
POV. ( Siska )
aku sedikit kerepotan ketika mas Dany dan ibu nya tidak tinggal bersamaku ,tiap pagi harus bikin sarapan sendiri , sebetulnya aku bisa saja mempekerjakan asisten rumah tangga ,tapi sayang uang yang harus aku keluarkan ,lebih baik buat beli baju baru atau buat perawatan .
aku sudah meminta mas Seno untuk tinggal bersama ku ,tapi dia menolak alasaanya dia tidak mau istri pertamanya curiga ,,jika aku menikah siri dengan mas Dany istrinya tahu bahkan kami pernah tinggal satu atap ,tapi dengan mas Seno meskipun hubungan kami sudah sangat dekat tapi mas Seno tidak punya keinginan menikahi ku meskipun hanya nikah siri.
mas Seno pernah cerita bahwa istrinya seorang pengusaha kosmetik di kota balam,dan punya beberapa rumah makan di daerah dekat dengan tempat pariwisata ,istrinya juga sering diundang sebagai pembicara di beberapa seminar bahkan pernah di undang pak bupati untuk memberikan motifasi kepada warga yang punya potensi atau ketrampilan untuk di bina menjadi pengusaha .
masalah materi istri mas Seno lebih hebat dari pada dia ,wajar jika mas Seno takut sama istrinya ,tapi aku tak pernah mau jika terabaikan ,aku akan mencari cara bagaimana mas Seno bisa memanfaatkan uang istrinya dan menikah dengan ku .
dulu aku buka usaha dari hasil penjualan rumah istri tua mas Dany ,dan mas Dany memilih tinggal denganku dan membiarkan istri dan anaknya pulang ke rumah orang tuanya ,,mas Dany sangat mudah aku kendalikan setelah aku menemui abah tua di pinggiran kota Garut bersama mas Andre ,aku di beri minyak pengasih supaya mas Dany tunduk padaku .
aku harus menemui abah lagi ,usaha ku sudah mulai menurun ,mas Seno hanya memasok dua unit kendaraan dalam sebulan,sedangkan jika aku turun kelapangan mencari barang sendiri tidak pernah bisa mendapatkan harga murah ,malah lebih mahal dari harga jual ku .
malam ini aku mengajak mas Seno tidur dirumahku ,sudah dua Minggu mas Dany dan ibu nya meninggalkan rumahku ,mas Seno tidak keberatan dia datang ketika malam sudah larut ,dia menelpon ku saat sudah sampai di depan rumah .
"malam banget si mas ke Sini nya." ujarku sambil bergelayut manja di dada mas Seno ,mas Seno mencium keningku dan menggendongku masuk kedalam kamar.
"aku nunggu istriku tidur baru keluar sayang ,aku gak mau dia tanya macam macam." ucap mas Seno sembari membuka baju nya dan duduk di sampingku .
aku semakin tahu jika mas Seno takut dengan istrinya,buat apa kamu punya badan tinggi kekar jika takut sama istri .aku bicara dalam hati .
malam semakin merangkak,,mas Seno memberikan kehangatan yang selalu aku rindukan ,dia bak kuda jantan yang sedang berlari diatas gurun pasir ,aku begitu menikmati permainannya ,,terbuai dalam desah,berlomba menuju garis finis dan kami menjadi pemenang perlombaan bersama sama ,aku menjerit menggigit apa yang aku temui .
sebelum adzan berkumandang di masjid ,mas Seno hendak bangun dari tempat tidur ,aku segera memeluknya erat tak membiarkannya pergi ,aku masih rindu setelah seminggu tidak bertemu ,mas Seno mencium keningku dan melepaskan tangan ku .
"sayang ,aku harus pulang sekarang ,sebelum istriku bangun,nanti aku pasti menemui mu lagi aku janji ," ujar mas Seno menyambar baju yang ada di atas nakas memakainya dan segera berlalu meninggalkanku .
aku masih berada diatas tempat tidur saat suara mobil mas Seno keluar dari rumahku ,dulu awal kami berpacaran mas Seno selalu punya banyak waktu untuk ku ,Bahakan kita pernah berhari hari tidur dihotel tanpa ada rasa cemas di wajah mas Seno ,tapi sekarang dia selalu ketakutan jika bersama ku ,apa yang membuatnya berubah seperti ini ,aku harus cari cara untuk bisa menaklukannya .
•••••••
aku terbangun saat perut bagian bawahku terasa sakit sekali ,aku bangun dan masuk kekamar mandi ,setelah mandi dan berganti baju aku ke belakang mau bikin sarapan ,saat sedang menggoreng telur perut ku mual dan aku berlari ke toilet belakang ,aku muntah ,keringat dingin membasahi kening dan leher ku .
apakah aku hamil...??
baru seminggu yang lalu aku datang bulan ,rasanya gak mungkin aku hamil,aku basuh wajahku dengan air keran dan mengelapnya ,saat melihat cermin wajahku terlihat tirus dan pucat ,ah mungkin aku hanya kelelahan saja .aku membatin .
hari ini aku Mau kerumah orang tuaku ,sudah lama aku tidak pulang rasanya kangen sama ibu ,dan aku juga mau ketemu mas Andre ,aku butuh bantuan nya, aku mengambil tas dan kunci mobil di atas bufet dan mengunci pintu ,,,membawa mobil ku kerumah ibu .
dua puluh menit aku sampai dirumah ibu ,,rumah tempat ku dilahirkan hingga dewasa ,hampir setahun setelah menikah dengan mas Dany baru kali ini aku pulang ke rumah ibu ,,bukan tidak ingin pulang tapi aku takut jika aku pulang Friska akan menguasai mas Dany dan menghasutnya ,tapi kini mas Dany sudah tidak bersamaku ,aku bebas melakukan apa saja sesuka hatiku .
aku turun dari mobil ,bapak sedang menyusun karung yang berisi hasil bumi di teras depan rumah ,aku berjalan mendekati bapak .
"pak...." sapaku .
bapak menoleh ke arahku terlihat raut bahagia di wajah bapak .
"Siska ,kamu pulang nak ." ujar bapak.
"aku menghambur ke pelukan bapak,aku kangen dengan tubuh kekarnya yang tak pernah lelah mengais rejeki .
"kamu sendirian ,mana Dany ." tanya bapak celingukan ke arah mobil ku diparkir.
__ADS_1
"aku sendirian pak ,mas Dany gak ikut ,ibu mana pak ." tanyaku .
"ibu mu lagi ngambil pisang di kebun pak Jamal ,sebentar lagi pulang ,tadi Andre juga datang kesini lalu pergi ke rumah Anwar ," jawab bapak dan mengajak ku masuk ke dalam .
aku berjalan ke dapur membuat kopi untuk bapak dan teh untuk ku ,aku dan bapak ngobrol diruang tamu .
mas Andre datang dan ikut ngobrol bersama Ku dan bapak ,aku memberi isyarat ke mas Andre bahwa aku mau bicara dengannya ,mas Andre paham apa yang aku inginkan .
"pak ,Anwar Minggu depan mau nikah ,bapak kenapa gak kerumah nya,tadi pak Rosid menanyakan bapak loh ." ucap mas Andre ke bapak .
"ada siapa saja di sana ndre ,bapak nunggu ibu saja biar bareng ke sana ." sahut bapak .
"gak usah nunggu ibu lah pak ,gak enak sama pak Rosid kalau bapak gak kesana ,ada pak RT sama pak Sanusi ,Siska biar aku yang temani dia disini sambil nunggu ibu pulang ." ujar mas Andre lagi.
bapak mengangguk dan memasukan bungkus rokok yang tinggal setengah ke saku bajunya , setelah bapak pergi aku pindah duduk di dekat mas Andre .
"ada apa sis." tanya mas Andre .
"mas anterin aku yuk ke Abah yang di Garut ,mas Seno sekarang susah kalau aku ajak ketemu dan sudah jarang masukin unit ke showroom ku,usaha ku jadi sepi mas karena unit nya sedikit ." aku meminta ke mas Andre .
"oh begitu ,,besok kita kerumah Abah ,nanti mas ikut kerumah mu,besok pagi pagi kita kerumah Abah ." mas Andre menyanggupi membantu ku .
jam lima sore ibu pulang setelah melepas kangen sama ibu dan kami makan malam bersama ,bapak masih di rumah Anwar .
jam delapan malam aku dan mas Andre pamit sama ibu ,mas Andre yang nyetir mobilku .
jam enam pagi aku sudah bangun ,sudah mandi dan aku memesan sarapan via aplikasi nice food ,mas Andre menghampiriku di ruang tengah ,dia baru mandi dan duduk di depan televisi .
"aku buatkan kopi dulu ya mas ,aku sudah pesan makanan buat sarapan kita ." aku berjalan ke dapur membuat kopi untuk mas Andre .
menguras barang yang ada di bengkel ,anak gak tau diri sudah aku tolong malah menginjak kepala ." ujar mas Andre ,wajahnya terlihat kesal .
"apa mas ?!, bengkel di bobol sama Dito ,kamu dapat info dari siapa ." tanyaku penasaran .
"subuh tadi suaminya Desi yang tinggal di rumah ibu mertuamu telepon mas,waktu itu dia sempat minta nomor handphone mas pas main ke bengkel ,dan mas nanya Dito kata suaminya Desi dito gak ada di bengkel ,pintu bengkel terbuka dan barang barang berantakan .
aku diam mendengar kabar dari mas Andre ,aku sudah menguasai bengkel dan mengusir mas Dany ,tapi kini bengkel ku di rampok sama Dito orang yang aku percaya tinggal di bengkel untuk berjaga di sana .
jam delapan aku dan mas Andre berangkat ke rumah Abah ,empat jam perjalanan kami tiba dirumah Abah,istri Abah menyambut kedatangan ku dan mas Andre ,dua kantong plastik oleh oleh aku berikan ke istri nya Abah .
setelah ngobrol sekedar basa basi ,aku mengutarakan maksud kedatanganku ,Abah menyimak ucapan ku lalu masuk kekamar dan keluar membawa dua botol minyak ,aku memberikan amplop berisi uang ke Abah dan kami pun pamit kepada Abah dan istrinya .
•••••
aku sudah berdiri di depan bengkel ,pintu sudah dirusak dan barang barang berhamburan dilantai ,,dua lusin ban motor baru ,satu lusin ban mobil ,dan semua barang barang yang di pajang di etalase depan sudah hilang semua ,,,uang di laci meja kasir juga ludes tak bersisa ,,
"Dito...aku akan cari kamu,dan akan aku habisi kamu jika bertemu denganku ." aku geram sekali melihat keadaan bengkel ku yang porak poranda .
aku membawa mobilku menuju showroom ,hati ku rasanya masih kesal jika mengingat kelakuan Dito ,orang yang sudah aku percaya mengurus bengkel bersama mas Andre ,
sejak mas Dany masuk rumah sakit aku sudah me mecat semua karyawan yang bekerja di bengkel dan aku mengganti dengan karyawan yang aku dapatkan sendiri ,Dito aku percaya untuk menjaga bengkel karena dia adik dari kawanku waktu sekolah di SMA dulu.
saat aku memasuki halaman showroom ,aku melihat ada seorang wanita sedang berbicara dengan emi karyawan ku .
"saya tidak tahu apa apa Bu,nanti tanya saja langsung dengan mbak Siska ." ujar emi menunduk .
__ADS_1
aku mendekati mereka, dan perempuan didepan emi memandangku sinis .
"kamu yang namanya Siska .!?" tanya wanita berhijab melihat ke arahku .
"iya betul,ada keperluan apa mencari saya." jawab ku tegas .
"jadi kamu selingkuhan mas Seno ,berani sekali kamu ya mengganggu suami saya ,,dalam dua bulan terakhir ini mas Seno sudah memakai kartu kredit ku dan membeli mobil second ,,ternyata dilarikan ke sini dan kamu belum membayar harga mobil yang mas Seno kirim ke showroom mu .' ucapan perempuan dihadapanku sangat tegas dan memandang tajam ke arahku ,ternyata dia istrinya mas Seno .
"kamu jangan asal bicara ya ,saya sudah membayar lunas mobil Dari mas Seno yang sudah terjual,jadi saya tidak punya hutang sama mas Seno ataupun kamu ." ucap ku tegas.
"mana buktinya kalau kamu sudah membayar ke mas Seno hah..!?,ingat ya aku akan membawamu ke jalur hukum jika kamu tidak mengembalikan uangku ,dan satu lagi kamu juga akan aku seret ke penjara karena sudah mengganggu rumah tanggaku ,kamu dan Seno sama sama akan masuk penjara..!!"
sial...selama ini aku tak pernah minta bukti pembayaran ke mas Seno ,karena kami sudah saling percaya ,aku dan mas Seno bahkan sering ke daerah mencari unit kendaraan .
"saya gak ada bukti pembayaran karena kami sudah saling percaya ,dan masalah hubungan ku dengan mas Seno ,seharusnya kamu sebagai istri berfikir kenapa suamimu bisa berpaling ke wanita lain ,mungkin dia gak suka sama wanita berhijab yang sok suci sepertimu ." aku tertawa kecil didepan istri mas Seno .
"hati hati kalau bicara dasar perempuan murahan yang suka mengumbar aurat ,,mas Seno tidak menyukai hijab ku tidak masalah ,tapi harga diri dan akidah bagiku harga mati yang akan terus aku perjuangkan ." ujar perempuan dihadapanku,kulihat wajahnya memerah ,ku akui dia cantik ,wajahnya putih bersinar tapi penampilannya masih kalah modis dengan ku .
"sudah lah kamu pergi dari sini ,,aku gak punya banyak waktu meladeni mu ." ucapku sambil berjalan ke arah ruangan ku.
"heh ,,,jangan kamu kira aku akan pergi ya ,kembalikan dulu uangku yang di pake mas Seno buat beli mobil dagangan mu .
rambutku di tarik dan aku jatuh terjengkang ,pantat ku menghantam lantai sakit sekali rasanya ,aku bangun dan kutarik hijabnya hingga terlepas dari kepalanya ,istri mas Seno kalap dan menamparku ,aku tak mau tinggal diam aku pegang tanganya dan aku pelintir ke belakang ,,.
"aduuh sakiiiitt. ...lepaskan .!
aku tak perduli dia meringis kesakitan ,tangan kanan ku memegang tangan nya dan tangan kiri ku menarik kuat rambutnya ,,istri mas Seno berteriak teriak ,aku tak perduli tanganku semakin kuat mencengkeram rambutnya .
tiba tiba emi muncul bersama perempuan kampungan dihadapanku .
'siska ,,lepaskan perempuan ini,jangan kamu perlakukan seperti ini ,kasian Siska .!" ujar Siska mendekat ke arahku .
"to..Loong Friska ,sakit sekali ." ucap istri mas Seno ke Friska .
aku lihat Friska kaget saat istri mas Seno memanggil namanya ,Friska berjalan ke samping supaya bisa melihat wajah istri mas Seno .
"eh,,! kamu kenal sama perempuan kampungan ini ya ,,jangan jangan dia yang jadi mata mata suruhan mu ." aku mendelik ke arah Friska yang berusaha menarik tanganku .
"Siska tolong lepaskan kawan ku mbk atifa ,,dia sudah kesakitan,kalau tidak aku akan telepon polisi sekarang ." Friska mengancam ku .
"heh ..perempuan primitif emang aku takut sama ancaman mu ,silahkan telepon saja aku gak akan melepaskan perempuan sundal ini kalau dia tidak mau minta maaf dan berjanji tidak akan mengganggu ku lagi ."aku mencibir ke arah Friska .
tanpa kuduga secepat kilat Friska berjalan ke arah belakang memeluk pinggang Ku dan menarik ku sekuat tenaga ,tangan ku terlepas dan istri mas Seno terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap .
Friska terjatuh dan aku pun jatuh menimpa badan nya ,,aku segera bangun dan hendak menendang Friska tapi dia sudah berdiri dihadapanku .
Friska berlari menghampiri istri mas Seno dan membantunya berdiri ,aku melihat wajah istrinya mas Seno merah padam dan rambutnya sudah tak beraturan lagi bentuknya .
"saya akan pergi dari sini ,tapi kamu harus ingat kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu ,dan saya berjanji akan menjebloskan mu ke penjara ,wanita murahan gak tahu diri." mata nya berkaca kaca ,badanya menunduk menyambar hijab nya dan menggandeng tangan Friska berjalan keluar dari showroom ku .
"kamu kira aku takut perempuan sundal ,kamu belum tahu siapa Siska ." aku terkekeh sampai mereka berdua hilang dari hadapan ku .
__ADS_1
bersambung ..