalu dia membalikan badan menuju pintu dapur .
setelah membersihkan celana bagian belakang ,aku berjalan mengikuti teh Nia ke arah dapur ,benar saja emak sudah menunggu di meja makan .
"sini duduk nak Dito ,kita makan sama sama ." ujar emak dengan ramah .
"iya Mak ,makasih banyak ,sudah merepotkan emak sama teh Nia ." sahutku sambil menarik kursi dan mendudukinya .
teh Nia keluar dari dapur membawa mangkuk berisi sup ayam yang masih mengepul ,aromanya sangat menggugah selera .
"Ayuk makan mas ,ini sup aku yang bikin loh cobain deh ,mudah mudahan kamu suka ." teh Nia menuang sop ke atas piring nasiku.
karena perut sudah merasa lapar aku langsung melahap makanan yang disuguhkan oleh teh Nia dan emak nya .
aku mengangkat piring bekas kami makan ke dapur dan mencucinya,awalnya teh Nia melarangku tapi aku memaksa ,rasanya nggak enak jika harus dilayani terus sama mereka .
aku mengambil rokok di tas ranselku lalu keluar dan duduk di kursi ruang tamu ,sementara teh Nia dan emak masih sibuk didapur .
belum habis rokok yang aku hisap ,tiba tiba kepalaku pusing sekali dan perut ku mual ,pandanganku seperti melihat kabut ,aku pijit pelipis ku tapi sakit kepala tak kunjung reda .
aku berdiri hendak memuntahkan isi perutku ke kamar mandi ,tapi pandangan ku gelap dan aku tak ingat apa apa lagi .
***
aku membuka mataku dan melihat kesekeliling,hidungku mencium bau bunga melati ,aku menggerakkan tanganku yang kram seperti kesemutan .
aku menggerakan kaki ku untuk turun dari tempat tidur , saat kaki ku akan menyentuh lantai aku melihat bunga melati berserakan diatas lantai .
mataku menatap nanar ke arah lantai dan melanjutkan langkah kaki ku menuju ke pintu ,ternyata terkunci rapat ,aku mencoba menggedor pintu dan memanggil teh Nia .
dor...dor....
"teh Nia ,apa kamu ada di luar,..tolong buka pintunya.":teriak ku dari dalam kamar .
tidak ada sahutan ,sepi sekali diluar ,apa mungkin teh Nia dan ibunya sedang keluar ,aku melangkahkan kaki ku ke ranjang dan duduk di atasnya .
aku menatap ruangan kamar yang rasanya janggal ,rumah teh Nia sangat bagus tapi kenapa kamar ini seperti tidak terawat .
__ADS_1
tembok terlihat kusam karena cat nya sudah memudar ,pintu dan jendela pun sudah banyak yang keropos di makan rayap,dan tempat tidur ini sangat kuno .
ranjang yang terbuat dari besi tua dan sudah berkarat di beberapa bagian ,kasur yang aku duduki berisikan kapas dan banyak yang sobek di ujung ujungnya,begitupun sprei nya sangat lusuh .
aku tidak bisa melihat jam berapa sekarang ,karena handphone ku entah dimana,ku coba mengintip dari celah jendela diluar tidak terlihat apa pun ,gelap dan sunyi.
perutku terasa sangat lapar dan juga haus,tidak ada makanan dan air putih disini ,aku mendekati pintu yang terletak diujung kamar, setelah aku buka ternyata kamar mandi dengan sebuah ember kecil berwarna hitam dan gayung yang penuh lumut didalamnya.
aku menutup kembali pintu kamar mandi dan duduk kembali diatas ranjang ,aku tak tahu dimana sekarang aku berada ,dan fikiranku kembali mengingat sosok laki laki yang ada di ruangan kosong .
dari bentuk tubuhnya dan pakaian yang dikenakan ,laki laki itu mirip dengan Jodi ,tapi mengapa Jodi berada di sana dan bukan hanya tubuh Jodi saja tapi ada beberapa sosok lainya .
perutku melilit dan tenggorokan rasanya kering sekali ,ya tuhan disini tidak ada apa pun yang bisa dimakan ,aku melangkah ke kamar mandi ,aku putar kran berlumut dan membuka tanganku untuk menampung air yang keluar sedikit ,dan aku meminumnya untuk membasahi tenggorokan .
aku tersedak dan memuntahkan kembali air dari dalam mulutku ,bau nya sedikit amis dan rasanya sangat tidak enak ,badanku sudah lemas sekali ,entah sudah berapa lama aku berada di ruangan ini ,tidak makan dan minum .
samar Samar aku mendengar suara di luar pelan sekali ,aku mendekati pintu dan menempelkan telingaku ke pintu kayu .terdengar ada orang yang tengah berbicara.
seperti suara teh Nia yang sedang berbicara dengan seorang laki laki ,tapi aku tak bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka .
perlahan suara langkah kaki mendekati pintu ,aku segera berjalan cepat ke ranjang dan membaringkan tubuhku ,aku akan pura pura tidur .
Greek...
pintu di buka dan ditutup kembali ,aku mendengar seseorang menghampiri ke tepi ranjang ,tangan nya menyentuh pundak dan membalikan tubuhku ,aku masih pura pura tidur .
"apa kamu akan memasukan laki laki ini ke ruangan sebelah ." suara pria terdengar berat di telingaku .
"kamu urus dulu tiga orang yang sudah di cuci otaknya ,kamu bawa ke perkebunan ,baru orang ini kamu masukan ke sana ."
"malam ini aku akan angkut mereka ke perkebunan ,kamu siapkan uang nya untuk mengurus mengurus mereka ." sahut si pria yang aku belum tahu wajahnya seperti apa .
"kamu kalau urusan duit nomor satu ,,,ingat ya jangan menghamburkan uang ,karena aku takut kita akan bangkrut ." teh Nia berucap seperti kesal .
"hahaha...hartamu tak akan berkurang Nia ,jika aku gunakan untuk bersenang senang ,kamu jangan khawatir ." pria itu terkekeh .
"tetap saja kamu harus ikuti saranku ,atau kupecat saja kamu ,biar tidak punya uang lagi buat mabuk dan berjudi ." teh Nia menghela nafas kasar .
"sudahlah jangan berdebat ,mana uangnya aku akan mengajak dua kawanku untuk mengangkut mereka ." !
"nih ambil dan segera pergi dari sini ,ingat subuh harus sudah sampai diperkebunan ." sahut teh Nia dan aku mendengar dia melangkahkan kaki nya ke luar ruangan.
tak lama pria ini juga ikut keluar dan menutup pintu ,aku mendengar pintu dikunci dari luar .
__ADS_1
hatiku cemas sekali mendengar percakapan mereka ,apa yang dimaksud ruangan sebelah itu tempat dimana aku melihat ada sosok tubuh yang mirip dengan Jodi .
terus teh Nia juga memerintahkan anak buah nya untuk memindahkan mereka ke perkebunan ,jika benar itu Jodi kasian sekali jika dia harus di kirim ke pelosok desa .
saat aku hendak ke kamar mandi aku melihat di atas ranjang ada roti dan sebotol air mineral ,aku yang sangat kelaparan segera mengambil roti dan memakan nya ,dan ku habiskan air didalam botol .
tubuhku sedikit bertenaga sekarang ,tapi jika anak buah teh Nia melihatku sudah sadar ,apakah dia juga akan mengirimkan ke perkebunan .ah..aku jadi sangat menghawatirkan nasib Jodi .
aku mendengar suara sedikit gaduh di sebelah jendela kamar ,aku berjalan mendekat ke arah jendela.aki coba membuka jendela tapi berat sekali sepertinya jendela ini di paku dari ruangan sebelah .
kembali aku mendengar suara beberapa laki laki dan aku menduga mereka akan mengangkut Jodi dan dua orang lainya ke perkebunan ,seperti yang aku dengar dari mulut teh Nia tadi .
tak lama kemudian aku mendengar suar mesin mobil dihidupkan ,dan berlalu menjauh sampai tak terdengar lagi suaranya .
sebaiknya aku ikuti saja jika aku juga akan dikirim ke perkebunan ,aku akan mencari Jodi sampai disana ,semoga kami bisa di pertemukan .
rasanya bosan sekali berada dikamar ini seorang diri ,kemana handphone ku ,apa teh Nia sudah mengambil dari ranselku ,disini tidak kutemukan ransel yang berisi pakaianku,semuanya lenyap bahkan uang yang ada di dompetku ku pun tidak ada di saku celana .
aku kembali mengingat kejadian saat pertama keli bertemu dengan teh Nia di mobil travel ,tidak ada yang aneh saat dia mengatakan baru pulang bekerja di timur tengah .
tapi yang aku heran didalam mobil hanya aku dan teh Nia saja yang berbicara ,semua penumpang diam seribu bahasa ,padahal mereka tidak tidur kulihat mereka semua menunduk tanpa bicara .
hanya sopir travel saja yang menyapa kami berdua ,saat sudah memasuki Bandung ,dan membantu menurunkan koper teh Nia .
siapa sebenarnya teh Nia ,dan mengapa dia menculik laki laki paruh baya dan memasukan mereka ke ruangan jadi satu ,dan apa tujuannya membawa mereka ke perkebunan .
aku mencoba memejamkan mata untuk tidur ,tubuhku kembali terasa lemah ,rasanya tidak cukup aku hanya makan sepotong roti setelah dua hari pingsan disini ,seperti yang dikatakan teh Nia tadi .
akhirnya aku tertidur juga dan terbangun saat mendengar Suara ayam yang cukup keras,aku segera menuju kamar mandi mencuci muka dan dan membasahi sedikit rambutku .
perutku kembali terasa nyeri ,aku lapar dan haus ,aku menuju ke arah jendela dan kembali berusaha membuka jendela ,aku mencari sesuatu yang bisa aku gunakan untuk membuka jendela yang terbuat dari kayu keras .
aku melihat besi dipinggiran ranjang yang sudah patah bagian bawahnya ,aku memutar ujung besi dan berhasil mematahkan ya .
Ku arahkan potongan besi ke sela-sela jendela ,aku tekan jendela kearah atas ,peluhku sudah membasahi kening dan pipiku,aku berhasil membuka jendela dan meloncat ke dalam ruangan yang gelap .
kaki ku menginjak seperti rumput kering yang ditata cukup tebal ,ku langkahkan kaki ku menuju pintu yang terkunci rapat .
aku menggunakan potongan besi untuk membuka pintu ,aku tak perduli telapak tanganku sakit bahkan berdarah terkena gesekan besi ,dan pintu ini pun berhasil aku buka .
sekarang aku sudah berada di samping rumah teh Nia ,aku harus segera pergi dari sini jangan sampai ketahuan sama teh Nia .
aku mengendap endap menuju ke halaman belakang ,dan memanjat ke tembok pagar lalu melompat ke luar dan aku kini sudah berada di halaman belakang rumah tetangga teh Nia .
__ADS_1
"siapa itu ."
aku menoleh ke arah suara yang menegurku ,aku menatap orang yang berdiri dihadapanku .