
POV .Hendri
pikiranku di penuhi rasa khawatir setelah mendengar cerita bapak ,siapa orang yang meneror bapak,padahal kejadian itu sudah puluhan tahun yang lalu . kenapa baru sekarang mencari bapak .
aku sudah menyuruh Arman untuk menjemput ibu dan memintanya tinggal bersamaku ,karena aku merasa lebih aman bapak sama ibu tinggal bersamaku , Alhamdulillah Friska tidak keberatan orang tuaku tinggal bersama kami .
"apa ibu sama bapak nggak merepotkan kalian hen ...jika tinggal disini ." ujar ibu saat sampai dirumah .
"nggak lah Bu ...aku senang kok ada ibu sama bapak disini ,amori jadi ada yang nemenin ." jawab istriku .
Friska sedang menyiapkan makan malam di belakang ,aku mengajak ibu duduk di ruang tamu setelah membawakan tas berisi baju ibu dan bapak ke kamar dekat ruang tengah .
"ada apa si pak ...kenapa kita harus tinggal di sini ,ibu nggak enak loh sama besan ." ibu menatap bapak .
"ibu masih ingat sama Margono ...." ? yang dulu mati terbunuh di Bengkulu ."? tanya bapak .
"Margono yang dulu menyuruh orang mencelakai bapak .?" kenapa dengan dia pak kan sudah lama meninggal .
"ada orang meneror bapak ,orang itu mengatakan akan membalas dendam ke bapak atas kematian Margono ." ujar bapak ,wajah nya mulai tegang .
"loh yang membunuh margono kan bukan bapak ,kenapa mau balas dendam ." ibu mengernyitkan alisnya .
"bapak juga nggak tahu Bu ,,tapi ibu kan tahu bagaimana kejam nya Margono dulu ,aku khawatir anak keturunan Margono atau kerabatnya ada yang tidak terima dengan kematian nya ." bapak menghela nafas berat .
"waduh pak ... ibu takut dengernya ,kejadian itu sudah lama sekali ,kenapa baru sekarang mereka mencari bapak ."
"entahlah Bu....bapak juga nggak tahu."
***
jam sepuluh pagi desi dan Arman datang ke kantorku ,aku sedang sibuk melayani jamaah umroh yang sebentar lagi akan berangkat ,setelah pekerjaan ku sedikit longgar aku menemui mereka di ruangan ku.
"sudah selesai mas kerjaannya ..." tanya Desi sambil membetulkan posisi duduk nya .
"iya Des ,tadi ada jamaah membayar uang pelunasan ,karena Minggu depan mereka berangkat untuk gelombang pertama, oh ya apa ada kabar baik mengenai rumah keluarga mas Dany ." ujarku .
"aku sama mas Arman sudah sepakat mau beli rumah yang kami tempati sekarang mas ,tapi tolong mas Hendri sampaikan dong ke mereka harganya bisa kurang nggak ." ucap Desi .
"kamu nawarnya berapa Des ,,,biar mas nanti sampaikan ke mas Dany ." ujarku menendang ke arah Desi .
"setelah kami hitung uang tabungan dan ditambah menjual perhiasan Desi ,uang yang terkumpul 170 juta mas ,coba tawar segitu ." kali ini Arman yang bicara .
"ok...nanti aku coba bicara sama mas Dany ." jawabku .
****
jam lima sore aku menjemput Friska di toko nya ,sampai disana aku tidak menjumpai Friska ,,Maya bilang Friska pergi ke toko yang ada di gading asri .
aku coba menghubungi handphone Friska,tapi nomornya tidak aktif aktif ,aku memutuskan untuk menyusul Friska ke gading asri .
sampai di sana aku melihat toko Friska masih buka ,dari luar tidak terlihat ada orang didalam ,hari sudah hampir magrib kenapa lampu tidak di hidupkan dan tidak biasanya Friska membuka toko sampai magrib .
aku memanggil Friska ,tapi tidak ada jawaban ,aku berjalan ke belakang ,penasaran kenapa toko dibiarkan terbuka dan Friska kemana ,saat melewati meja kasir kaki ku tersandung sesuatu hampir saja aku terjatuh.
"hah...ini kaki siapa ." aku menunduk menyingkirkan baju baju yang menutupi kaki sampai ke kepala,dan sontak aku terkejut ,Friska kenapa dia tergelatak disini ,apa dia pingsan .
__ADS_1
"fris....bangun ,kamu kenapa disini ." aku menggoyang lengan Friska ,tapi tidak ada reaksi ,aku mengangkatnya dan meletakan diatas tumpukan baju ,Friska pingsan .
aku buka tas Friska biasanya dia bawa minyak kayu putih ,benar saja aku menemukanya ,ku olesi hidungnya dengan minyak kayu putih ,perlahan Friska membuka matanya .
"mas...."aku dimana ini ..."
"di toko mu fris ,kenapa kamu bisa pingsan di bawah meja kasir fris,dan kemana karyawan mu ,toko dibiarkan terbuka .
Friska menggosok hidungnya , mungkin kepanasan ,tadi aku memberinya kayu putih cukup banyak,.
"Nanik ....."
"Nanik kenapa ...?"
"dia tadi memukul tengkuk ku sampai pingsan ." Friska mencoba mengingat kejadian tadi .
"Nanik ,karyawan mu ..?" kenapa dia memukul mu ," aku panik mendengar penjelasan istriku .
"kamu periksa laci meja mas ,tadi aku lagi menghitung uang hasil laporan Nanik selama dua Minggu ,terus dia ijin ke toilet ,tiba tiba ada yang memukul tengkuk ku sampai aku pingsan .' ujar Friska sambil memegang tengkuk nya .
"kamu tahu dimana alamat rumah nanik ." ?.kita lapor polisi fris,,,ini di laci juga sudah tidak ada uang .
"mas...! handphone ku juga nggak ada di tas." teriak Friska .
aku tidak tahu alamat Nanik mas ,yang simpan datanya Maya ,tapi gimana mau hubungi Maya , handphone ku hilang ." ujar Friska lagi.
"ya sudah sekarang kita ke rumah sakit fris,aku khawatir denganmu ,kamu periksa dulu ya ."
Friska mengangguk ,aku segera membantu nya untuk berdiri ,dan menggandengnya ke depan.
setelah menutup pintu toko aku segera membawa Friska ke rumah sakit mitra keluarga,Friska ditangani oleh dokter di rontgen bagian tengkuk nya ,dan diperiksa kandungannya .
Alhamdulillah kata dokter kandungan Friska tidak terganggu ,dan tengkuk nya hanya mengalami lebam tapi tidak ada yang cidera .
pukul 20.30 aku membawa Friska pulang kerumah ,besok aku akan melaporkan kejadian ini ke polisi ,Nanik harus bertanggung jawab dengan perbuatanya.
baru saja memarkirkan mobil di garasi ,Rani berlari menemui kami ,nafasnya sampai tersengal sengal .
"pak....itu bapak pak Hendri ...itu .."
aku turun dari mobil dan mendekati Rani.
"Rani ada apa ...coba bicara yang jelas ."ujarku .
"bapak ...digigit ular ,itu ujarnya besar sekali ada di kamar bapak ."
"apa ...! bapak digigit ular .?!
astagfirullah...."
aku segera berlari masuk kedalam rumah ,aku melihat ibu duduk didepan pintu bapak sambil menangis .
ibu menghadangku saat mau masuk kedalam kamar,di dalam kamar aku melihat bapak kejang kejang dan ada ular besar yang sebagian tubuhnya melilit bapak .
"hen....jangan masuk ,ular itu berbahaya sekali nanti kamu juga digigit ,segera cari bantuan untuk menyingkirkan ular itu Hen.." ujar ibu sambil menangis .
__ADS_1
"mas ...itu bapak sudah kejang ,cepat kamu telepon ambulan ,." ujar Friska panik .
ya Allah kenapa bisa seperti ini ,dari mana ular itu bisa masuk ke kamar bapak ,rasanya ada yang aneh , aku segera mengambil ponsel dan menelepon ambulan .
"Rani ....amori dimana .." tanya Friska sambil berjalan tergesa ke kamar amori .
"saya kunci dikamar Bu ..saya takut amori melihat ular itu ." jawab Rani .
aku ke belakang mencari benda yang bisa dipakai untuk mengusir ular ,sebilah paralon bekas yang menyandar di tembok aku ambil ,bergegas aku kembali kekamar bapak ,ku arahkan paralon ke kepala ular ,dengan cepat ular menarik paralon dan tubuhku terhempas menabrak pintu .
"Hendri...kamu lepaskan paralon itu ,cepat tutup pintunya ,jangan sampai ular nya keluar dan mencelakai kita."ibu berteriak sambil menarik celanaku
jeder ...
pintu ditarik ibu setelah aku berhasil keluar ,ya Allah bagaiman dengan bapak didalam ,selamatkan bapak ya Allah ,
tak lama kemudian mobil ambulans datang ,ada dua petugas ambulan dan satu lagi pawang ular ,tadi aku sempat meminta mereka mencari orang yang bisa menangkap ular .
pintu kamar di buka dan ....arrggh ...petugas ambulan yang berdiri paling depan tanganya digigit ular yang bergelantungan di handel pintu .
seketika jatuh dan tanganya menghitam ,aku menarik ibu mundur .
"kalian mundur ,mas tolong diikat tangan mas Cipto dengan kain supaya racun tidak menyebar ." perintah pawang ular .
aku segera mengambil taplak meja dan mengikat tangan mas Cipto ,pawang ular berdiri didepan pintu dan menaburkan sesuatu ke lantai .
ajaib ....ular keluar dari kamar dan masuk kedalam karung yang dibawa si pawang .
aku segera masuk ke kamar ,ya tuhan mulut bapak sudah mengeluarkan busa ,aku dibantu salah satu petugas ambulan mengangkat bapak ke mobil ambulan ,setelah itu kami mengangkat mas Cipto.
"pak...sabar ya ,bapak harus kuat ," aku menekan tangan bapak , Alhamdulillah masih ada denyut nadi nya .
"mas cepat sedikit ,bapak mengeluarkan busa lagi dari mulutnya ." ujarku panik
" baik mas ..." mobil meluncur dengan cepat ,sepuluh menit kemudian sampai di depan rumah sakit .
kami segera mendorong bapak dan mas Cipto ke ruang IGD dan segera mendapat penanganan .
satu jam berlalu ,dokter menemui kami .
"maaf pak ,untuk pasien bernama pak Sardi keadaanya kritis karena terlambat membawa ke sini ." ujar dokter saat keluar dari ruang IGD .
aku terduduk lemas mendengar penjelasan dokter ,kenapa hari ini ada dua musibah yang menimpa keluarga ku , Friska dan bapak .
" ya Allah selamatkan nyawa bapak ,pipiku basah menyesal karena kelalaian ku yang tidak segera menolong bapak .
perawat membawa bapak ke ruang pasien ,wajah bapak sudah membiru ,mulutnya di bantu alas bernafas dan ada selang infus di tangan nya .
ibu dan Friska datang kerumah sakit ,ibu pingsan melihat keadaan bapak ,Friska juga kondisinya masih lemas .
ibu aku baringkan di sofa ,kasian sekali melihatnya ,istriku Friska duduk di samping ibu memijit pelipis ibu dan mengolesi minyak kayu putih.
aku sudah mengabari Desi,dia belum bisa datang sekarang karena masih di Lampung barat ,mungkin besok baru sampai .
aku berjanji akan menyelidiki ini semua ,dari mana ular itu bisa masuk kekamar bapak .
__ADS_1
aku jadi teringat akan orang yang meneror bapak dan mengancam akan membunuhnya .