
POV. ( Friska )
•••••••••••••
setelah ibu mertuaku pamit pulang,aku merenung haruskah aku bantu mas Danny ,padahal aku sudah mempersiapkan berkas untuk menggugat cerai mas Danny,nasihat ibu agar aku punya status jelas sudah sepatutnya aku perjuangkan,aku ingin hidup tenang membesarkan amori tanpa di Bebani dengan kegilaan Siska dan keluarga mas Danny yang sering menghinaku .
tabunganku dari jualan baju sudah cukup banyak ,rencana ku setelah bercerai dengan mas Danny aku mau beli rumah ,karena jika aku beli sekarang Siska pasti akan menggangguku dan mengira uang yang aku gunakan beli rumah masih ada hak nya mas Danny ,aku semakin bingung dengan permohonan ibu mertua untuk membantu operasi mas Danny.
pulang dari toko aku langsung mandi dan menjemput amori di rumah mbak wanti,Winda sedang menyiapkan makan malam ,ibu sudah mulai buka warung karena banyak tetangga yang menanyakan kapan warung ibu buka ,setelah shalat magrib kami makan malam bersama,lalu duduk di ruang keluarga seperti biasa .
"Bu tadi ibu nya mas Danny datang ke toko ku." aku mengajak ibu bicara.
"ya gak papa fris,kalau mertuamu mengunjungimu kamu harus bersikap baik ,tadi siang ke sini nanyain kamu,sepertinya dia ada masalah ya fris." tanya ibu .
"iya Bu,mas Danny kena musibah sekarang dirawat di rumah sakit dan harus segera di operasi karena ada gumpalan darah di otak nya ." jawabku .
"ya Allah fris,kenapa ibu baru tahu ,Danny kecelakaan ."?
"dia berkelahi bu sama selingkuhan Siska ,dan kepalanya terbentur tembok,kebetulan pas kejadian aku sama Winda ada di situ ." ujarku .
"Siska selingkuh. .." tanya ibu kaget.
"iya Bu dan waktu mas Danny pingsan Siska gak nolongin mas Danny ,malah selingkuhan nya menghubungi mobil ambulan,Siska pergi dengan selingkuhnya." nya ." ujarku lagi.
"kasian mertuamu dia harus merawat Danny ,Siska keterlaluan sekali ya fris."
"makanya kemarin ibu datang ke toko ku dia minta tolong aku membantu biaya operasi mas Danny ,kalau tidak dioperasi akan fatal kata ibu ."
"berapa biaya operasinya fris." tanya ibu .
"seratus lima puluh juta Bu,Siska bantu biaya separuh dan ibu harus mencari kekurangannya ,aku bingung Bu harus gimana ." aku meminta saran ibu .
"kamu bantu Danny fris,abaikan rasa sakit hati mu ,ini demi kemanusiaan kamu berlapang hati menolong nyawa Danny." ujar ibu .
aku diam,hatiku masih gak rela jika aku harus ikut menanggung beban membiayai operasi mas Danny,tapi disisi lain aku gak tega jika mas Danny harus kehilangan nyawanya karena ke egoisan ku ,kasian amori dia masih kecil masih butuh sosok ayah nya.
aku dan Winda bersiap siap mau kerumah sakit ,aku akan mampir dulu di bank untuk menarik uang ,karena jumlahnya tidak sedikit,setelah mendapatkan nomor antrian aku duduk di kursi tunggu ,tiba giliran ku,segera aku melangkah ke meja teller dan menarik sejumlah uang.
sebelum menuju rumah sakit aku menelepon ibu mertua mengabari bahwa aku akan datang ke rumah sakit membantu biaya operasi mas Danny yang akan dilakukan besok,terdengar suara ibu berkali kali mengucapkan terimakasih .
Winda membonceng ku menuju rumah sakit,kami berhenti di depan penjual bensin pinggir jalan untuk mengisi bensin ,saat aku hendak turun ada motor di belakang ku melaju dengan cepat dan menarik tas selempangku ,,aku mempertahankan tas menariknya sekuat tenaga, winda memukul tangan laki laki yang menarik tas ku,tapi laki laki yang berada diatas motor menendang tubuh ku hingga aku terpental ,Winda berteriak minta tolong ,pemilik warung keluar dan mengejar kedua kaki laki yang langsung tancap gas kabur .
pinggulku sakit sekali membentur pondasi batu di sebelah pom mini , air mataku mengalir ,"ya Allah uangku dibawa kabur bagaimana dengan nasib mas Danny ."
Winda berlari menghampiriku dan membantuku bangun ,gamisku sobek bagian pinggul dan tanganku seperti nya terkilir .
"mbak Ayuk bangun ,kita harus cepat lapor polisi biar bisa menangkap orang yang sudah menjambret tas mu." ujar Winda panik.
bapak pemilik warung membantu membetulkan motor yang tadi jatuh ,aku duduk di bangku depan warung ,Winda memberiku air mineral ,aku syok sekali dengan kejadian barusan .
"mbak kamu gak papa kan,"Winda mendekat ke arahku dan duduk di sebelahku ,aku tahu Winda pasti menghawatirkan ku .
"mbak gak papa win ,masih syok aja gak percaya apa yang mbak alami barusan ." ujarku sembari meringis menahan sakit di tangan kiri ku .
"kita ke kantor polisi sekarang mbak,nanti bapak yang punya warung mau ikut jadi saksi ." ucap Winda pelan .
aku dan Winda masih duduk di bangku menunggu bapak pemilik warung .
"mbak tunggu sebentar ya istri saya masih dijalan menuju kemari ,kalau dia sudah sampai saya temani ke kantor polisi ." ujar bapak pemilik warung mendekati kami berdua.
aku dan Winda mengangguk ,Winda membeli balsem untuk mengolesi tanganku yang sakit akibat jatuh tadi.
"win , sebaiknya kamu telepon ibu mertuaku dulu kasih kabar ke ibu tentang musibah yang kita alami barusan ." pintaku ke Winda.
"iya mbak sini handphone mu ,"
aku merogoh kantong celanaku,mataku membulat menatap Winda .
"win handphone ku ada didalam tas yang di jambret tadi ." ucapku sambil menatap Winda ,bagaimana ini semua kontak penting ada di handphone yang hilang tadi.
Winda menatapku iba ,dia pasti ikut merasakan kesedihanku .
"aku ada tapi nomor mas Danny mbak ,apa aku hubungi nomor mas Danny .?"
Winda mengambil ponsel di tas nya dan hendak menelpon mas Danny ,tiba tiba ada sebuah motor masuk ke halaman toko dan berhenti di hadapan kami,perempuan bersama anak kecil masuk ke warung,tak lama bapak pemilik warung keluar dan mengajak kami ke kantor polisi .
"ada yang bisa di bantu mbak ,mas ." tanya petugas jaga di Polsek gak jauh dari warung tempat kejadian tadi.
__ADS_1
"kami mau bikin laporan pak,kakak saya barusan tas nya di jambret ."
"mari ikut saya mbak ,polisi yang berjaga didepan membawa kami ke sebuah ruangan ,setelah kami memberikan laporan dan di kuatkan dengan saksi pemilik warung ,kami dipersilahkan pulang nanti dikabari jika ada perkembangan .
sampai di luar kantor polisi aku dan Winda pamit dengan pemilik warung dan memberinya sedikit uang sebagai tanda terimakasih sudah dibantu .
"win kita kerumah sakit sekarang ya ." ajaku ke Winda.winda mengangguk dan segera mengambil motor nya di tempat parkir .
kami berboncengan motor menuju rumah sakit tempat mas danny dirawat .
setelah kami menanyakan ruangan mas Danny ke bagian informasi ,kami berjalan menuju lorong yang menuju ruangan mas danny.
"Winda mengetuk pintu kamar rawat ,ibu mertuaku keluar ,menyuruhku dan Winda masuk,aku berjalan sambil menyangga tangan kiri ku dengan tangan kanan ,tangan kiri ku bengkak membiru rasanya sakit sekali .
"Friska ,Winda silahkan duduk , danny masih belum sadar ,tadi pagi dokter sudah menanyakan kepastian operasi Danny besok .
ibu mertuaku duduk di kursi samping ranjang dan kami duduk di sofa .
"syukurlah akhirnya kamu datang fris,tadi ibu sempat khawatir karena handphone mu gak bisa dihubungi ." ujar ibu cemas .
"iya Bu ,kami baru saja mendapatkan musibah ." ujar Winda mewakili ku bicara .
"musibah apa win,apa ada saudaramu yang sakit,,amori dimana win cucuku sehat kan Winda." ujar ibu mertuaku semakin cemas .
"amori sehat Bu dan keluarga kami juga Alhamdulillah sehat semua ,jadi ceritanya begini Bu,tadi pagi kami berdua ke bank ,mbak Friska menarik uang untuk membantu biaya operasi mas Danny ,pas kami mau ke sini dijalan tas mbak Friska yang ada uang nya dijambret Bu , handphone mbak siska juga ada di dalam tas ." Winda menjelaskan kejadian tadi ke ibu mertuaku .
"ya Allah ,,ibu mertuaku berkali kali menarik nafas berat ,dan aku melihat mata nya berkaca kaca.
"maafkan saya Bu ,seharusnya sudah bisa ngasih uang itu ke ibu tapi kami dapat musibah ,sebelum kemari kami berdua sudah melaporkan kejadian yang menimpa kami ke kantor polisi ." sekarang giliran aku yang bicara .
ibu menangis berulang kali menyeka air matanya dengan sapu tangan,aku kasian sekali melihat ibu ,meskipun beliau pernah menghinaku tapi beliau tetap ibu mertuaku ,yang aku heran dimana Siska dan juga Lina kenapa mereka tega sekali membiarkan ibu sendirian mengurus mas Danny .
"Friska,Gimana nasib Danny ,,dokter sudah memberi batas waktu untuk operasi Danny besok , ibu belum tau dari mana harus mencari uang kekurangannya ." ibu menangis,aku dan Winda mendekat ke ibu dan mencoba menenangkannya .
"sabar Bu,kita berdoa semoga Allah kasih jalan keluar ,ibu coba bicara lagi sama Siska mungkin ada solusi nya .ujarku memberikan saran ke ibu.
"ibu sudah berulang kali minta tolong ke Siska tapi dia menolak fris,dia hanya mau bantu separuh dari biaya operasi." jawab ibu masih sesenggukan .
"sore ini ibu harus menemui dokter Ridwan karena besok Danny harus di operasi ,ibu mau menggadaikan rumah fris kamu bantu ibu cari orang yang mau gadai rumah ibu ya ." pinta ibu ke padaku .
aku kaget mendengar ucapan ibu ,jika rumah ibu digadai mereka mau tinggal dimana ,apalagi kondisi mas Danny seperti ini ,pasca operasi pasti mas Danny masih butuh perawatan .
"tidak ada jalan lain fris,yoga sama Lina gak bisa diandalkan ,Siska juga sudah gak bisa di mintai tolong ,ibu minta kamu mau bantu ibu ya fris ,maafkan ibu pernah menghinamu ,tolong bantu ibu fris." ibu memohon padaku .
aku dan Winda pamit ke ibu,kami akan kerumah ibu untuk mengambil gambar rumah ibu dan menawarkan ke orang orang yang mau menggadai rumahnya .
Winda sudah selesai mengambil gambar rumah bagian belakang ,dilanjutkan bagian dalam rumah ibu ,aku gak melihat Lina dirumah salon nya juga ditutup ,entahlah kemana Lina dan Siska disaat ibu dan mas Danny membutuhkan mereka pergi entah kemana .
sampai dirumah kami menceritakan kejadian pen jambretan tadi ,ibu sangat sedih mendengarnya tapi ibu tetap menasehatiku untuk ikhlas atas cobaan yang Allah berikan ke padaku .
"mbak sudah aku posting di semua media sosial Ku tapi belum ada yang merespon nih," ujar Winda saat kami duduk diruang tengah .
"Kita tunggu saja win ,siapa tau kita di beri kemudahan untuk bantu ibu mertuaku ." jawabku .
Tring....Tring...
ponsel Winda berdering ,Winda mengambilnya dari atas meja .
{halo..dengan siapa ini }
aku gak bisa mendengar suara di seberang telepon sana.
{iya saya adiknya ,,,oh pernah kerumah ibu saya ,apa mau bicara sama mbak Friska }
aku menatap Winda ,dia memberiku isyarat agar menerima telepon dari nya .
{hallo ini siapa .}
(lupa ya ,aku Hendri nomor kamu gak aktif jadi aku telepon Winda adikmu }
{kok kamu bisa tau nomor Winda ?" }
{ tadi pas buka fac**b*ok aku lihat kamu di tag di statusnya Winda ,Oya itu rumah yang mau di gadai bukanya rumah mertuamu fris,disamping rumahku Kan .?}
{iya hen ,suamiku Danny dapat musibah dan harus segera di operasi besok.,ibu mertuaku kekurangan uang }
{oh gitu ...mau di gadai berapa kebetulan adiku yang baru nikah butuh rumah yang bisa buat usaha juga ,kayaknya pas fris}
__ADS_1
{ oh gitu ya hen tapi kami butuh uangnya sore ini Hen karena besok mas Danny harus di operasi .}
{ gak masalah fris ,insyaallah Adi ku uangnya siap ,nanti aku kasih kontak mu ke adiku ya biar bisa ngobrol langsung.}
{kasih nomor Winda aja hen , handphone ku hilang belum sempet beli lagi }
{ya udah kalau gitu aku hubungi adik ku dulu ya ,nanti aku kabari kamu }
aku mematikan panggilan telepon dan memberikan ponsel ke winda .
"mbak tadi itu siapa sih ,katanya pernah datang kesini ." tanya Winda .
"itu Hendri ,yang mbak kenal waktu pulang bareng dari Taiwan." ujarku .
"emang beneran pernah kesini mbak ."
"iya waktu itu dia bikin skck di polres terus mampir kesini ,kenapa kamu naksir ya ." aku meledek Winda ,wajahnya seketika memerah .
"orangnya ganteng si mbak badanya juga bagus tinggi ,tapi dia kayak nya naksir sama kamu deh mbak." gantian Winda meledek ku .
"macam macam aja kamu win ,mana mungkin lah dia naksir sama mbak ,mbak kan masih punya suami ." sanggah ku .
ponsel Winda kembali berdering ,Winda menyuruh ku mengangkat nya .
{hallo }
{mbak saya adiknya mas hendri katanya mbak mau gadai rumah ya ,kalau boleh saya kerumah mbak mau lihat rumahnya dan harga nya }
{bisa mbak nanti saya kirim alamat nya ya }
{ok saya tunggu ya mbak}
aku langsung menghubungi ibu mertuaku menyuruhnya pulang karena ada orang yang mau melihat rumah ibu , ibu pun menyanggupinya .
aku sudah mengirimkan alamat rumah ibu ke adiknya Hendri ,setengah jam lagi dia akan datang ke rumah ibu .
aku dan Winda sampai dirumah ibu mertua ,sebenarnya tanganku terasa semakin sakit tapi aku tetap pergi ke rumah ibu untuk menemui adiknya Hendri .
aku dan Winda membuka pintu rumah ibu dan duduk diruang tamu ,ibu lagi diperjalanan dan adiknya Hendri sebentar lagi sampai .
aku melihat sebuah motor memasuki halaman rumah ibu ,dan seorang laki laki dan perempuan turun dari motor berjalan ke rumah ibu .
"assalamualaikum." sapa mereka .
"walaikumsalam." jawabku sembari berjalan ke arah pintu ,Winda sedang kebelakang .aku memperkenalkan diri dan mereka pun menyebut.nama mereka ,Desi dan Arman dan ternyata mereka suami istri ,Desi adiknya Hendri .
kami duduk diruang tamu ,Winda keluar membawakan teh manis dan aku mempersilahkan mereka untuk minum .
"kamarnya ada berapa mbak ." tanya Desi mengawali obrolan .
"ada tiga Des ." jawabku .
Desi minta ijin melihat lihat bagian dalam rumah ,Winda aku suruh menemani ,aku dan Arman masih diruang tamu .ibu datang diantar ojek ,dan langsung masuk kerumah setelah memberi salam .
Winda datang ke ruang tamu dengan Desi dan kami ngobrol bersama ,ibu sudah menjelaskan tentang harga gadai rumah dan jangka waktu yang ibu tawarkan .harga sudah disepakati seratus juta digadai selama satu tahun ,dan jika dalam waktu satu tahun ibu belum bisa mengembalikan uang Desi maka Desi akan membeli rumah ibu dengan menambah uang seratus lima puluh juta .
Desi dan suaminya menyetujui dan memberikan sejumlah uang sesuai kesepakatan ,sebelumnya aku menyuruh Winda membuat surat perjanjian di atas kertas folio atas arahan ibu ,setelah ditanda tangani ibu menyerahkan sertifikat rumah ke Desi ,dan mereka pamit pulang .
"Alhamdulillah makasih Friska ,Winda kalian sudah bantu ibu ." ujar ibu sambil menyeka butiran air disudut matanya .
"iya Bu kami senang bisa bantu ibu ,ibu jangan sedih lagi ya mas Danny sudah bisa operasi besok ." ujarku .
"ini ada kelebihan dua puluh lima juta fris,buat kamu meskipun jumlahnya jauh dari uang kamu yang hilang tapi bisa untuk keperluan kamu dan amori ." ucap ibu sambil menyodorkan tiga gepok uang ke padaku .
"gak usah Bu ,ibu simpan saja uangnya setelah operasi mas Danny masih butuh perawatan ,dan untuk biaya hidup ibu ."
ibu merangkul ku sambil menangis ,aku pun ikut menangis ,dulu ibu mertua ku begitu sayang padaku ,setelah ada Siska ibu berubah ,tapi aku tahu ibu orang yang baik ,mungkin karena ke adaan yang membuat ibu berubah .
"ibu gak tau fris mau tinggal dimana,semoga Siska mau menerima ibu dan Danny tinggal dirumahnya .ujar ibu sedih .
ibu melepaskan rangkulannya ,masih terisak ,aku mengambil tisu ku berikan ke ibu .
"oh iya Bu apa Lina sudah tau kalau rumah ibu digadai." tanyaku .
"sudah fris ,Lina sedang diluar kota ada urusan penting katanya, dia cuma pesan peralatan salon nya di bawa kerumah Siska .
aku dan Winda pamit ke ibu karena sudah sore dan ibu juga harus kerumah sakit .
__ADS_1
••••••••••••••••••
bersambung