Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.6 memulai usaha baru


__ADS_3

aku masih di kamar membereskan tempat tidur,,menyusun bajuku dan baju amori yang baru aku setrika ke dalam lemari.


aku masih terngiang ucapan mas Andre kakak nya Siska ,sepertinya dia menertawakan ku yang harus siap menghadapi sikap Siska yang kekanak kanakan.


apakah aku terlalu bodoh hingga membiarkan diriku diremehkan orang lain.


aku tidak bisa berdiam diri,aku harus menjadikan diriku kuat dan di hormati.


mungkin dengan aku punya usaha dan berpenghasilan sendiri aku bisa hidup mandiri tanpa harus ada drama meratapi diriku yang harus rela bersanding dengan madu ku.


mas Danny masuk ke kamar,aku diam tak beranjak dari posisiku yang sedang merapikan pakaian.


"fris,kamu lihat kaos hitam ku yang di cuci kemarin gak." mas Danny mendekatiku .


"cari aja tuh dikeranjang." aku menunjuk keranjang di pojok kamar.


"kamu kenapa fris,." mas Danny menatapku.


"kamu senang kan mas aku di tertawakan kakak nya Siska." jawabku ketus.


"maksudmu apa fris," tanya mas Danny dengan wajah bingung.


"mas Andrew kakak nya Siska bilang jika namaku dan Siska mirip dan kami berjodoh menjadi madu.,apa itu bukan mengejek namanya mas." dengan wajah kesal aku menatap mas Danny


"ya ampun fris,mungkin mas Andre bercanda gak bermaksud menghinamu." bela mas Danny.


"oh begitu penilainmu jadi menurut kamu wajar gitu mereka memperlakukan aku seperti itu."


"kamu yang sabar fris,jangan kebawa emosi."mas Danny menenangkanku


"gak semudah yang kamu bayangkan mas,kamu fikir hatiku terbuat dari batu hah yang diam saja saat diinjak.*" sahutku kesal .


brak...


aku membanting pintu lemari pakaian dan menggendong amori keluar.


diruang tengah seperti biasa aku melihat Siska santai menonton televisi.


"heh tuan putri,apa gak bosan tiap hari kamu nongkrong di depan televisi,lihat tuh suamimu sibuk cari baju,di urusin dikit kenapa." aku bicara dihadapan siska.


"mas Danny kan bukan anak kecil dia bisa cari sendiri,aku capek habis cuci piring ."timpalnya .


"kamu cuci piring cuma bekas makan mu saja bilang capek, dari masak nyapu ngepel lantai semua yang ngerjain mas Danny ." ujarku sewot.


sok ke capek an cuma cuci piring satu.


"kamu juga kerjamu cuma keluyuran gak jelas,dah deh jangan terlalu sok berkuasa,toh mas Danny gak masalah karena aku lagi hamil." bibirnya mencibir .


"dasar perempuan gak tau diri." berlagak seperti tuan putri .


"sudah lah fris,jangan marah marah terus,Siska begitu mungkin bawaan bayi." mas Danny melerai kami.


"apa bawaan bayi, dasar orangnya saja yang gak punya otak,sudah numpang tapi gak tahu diri." jawabku jengkel.


"Friska,sudah berapa kali ibu bilang jangan bilang Siska numpang disini,ini rumah masih hak Danny karena tanah yang ditempati atas pemberianku,kalau kami gak suka pergi saja dari sini." ibu tetiba muncul dan membela Siska.


"jadi ibu mau aku yang keluar dari rumah sini,baik Bu tapi kembalikan uang ku yang sudah aku keluarkan untuk membangun rumah ini,maka aku akan pergi dari sini."jawabku kesal.


"kamu yang memulai cari masalah fris,sudah ibu bilang bersabarlah menghadapi Siska usianya jauh lebih muda dari kamu dan dia lagi hamil muda tentu bawaannya sensitif ." ujar ibu .


kulihat mas danny hanya diam,mungkin dilema baginya menghadapai perdebatan ku dengan ibu,,dari dulu kamu terlalu lemah mas gak berani mengambil keputusan .


apa gunanya aku punya suami kalau gak melindungiku.


"saya gak mau berdebat Bu, sebaiknya rumah ini di jual saja dan hasilnya di bagi dua dengan ibu."aku mencoba memberanikan diri .


"Danny gimana menurutmu,apa kamu setuju dengan permintaan Siska , ibu berpaling ke mas Danny.


"nanti aku bicarakan dulu dengan Friska Bu." sahut mas Danny


"ajari istrimu untuk bersikap sopan sama orang tua dan,jangan mentang-mentang pernah punya jasa mau seenaknya saja kalau ngomong." ibu masih terlihat emosi.


aku beranjak dari kursi dan menggendong amori masuk ke kamar.gak ada gunanya meladeni ibu mertua karena dia tetap membela Siska.


tapi aku gak akan merubah pendirianku,aku tetap memininta uang ku dikembalikan.


amori diam di pangkuanku dia seperti ikut merasakan masalah yang sedang aku hadapi.


drttt....drtttt...


ada panggilan masuk,kulihat layar ponsel Winda menelfon .


"hallo,ya win." sapa ku.


"mbak kok suaramu kayak lagi sedih sih,kamu kenapa." Winda seakan mengerti perasaanku.


"aku habis ribut sama ibu nya mas Danny win." jawabku sedih .


"ada apa lagi mbak." cerita dong ke aku biar mbak gak merasakan sedih sendirian ." ujar Winda.


"nanti kalau mbak kerumah ibu mbak ceritain win." jawabku.


"Oya mbak, besok kita jadi kejakarta gak ."


"harus jadi win,mbak juga sudah pesan travel besok jam lima sore kita berangkat ya."

__ADS_1


"ok mbak,amori titip sama ibu aja mbak,biar ibu tutup warung dulu sampai kita pulang."


"iya win, mbak juga mikir nya gitu."


"ya sudah mbak aku mau siap siap kuliah ,jangan sedih lagi ya mbak ku sayang ." Winda menghiburku.


itulah Winda dari dulu dia adik dan sekaligus sahabat terbaikku .


usia kami hanya terpaut dua tahun,dari kecil kita selalu bersama,,saling menyayangi.


mas Danny masuk kekamar .ke betulan aku mau ngomong sekalian kalau aku besok .aku pergi ke Jakarta .


"fris,kamu masih marah ya,mas Danny duduk disampingku .


"menurutmu ?"


"maafkan ibu ya,sebenarnya ibu gak bermaksud mengungkit masalah tanah karena itu memang sudah di berikan ke padaku,aku minta kamu sabar menghadapi ibu,jangan terpancing emosi ." ucap mas Danny


"kamu tahu kan mas aku pergi ke luar negri awal tujuanku mau merubah kehidupan kita,waktu itu kamu pengangguran dan kita numpang di rumah ibu." bahkan aku menanggung biaya hidup keluargamu selama aku bekerja ."


"tapi apa balasan yang aku terima,kamu selingkuh dan menikah dengan Siska tanpa restu dariku,masih untung aku gak tuntut kamu mas."


mas Danny menunduk gak berani menatap wajahku.


"dan kamu dengan seenaknya membawa masuk Siska kerumah yang susah payah aku bangun, aku masih terima mencoba untuk sabar,tapi kelakuan istri muda mu sudah kelewatan,gak pernah mau menghormati Ku.


"maafkan aku fris,aku salah tapi aku gak punya kemampuan melawan ibu ,,dan keluarga Siska, aku sudah menandatangani perjanjian saat mau menikah dengan Siska fris." kali ini mas Danny menatapku sedih .


"perjanjian apa." tanyaku heran


"dalam perjanjian setelah aku menikah dengan Siska aku akan membawa Siska tinggal serumah denganmu dan memperlakukan Siska sama dengan mu tidak boleh membeda beda kan.


"di perjanjian juga tertulis Siska tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah karena itu tugas nya pembantu bukan istri ,dan jika kamu memilih untuk bercerai aku harus menikahi Siska secara resmi dalam hukum agama dan negara.


"tertulis juga jatah bulanan yang harus aku berikan ke siska harus sama dengan mu,tapi jika kamu meninggalkan rumah uangku semua harus di serahkan ke siska ." mas Danny terlihat tertekan.


"kamu mau mas menandatangani perjanjian yang menguntungkan sebelah pihak,? licik sekali keluarga Siska .


"aku gak punya pilihan fris,orang tua Siska memaksaku dan mas Andre mengancam ku jika aku tidak mau mengikuti keinginan mereka."ujarnya.


"apakah ibu membela Siska karena takut dengan keluarga Siska mas." tanyaku ke mas Danny.


"salah satunya itu fris,,Siska pandai mengambil hati ibu ,,makanya ibu sayang sama Siska.


aku diam mencoba menenangkan hatiku yang terkoyak,satu sisi aku disini merasa tidak dihargai tapi untuk pergi dari sini aku belum punya kekuatan .


ya Allah semoga engkau selalu memberiku kesabaran dan ke iklasan.


"aku ke bengkel dulu ya."mas Danny berdiri mau keluar kamar.


"mas tunggu," aku mau ngomong.


"ada apa fris,"


"aku besok sore mau kejakarta."sahutku.


"kejakarta, mau ngapain."tanya mas Danny.


"aku mau buka usaha,jual pakaian dan mau belanja kejakarta sama Winda." amori biar sama ibu aja dulu sampai aku pulang."


"kamu mau jualan baju fris,jualan dimana


" mas Danny sedikit kaget mendengarnya


"aku sudah nyewa toko di dekat mall, sepulang dari Jakarta aku akan mulai buka toko,,nanti Winda yang mau bantuin aku." aku menjelaskan ke mas Danny."


"oh gitu,"sahut mas Danny.


aku harus mandiri mas biar aku dihargai oleh ibumu.aku juga Harus memikirkan masa depan amori.


"fris,aku juga lagi bingung,bengkel sekarang sepi dan steam motor hanya beberapa saja yang datang,karena ada yang buka bengkel besar di dekat pertigaan dan steam motor salju.," mas Danny mengeluhkan usahanya.


"aku bingung membagi nya buat mu dan Siska, mungkin ada satu pekerja nanti aku berhentikan,gak sanggup gaji nya." ucap mas Danny.


"kamu kan pernah kerja jadi marketing di showroom mas seharusnya kamu lebih tau gimana caranya agar usaha mu lebih maju."


"iya fris,cuma kebentur sama modal,,pengeluaran banyak buat periksa kandungan Siska dan bulan ini aku harus ngasih jatah buat kamu,aku bingung mengelolanya fris,."curhat mas Danny .


aku bisa mengambil kesimpulan,sepertinya mas Danny butuh modal dan hendak meminta padaku tapi dia gak berani ,gak lah aku sudah putuskan uangku mau buat modal usaha toko bajuku .


•••••••••••••••


aku sedang memakaikan baju amori karena mau aku bawa kerumah ibu,sore ini aku dan Winda mau ke Jakarta belanja baju.


"mas,,Ayuk cepetan anterin aku ke dokter,perutku kram nih." aku mendengar teriakan Siska diluar.


"nanti tunggu Lina pulang sis aku mau pinjam motornya." jawab mas Danny .


Lina adik bungsu mas Danny yang bekerja sebagai Karyawan mall di kota kecamatan.


"loh emang motor kita kenapa,? rusak ? " masih kudengar suara Siska teriak.


"motor mau dipake Friska kerumah ibunya ,kita tunggu Lina saja ,bentar lagi juga pulang." timpal mas Danny.


aku keluar menggendong amori ,melewati Siska yang duduk di ruang tengah.

__ADS_1


"heh,ke siniin kunci motor,mas Danny mau nganterin aku ke dokter." Siska berdiri menghalangi langkahku.


"emang itu motor siapa,?" tanyaku menatap tajam wajahnya.


"motor mas Danny ,dia.yang beli." jawab Siska .


"bagus kalau kamu tahu." aku melangkah menuju pintu depan.


"aku mau periksa kedokter kamu denger gak sih." Siska menarik tas selempangku ,aku kaget dan hampir jatuh jika tidak berpegangan pintu.


mas Danny berlari memegangi ku dan mengambil amori dari gendonganku.


"Siska kamu apa apaan sih ,hampir saja Friska sama amori jatuh."


"salah sendiri aku minta kunci motor baik baik dia gak mau kasih ,malah pergi aja."Siska membela diri.


aku melepaskan tangan ku yang di pegang mas danny.


plak..


geram aku tampar wajah Siska.


"aww...sakit,Siska memegang pipinya .dan hendak membalas menamparku.


"kurang ajar kamu berani menamparku.


mas Danny menahan tangan Siska dan menarik tubuhnya ke belakang.


"sudah sudah hentikan."


ya Tuhan kalian bisa gak sih gak ribut tiap hari ." mas Danny menjambak rambutnya sambil jongkok.


"dia yang mulai duluan mas," Siska menunjuk wajahku.


amori menangis menarik ujung bajuku,


"mama kerumah nenek Moli takut."


aku gendong amori dan melangkah keluar,tak ku perdulikan teriakan siska.aku menjalankan motor kerumah ibu.


sampai dirumah ibu Winda sudah menunggu di depan teras.


"mbak kok amori kayak habis nangis kenapa." tanya Winda.


"dia ketakutan lihat aku berantem sama Siska ." jawabku sembari duduk dikursi teras.


"kamu kenapa lagi fris,ribut sama Siska." ibu sudah berdiri di belakangku .


"sikap siska semakin keterlaluan Bu,aku gak bisa kalau harus diam menghadapi dia." sahutku.


"sabar fris,jangan semua masalah di lawan dengan emosi,nanti kamu akan capek sendiri ,,berusahalah untuk ikhlas dan bersabar, suatu saat Siska pasti akan menerimamu dan menghormatimu ."


ibu dari dulu selalu mengajari kami untuk bersikap lembut dan penyabar ,tapi apa aku bisa bersabar menghadapi Siska ..


"ya gak bisa gitu lah Bu ,mbak Friska juga pasti akan baik sama siska kalau dia nya juga baik." Winda membelaku .


habis shalat magrib aku dan Winda pamitan sama ibu ,travel sudah menunggu dihalaman rumah ibu,malam ini aku meminta mbak wanti menginap dirumah menemani ibu dan amori.


travel yang kami tumpangi berangkat ke Jakarta,,jam empat subuh kami sampai Jakarta,aku dan Winda menyewa penginapan sederhana buat istirahat dan membersihkan diri .


jam sepuluh pagi aku dan Winda berangkat naik taxi online menuju tempat grosir baju gamis sesuai alamat dari Winda.


ternyata toko nya bukan di pasar tapi di perumahan bilangan Utara Jakarta.


rumah yang sangat besar dan penuh dengan baju baju dagangan .


kami diterima langsung sama owner grosir,seorang perempuan cantik berhijab usia nya sekitar empat puluhan tahun.


orangnya sangat ramah dan baik hati.namanya bu Yessi.


setelah melihat lihat gambar baju di album foto akhirnya disepakati harganya,dan aku mengambil lima bal gamis dan satu bal hijab lengkap dengan manikin.


aku segera mentransfer uang sejumlah dua puluh juta rupiah .


Bu yessi memberikan kuitansi pembayaran .


kami tidak diijinkan langsung pulang ,tapi diajak makan siang dirumah Bu Yesi.


selesai makan siang kami ngobrol di ruang tengah.


"makasih banyak ya Bu Yesi atas sambutanya yang sangat baik." aku memulai pembicaraan .


"iya Friska,saya senang kedatangan konsumen baru.apalagi saya lihat kamu semangat sekali,semoga sukse ya." Bu Yesi menjawab ramah.


"ini kartu nama saya ,untuk pemesanan selanjutnya kamu langsung hubungi saya saja ,nanti kami kirimkan barangnya baru kamu bayar." ujar Bu Yesi tersenyum .


"baik Bu,mungkin kami permisi dulu, nanti pasti saya hubungi ibu."


aku dan Winda berpamitan pulang ke penginapan menunggu travel menjemput .


barang sedang di kemas dan akan dikirimkan melalui ekspedisi.


ada rasa bahagia aku mau punya usaha sendiri,ya Allah semoga usaha ku membuahkan berkah buatku dan keluargaku.


amin

__ADS_1


••••••••••••••


bersambung


__ADS_2