
POV. Friska ( doa dan usaha membawa berkah )
pulang dari toko aku langsung mandi,amori sedang di bawa ibu dan Winda jalan jalan ke kota kecamatan,tadi sempat mengabari waktu aku masih di toko.
selesai mandi ada notifikasi masuk,aku mengambil ponsel di atas nakas dan membuka pesan masuk.
{selamat sore mbak,saya lihat di media sosial ,mbak lagi cari karyawan ya}
{iya betul mbak tunggal dimana,}
aku membalas pesan nya.
{saya dari desa Padalaran mbak,apa bisa diterima mbak }
{besok pagi jam 9 datang saja ke toko ya alamatnya ada di samping mall candira,toko amori busana }
{baik mbak besok saya kesana ,makasih sebelumnya ya }
aku mematikan ponselku berjalan ke dapur,perut terasa lapar,di meja makan ada ikan tongkol sambal merah dan bening bayam,aku makan dengan lahap.
selesai makan aku duduk di teras depan rumah sambil menunggu ibu dan Winda pulang .
ping...ping..
ada pesan masuk,aku membukanya ,dari Hendri .
{apa kabar ibu Friska } sapa nya di tandai emot ketawa.
{baik pak ,bapak gimana kabarnya } aku pun ikut mencandai nya .
{fris lusa aku berangkat ke Taiwan tapi aku cuma ambil satu tahun ,sudah cukup buatku fris aku juga sudah beli rumah di desa gak jauh dari rumahmu }
{ ikut seneng dengernya hen,semoga sukses ya }
send ...
aku dan Hendri gak pernah ketemu sejak kami bertemu dirumah ibu waktu dia dari polres mengurus surat keterangan kelakuan baik terus mampir kerumah ibu.
Hendri orangnya ceria dan suka bercanda,sesekali kami kirim kirim man pesan untuk saling menyapa ,hanya sekedar menanyakan kabar .
hampir magrib ibu dan Winda baru pulang ,aku melihat amori membawa boneka dan Arum manis kesukaannya .
"mama...."amori berlari ke arahku .
"sayang kamu dari mana sama nenek dan Tante ." tanya ku .
"dari taman Pemda mah,ini Tante beliin aku boneka sama Arum manis." sahut amori seraya memperlihatkan boneka dan arum manis ditangannya .
"mamah boleh minta gak." candaku
"boleh mah ini buat mamah aja ." ujarnya sambil menyodorkan Arum manis ke arahku .
Winda dan ibu berlalu menuju kamar mandi setelah itu kami shalat magrib berjamaah,amori sudah mulai aku ajak untuk shalat supaya terbiasa.
••••••
aku sudah selesai mandi dan mengganti pakaian,sudah aku putuskan untuk berhijab,baju tunik warna mocca dan celana kulot warna hitam aku padukan dengan hijab warna cream .tas selempang yang aku pesan lewat aplikasi online dan sepatu pantofel warna hitam cukup membuat penampilanku elegan.
seperti biasa aku mengendarai motor untuk menuju ke toko,dari rumah aku sudah bawa bekal nasi dan lauk lengkap dengan buah ,selain berhemat masakan rumah lebih sehat dibanding beli di luar .
jam 08 .45 toko sudah aku buka setelah sebelumnya di bersihkan .
tepat jam 09 .00 seorang perempuan muda turun dari motor dan menghampiri ku .
"selamat pagi mbak,' sapanya seraya masuk ke dalam toko bajuku .
"pagi," jawabku sambil menatap ke arahnya .
"saya Maya mbk yang mau melamar kerja disini ,kemarin sore mbak menyuruh saya datang kesini jam sembilan pagi ." ujar nya .
"oh iya ,silahkan duduk dulu Maya ." aku mempersilahkan Maya duduk dihadapan ku .
"panggil saya mbak Friska ,"ujarku
"baik mbak Friska ." sahut Maya .
"boleh saya lihat KTP kamu ." pintaku .
Maya membuka tas yang dipegangnya dan memberikan KTP nya padaku,aku menerimanya dan ku foto KTp Maya dan foto wajah Maya,aku harus teliti saat menerima karyawan,jika ada apa apa sama Maya aku sudah menyimpan identitasnya .
__ADS_1
sekitar sepuluh menit aku menjelaskan me Maya apa saja pekerjaanya dan bagaiman harus bersikap terhadap pembeli ,mengajarinya juga marketing online karena jika dia mendapatkan pelanggan atau reseller yang mau gabung di toko ku ,Maya akan aku beri bonus diluar gajinya .
Maya semangat mendengarkan penjelasan ku .dan meletakan tas nya di laci meja kasir,kebetulan ada pembeli datang ,Maya langsung menghampiri ,menyapanya dengan ramah dan menjawab pertanyaan pembeli.
aku sangat terbantu dengan adanya Maya ,aku bisa punya banyak waktu memasarkan toko ku di media sosial ,menjawab pertanyaan dan mengemas barang yang di pesan .
Alhamdulillah berkat doa dan usaha ku toko ku sudah mulai dikenal orang,bahkan ada pembeli dari negri Jiran memesan baju di toko ku ,aku sudah bisa menabung ,,syukur Alhamdulillah Allah memberiku rejeki dari usaha toko baju ku.
jam tiga sore mas Danny datang ke toko memberitahu bahwa orang yang mau beli rumah sudah datang dan mau membayar lunas,dan aku harus menyerahkan sertifikat rumah ke pembeli .
aku titipkan toko ke Maya dan segera pulang kerumah ibu untuk mengambil sertifikat ,mas Danny memboncengku.
setelah sertifikat ada di tanganku aku dan mas Danny segera pergi kerumah ibu mertua.
sampai disana ada mobil warna putih terparkir dihalaman rumah ibu,aku dan mas Danny turun dari motor dan segera masuk kedalam rumah .
ada dua laki laki duduk di kursi tamu membelakangi kami,aku menuju kursi disamping ibu ,aku lihat siska berdiri dan pindah posisi duduk di dekat mas Danny
"Friska harga rumah sudah disepakati dan pak Harno akan melunasi pembayaran ya sekarang ,kamu keluarkan sertifikat rumah dan serahkan ke pak Harno ." ujar ibu memberitahu ku.
"baik Bu ,ini sertifikatnya pak Harno ," aku meletakan sertifikat di atas meja .
"kamu keluarkan uangnya dan suruh mereka menghitungnya ." ucap pak Harno ke laki laki disebelahnya ,.
"iya pak ." laki laki di sebelah pak Harno melepas topi dan kaca mata coklatnya .
"ini mbak dihitung dulu uang nya ." ujar laki laki itu.
aku maju dari posisiku semula dan menerima uang yang ada didalam kantong plastik berwarna hitam.
saat mata ku menatap wajah laki laki itu ,aku kaget ternyata Hendri dan bapak nya yang membeli rumahku .
Hendri tersenyum membuatku salah tingkah ,ku alihkan pandanganku ke kantong kresek segera mengeluarkan isi nya dan menghitung jumlahnya .
"tolong bantu hitung uangnya mas ,"ucapku seraya menoleh ke arah mas Danny
mas danny beranjak dari kursinya dan menghampiriku,mengambil lima gepok uang pecahan seratus ribu dan menghitungnya.
setelah ngobrol sebentar pak Harno dan Hendri pamitan pulang ,aku segera membagi uang yang sudah disepakati dengan mas Danny.
kulirik ibu dan Siska wajah nya masam seperti tidak suka dengan caraku,tapi aku tak peduli dan pembagian sudah selesai,aku memasukan uang ke tas yang selempangku dan hendak berpamitan.
"tunggu fris ,mana bagian buat Lina ,dia adik Danny punya hak juga atas harta kakak nya ." ibu menahan tanganku .
aku terhenyak dikursi ,ibu menarik tanganku kasar ,aku menatap ibu wajahnya terlihat kesal .
"minta ke mas Danny Bu,Lina kan adiknya mas Danny ." jawabku.
"bagian kamu lebih banyak dari Danny dan dia sudah ada istri jadi uang bagian Danny buat Siska istrinya ."sahut ibu ketus .
"saya juga ada amori anak mas Danny Bu jadi bagian saya buat saya dan amori ." jawabku tak mau kalah.
"kamu kan sudah punya usaha seharusnya yang dua puluh lima juta itu kamu serahkan ke Lina ,dia adik iparmu loh,perhitungan banget sih jadi orang." siska ikut membela ibu.
telingaku panas mendengar ucapan Siska ,dia itu cuma istri siri tapi tingkahnya seperti istri sah saja ,,tenang Friska kamu harus kuat untuk memperjuangkan hak mu dan anakmu,aku mencoba menenangkan diriku sendiri
"hei perempuan gak tau diri,kamu itu cuma istri siri dan tidak punya hak atas harta suamiku ,kenapa bukan kamu saja yang kasih uang ke Lina ,kamu belum punya anak sedangkan aku ada amori ,
" aku menunjuk ke arah Siska,geram sekali melihat muka nya.
"sudah Friska ,bagi ibu kamu atau Siska sama saja istrinya Danny ,dan yang nurut sama ibu itu yang ibu anggap sebagai menantu." kata ibu dengan nada tinggi.
"gak masalah Bu ,aku gak dianggap menantu sama ibu, insyaallah baku bisa membesarkan cucu ibu dengan tangan ku sendiri ." jawabku
aku berdiri mengambil tas diatas meja dan melangkah keluar,sampai diluar aku menelepon Winda.
{iya mbak ada apa } tanya Winda di seberang sana .
{win tolong kamu hubungi om rahman suruh jemput aku dirumah ibu} jawab ku
{ emang kenapa mbak ,kamu suruh om rahman jemput kamu}
{aku bawa uang banyak win,hasil penjualan rumah ,aku takut bawa uang ini sendirian dan aku gak mau di antar mas Danny ,tolong ya kamu kerumah om rahman sekarang ,aku tunggu }
{iya mbak aku kerumah om rahman sekarang }
__ADS_1
aku mematikan ponselku dan memasukannya ke dalam tas ,om rahman adalah adik ibu Ku,rumahnya di belakang rumah mbak wanti ,semoga saja om rahman sudah pulang dari sawah .
"kamu belum pulang fris." aku menoleh ke arah mas Danny .
"belum lagi nunggu seseorang ." jawabku cuek sambil duduk di kursi teras .
"kalau gitu Ayuk aku anter kamu pulang fris,apa mau ke toko dulu ." ujar mas Danny menawarkan .
"gak usah pergi mas ,aku mau ke bidan mau pasang KB, kamu anter aku sekarang ya ." Siska sudah berdiri di belakang mas Danny .
aku gak perduli,ku ambil ponsel di tas ku mengacuhkan mereka berdua...
"bukanya jadwalnya besok sore sis ."aku mau nganterin Friska pulang dulu ." sahut mas Danny .
"gak perlu aku bisa sendiri,kamu urusin saja istri kamu yang manja itu ." jawabku ketus
mas Danny menarik tangan Siska mengajak nya masuk kedalam .
sikapmu membuatku semakin ingin pergi darimu mas ,selama ini aku mencoba untuk bertahan hanya demi amori ,tapi nambah kesini kamu seperti budak nya Siska ,kamu gak punya pendirian dan tidak tegas .
aku menghela nafas kasar,hatiku kembali terkoyak,jujur aku masih punya rasa cemburu saat mas Danny bersama Siska ,perhatian mas Danny masih ada untuk ku dan amori ,aku gak yakin apakah aku masih bisa berbagi suami dengan Siska ,atau aku harus pergi dan Siska menang bisa memiliki mas Danny seutuhnya.?"
kulihat om rahman datang mengendarai motor memasuki rumah ibu ,aku lega akhirnya om rahman bisa datang .
"om." aku menghampiri om rahman yang hendak turun dari motor .
"tadi Winda kerumah katanya kamu minta om jemput kesini, untung om dah pulang dari sawah,memangnya ada apa fris," tanya om rahman dan mengurungkan niatnya turun dari motor.
"diatas Ku ada uang banyak om ratusan juta hasil penjualan rumahku ,aku takut pulang sendiri,takut kenapa Napa." jawabku .
"ya udah kamu naik aja ke motor om ,sekarang kita pulang,jangan kemalaman dijalan ." om rahman menatapku serius .
kami pun berboncengan pulang ke rumah ibu ,sampai dirumah ibu aku langsung menyimpan uang Ku di lemari dan menguncinya.
ibu sudah membuatkan minum buat om rahman dan menemani ngobrol diruang tengah ,selesai mandi aku menghampiri ibu dan om rahman.
"kamu sudah mendapatkan bagian mu dan amori kan fris." tanya ibu .
"sudah Bu sesuai permintaan saya." jawabku ke ibu .
"besok minta anter om rahman untuk menyimpan uangmu di bank ,jika tidak ada keperluan mendesak jangan di pake uangnya fris,untuk tabungan sekolah amori ." ujar ibu menasehatiku .
"iya Bu ,aku juga memikirkan masa depan amori ,makanya aku perjuangkan uang bagian ku dan amori ." sahutku.
"terus perkawinan kamu sama Danny gimana fris,apa kamu masih mau melanjutkan ." kali ini om rahman yang bertanya .
"aku belum tahu om,jujur sebenarnya aku sudah gak mau hidup berbagi suami dengan madu ku,tapi aku memikirkan amori om ,kasian dia masih kecil belum mengerti apa apa." sahutku sedih .
"ibu juga berpikir begitu fris ,amori jangan jadi korban atas perceraian orang tuanya ,,kamu juga harus memikirkan perasaan amori .."
"mbak yu gak bisa memaksakan Friska kalau dia merasa hidupnya menderita dengan di madu,biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri ,kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat anak anak kita." ujar om rahman bijak.
setelah menghabiskan kopi om rahman pamitan untuk pulang ,aku dan ibu masuk kedalam ,amori sudah tidur dikamar Winda.
betul kata om rahman aku harus menentukan jalan hidupku sendiri jika hatiku tersakiti dan tidak di hargai.
•••••••
aku masuk ke kamar hendak beristirahat ,ponselku bergetar ada pesan masuk.
ku ambil ponsel di atas nakas dan membuka pesan .
ada pesan masuk dari Hendri.
{malam Friska ,aku gak nyangka kalau rumah yang aku beli itu rumah mu ,,maaf ya mau nanya apa perempuan yang tinggi putih itu istri muda nya suamimu.?" }
{ iya hen itu madu ku,,,Alhamdulillah senang kamu yang beli rumahku semoga cocok sama rumahnya ya }
{waktu bapak Ku kasih foto rumah mu aku langsung cocok kok fris ,ternyata dunia itu sempit ya fris,kita bisa ketemu tanpa sengaja }
{iya hen gak nyangka ya,oh iya besok kamu jadi berangkat ke Taiwan hen '? }
{jadi fris,besok malam ,minta doanya ya }
{ iya hen ,oh iya udah dulu ya aku mau istirahat }
__ADS_1
aku mematikan ponselku dan bersiap untuk beristirahat .