
POV . Hendri
*******
setelah kepergian ustad muhjid ,om Rahman mendekatiku dan memintaku menceritakan apa yang terjadi saat aku ada di gunung Pinus .
"aku sudah menghancurkan siluman ular yang melindungi Tono dan kawan kawan nya om ,tapi aku tidak menyangka kalau Tono dan Nanik ikut meninggal dengan hancurnya ular tersebut ."imbuh ku
"jadi kamu berhasil menghancurkan mereka ,pantas jika arwah Tono penasaran dan meneror kamu ,nanti om antar kamu rukyah supaya tidak diganggu arwah Tono lagi ." ujar om Rahman prihatin .
"kamu bilang Tono sama Nanik meninggal saat sedang berhubungan badan ,,bukanya mereka kakak beradik ya mas ." tanya Friska keheranan .
"aku juga tidak tahu fris ,,tapi yang aku lihat begitu ,mereka meninggal dan tubuh keduanya saling menyatu ." ucapku ke Friska .
om Rahman pamit pulang karena mau ikut yasinan kelompok di rumah tetangga.
malam ini aku tidak bisa tidur ,bayangan Tono dan Nanik saat mereka meninggal di atas tempat tidur terus menghantui fikiranku ,apa mereka hanya adik dan kakak angkat bukan saudara kandung sehingga punya hubungan spesial seperti suami istri .
banyak sekali masalah yang harus aku fikirkan ,masalah jamaah umrah ,masalah operasi kaki ku dan masalah teror arwah Tono ,ya tuhan semoga engkau memberiku kekuatan untuk menghadapi cobaan yang engkau berikan pada ku .
aku mengirim pesan ke Desi meminta dia membantuku menjualkan rumah yang ada di sebelahnya.desi tidak banyak bertanya kenapa rumahku mau dijual,dia bilang secepatnya akan mencari orang uang mau membeli rumah ku .
tiga hari setelah aku minta tolong ke Desi ,dia menghubungiku katanya ada orang yang mau membeli rumahku ,,aku senang mendengarnya ,aku meminta Desi untuk segera mempertemukan ku dengan calon pembeli .
"besok jam satu siang orang nya .aku ketemu di lesehan dekat Pemda mas,setelah itu baru melihat rumah kamu ,dia pengen kenal dulu sama kamu katanya mas ." ucap Desi saat aku kerumahnya.
"ibu sedih hen lihat kondisi kamu sekarang ,kalau rumah sudah laku kamu segera operasi kaki mu dulu hen ,biar bisa usaha lagi." ujar ibu prihatin .
"iya Bu,rencananya begitu ,tapi aku harus mengganti uang jamaah yang di bawa kabur Anjar ,kemarin polisi sudah mengingatkan ku ." mendengar ucapan ku ,wajah ibu semakin sedih .
setelah ngobrol dengan ibu dan Desi aku pamit pulang ,aku sudah bisa kemana mana mendorong kursi roda sendiri ,aku nggak mau selalu merepotkan Friska istriku ,meskipun dia tak pernah mengeluh tapi aku sadar diri aku harus bisa mengurus diriku sendiri .
"mas tadi ada surat buat kamu ,aku taruh di kamar diatas meja rias ku ." ujar Friska saat membantuku masuk kedalam rumah .
"surat dari siapa fris.." tanyaku sedikit heran .
"nggak tau mas ,nggak ada nama pengirimnya." jawab Friska sambil membantuku duduk di atas sofa yang ada di samping ranjang tidur .
aku mengambil amplop berwarna coklat dan membuka isinya .
__ADS_1
"hi...Hendri
kamu sudah menghancurkan keluargaku ,dulu bapak mu sekarang kamu ...masih ada aku yang akan membalaskan kematian bapak dan adik ku ,tidak pantas kamu dan keluargamu hidup tenang sementara bapak dan kamu telah menghilangkan mereka dari kehidupanku."
aku melipat surat dan memasukan kembali ke amplop , aku yakin surat ini Jodi yang mengirimkan ,ya Jodi masih hidup dan dia akan membalas kematian bapak dan adik nya .
aku merinding dan tubuhku gemetar saat sekilas aku melihat Tono berjalan dihadapanku dan menghilang di balik lemari pakaian .
ah tidak mungkin pasti aku salah lihat ,aku halusinasi karena ketakutan yang membuat fikiranku melayang tak menentu.
"surat dari siapa mas ." Friska sudah berdiri disampingku ,dia habis mandi .
"dari Jodi sepertinya fris ...karena dia menyebut kematian Tono dan bapak nya ,,Jodi menyimpan dendam kepadaku ."
"kenapa Jodi tidak sadar juga ya ,padahal sudah pernah di penjara ,ini baru saja bebas tapi masih saja melakukan kejahatan ." Friska terlihat kesal .
"mulai sekarang kita harus lebih hati hati fris,ancaman Jodi tidak bisa dianggap remeh ,aku akan cepat operasi kaki supaya bisa melindungi kalian ." aku mengusap punggung Friska supaya dia tenang.
"oh iya fris besok ikut aku ya ketemu sama orang yang mau beli rumah ."
"sudah ada yang mau beli mas .?"
"amiin ,,semoga masalah cepet selesai ya mas ,aku stres mikirnya ." wajah Friska sudah mulai mendung lagi .
"iya fris ,setelah ini kita fikirkan sama sama ya kita mau usaha apa ,nanti aku akan temui mas Dany mengenai perkembangan bengkelnya ,semoga ada kabar bagus dari nya ." aku tersenyum ke arah Friska untuk menguatkan nya .
siang ini aku menyewa mobil Bu Sarmi untuk menemui orang yang akan membeli rumah ku .
sampai di restauran Friska membantuku mencari meja yang sudah di pesan tamu ku,ternyata ada di ujung dekat kolam renang .
"selamat siang pak apakah bapak rustam ." tanyaku saat berada di hadapan laki laki paruh baya .
"iya benar saya rustam ,,silahkan mas Hendri." pak rustam berdiri dan mempersilahkan aku dan Friska duduk dihadapannya,dia sendirian saja .
"em..mas Hendri dan istri mau minum apa ,ayok silahkan pesan ya ."
Friska mengambil buku menu yang disodorkan pak rustam lalu memesan dua jus mangga .
"saya sudah setuju dengan harga yang mas Hendri tawarkan ,,saya tidak akan menawar lagi karena saya memang butuh rumah untuk keluarga baru saya." ucap pak rustam tersenyum lebar .
__ADS_1
"terimakasih pak sudah mau membeli rumah kami ." timpalku sambil tersenyum mengimbanginya .
pak rustam memesan makan siang yang sangat istimewa ,lalu mengajaku untuk melihat rumah yang akan dia beli .
"deal mas Hendri ,saya akan menyuruh istri muda untuk mentransfer sekarang ." ujar pak rustam menjabat tangan ku .
"ini masih ada yang nempatin ya mas ,saya minta Minggu depan sudah dikosongkan ya ,,istri muda saya sudah nggak sabar mau pindah kemari ." ucap nya sambil terkekeh .
pak rustam ini gayanya agak tengil ,dari penampilannya sudah menunjukan kalau dia laki laki yang suka tebar pesona ,beberapa kali aku memergoki dia menatap Friska .
"baik pak saya akan menyampaikan ke orang yang mengontrak rumah ini ." sahutku.
"oke ,kalau gitu saya permisi dulu ya ,oh iya mbak Friska nanti main mainlah kerumah ini bisa kenalan sama istri saya ," ujar nya saat akan pamit .
"iya pak rustam ,terimakasih atas tawaran nya .' friska tampak sangat jengah dengan sikap pak rustam .
*******
setelah uang penjualan rumah aku terima ,aku langsung menelepon dokter syaraf yang menangani ku untuk segera melakukan operasi kaki ku .
dua hari kemudian operasi ku di laksanakan ,,dua jam lebih aku berada di ruangan bersama beberapa dokter sampai akhirnya aku di pindah ke ruang perawatan ,semua berjalan lancar sesuai rencana .
kini aku sudah bisa berjalan normal ,,dokter menyarankan ku dirawat beberapa hari lagi untuk pemulihan kaki ku .
"fris ...hari ini aku sudah boleh pulang ,lihat aku sudah bisa berjalan normal ." aku melihat Friska tersenyum saat aku berjalan di dekatnya .
"ya sudah aku mau beresin administrasi dulu ya mas ,setelah itu kita pulang ." Friska keluar menuju kasir .
"papa sudah sembuh ya kakinya ," tanya amori saat melihatku sudah bisa jalan .
"sudah dong sayang ,sini papa gendong amori ,papa udah sehat kok ." aku meraih tubuh mungil amori dan menggendongnya.
"mas ,turunin amori ,kamu jangan angkat angkat berat dulu ,kamu baru pulih loh nggak mau kan nanti kaki mi sakit lagi ." Friska mengambil alih menggendong amori .
"mah ,tadi Tante Winda telepon ,katanya mau datang kesini bawain amori hadiah katanya mah ." ucap amori ,wajahnya berseri seri .
"oh iya , Tante Winda juga sudah bilang kok sama mama mau datang ,nanti kita bikin kue ya buat tante ." ujar fisika sembari mencubit pipi amori .
"amori sini sama nenek ,Kasin perut mama nanti sakit ." ibu mertua ku keluar setelah mendengar obrolan kami .
__ADS_1
sebentar lagi Friska akan melahirkan ,aku harus secepatnya buka usaha baru ,meskipun modal sangat tipis aku harus tetap optimis .