Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab. 55 membuka semua permasalahan


__ADS_3

POV Hendri


POV .Friska


************


Friska akhirnya menceritakan semua yang terjadi setelah kepergian ku ,bapak meninggal dunia dan ibu sempat depresi ,karena Friska sedang hamil ibu memilih tinggal dirumah Desi karena tidak mau merepotkan Friska .


seperti yang aku dengar dari obrolan Nanik dan Tono,uang Friska ratusan juta di curi mereka ,Friska harus menjual mobil untuk menutupi hutang nya dan sekarang toko Friska tutup karena tidak punya modal dan tidak sanggup lagi membayar karyawan .


ditambah dengan beban yang di hadapi Friska karena tuntutan jamaah umrah yang karena tidak jadi berangkat sesuai jadwal ,Friska kehilangan rumah yang dia beli dengan keringatnya .aku benar benar merasa sangat bersalah ,ternyata kepergian ku meninggalkan beban yang harus ditanggung Friska seorang diri.


hari ini aku meminta Friska mengantarku ke rumah sakit ,aku mau memeriksakan kaki ku yang sampai saat ini masih belum bisa di gerakan .


sampai dirumah sakit kita menuju ke ruangan dokter Syaraf,setelah konsultasi dokter malakukan pemeriksaan .


"pak Hendri ,waktu pinggang bapak terkena tembakan ,ada urat syaraf kaki yang rusak dan syaraf di tulang ekor juga mengalami kerusakan ,saran saya bapak harus di operasi untuk memperbaiki syaraf kaki dan tukang ekor ."


penjelasan dari dokter membuat Friska terlihat kebingungan ,aku sangat paham pasti Friska memikirkan biaya operasi yang pasti tidak sedikit .


"kira kira jika sudah di operasi apakah say bisa kembali berjalan dok ."tanyaku serius .


"kemungkinan besar masih bisa jalan pak , karena kerusakan nya belum parah ,tapi harus segera pak ,karena tidak segera di operasi dikhawatirkan urat syaraf yang lainya akan ikut rusak karena menahan beban saat bapak memaksa untuk bergerak ." dokter dihadapanku tersenyum memberi semangat .


"tanyakan biaya nya berapa mas." Friska berbisik di telinga ku .


"untuk biaya operasinya sampai berapa pak ." ujarku sangat ingin tahu .


"tidak terlalu mahal pak ,sekitar 50 juta ." jawab dokter di hadapanku .


aku menoleh ke arah Friska ,aku tahu pasti Friska bingung memikirkan ucapan dokter mengenai biaya .


"baik dok ,saya akan mencari biaya untuk operasi ,jika sudah siap kita akan kabari dokter ." ujarku .


aku dan Friska pamit ,,Friska sudah membelikan kursi roda bekas untuk ku,kasian sekali istriku sedang hamil harus merawat ku juga .


"mas,apa nggak sebaiknya sekarang kita ke bank untuk melaporkan kartu ATM mu yang hilang ." ucap Friska sambil mendorong kursi roda ke pintu depan rumah sakit.


"jujur fris ,yang uang yang ada di ATM ku itu uang pribadiku yang jumlahnya tidak seberapa,,uang kantor semua Anjar yang pegang ,sebelum aku berangkat aku mempercayakan semua keuangan kepada nya ,tapi kamu bilang dia sudah berhenti bekerja saat jamaah umrah mulai komplain ." ucapan ku membuat friska terkejut .


"ya Allah mas,jangan jangan Anjar membawa kabur uang kantor ,menurut duroh handphone nya sudah tidak aktif ." ujar Friska cemas .


"sekarang kita ke kantor dulu ya fris,aku mau ngecek semua laporan dan minta keterangan dari duroh ." aku pun sama cemas nya seperti Friska .


tak lama taxi yang dipesan friska datang ,aku masuk kedalam taxi di bantu sopir ,Friska duduk disampingku ,mobil melaju meninggalkan rumah sakit .


sampai dikantor Friska mendorongku memasuki ruangan ku ,duroh masuk memberikan laptop yang aku minta .


aku mulai fokus di layar laptop membuka email dan laporan keuangan ,di email ada beberapa laporan bahwa tiket penerbangan jamaah yang sudah aku pesan berhasil di refund dan sudah masuk ke rekening Anjar Prawita .


deg


ternyata Anjar sudah me refund tiket dan masuk ke rekeningnya,,aku buka m banking lewat internet ada keterangan uang keluar dan semua ke rekening Anjar ,ya tuhan benar dugaan Friska Anjar telah menggelapkan uang kantor.


"kenapa mas,wajahmu pucat sekali ." tanya Friska mendekati ku .


"dugaan kamu benar fris ,Anjar telah memindahkan semua uang jamaah ke rekeningnya ,,sekarang temani aku ke kantor polisi ya fris ." aku segera mematikan laptop dan duduk dikursi roda dibantu Friska .


"duroh ,,apa selama ini kamu masih komunikasi sama Anjar ." tanyaku saat keluar dari ruangan .

__ADS_1


"tidak pak ,sejak dia keluar dari sini handphone nya tidak aktif lagi ,saya juga sempat kerumahnya untuk minta data jamaah karena saya tidak tahu pasword laptop Anjar ,kata orang tuanya Anjar tidak pernah pulang kerumah sudah lama ." ucap duroh menjelaskan .


penjelasan duroh semakin meyakinkan ku bahwa Anjar sudah korupsi dan menipu ku habis habisan ,padahal saat aku terima bekerja dulu karena kasian melihat keadaan keluarganya yang miskin ,aku sempat menyelidiki latar belakang Anjar sebelum menerima nya bekerja dengan ku.


sekarang aku tidak akan mengasihani nya lagi ,dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya.


"ayok mas taxi sudah didepan ." Friska mendorong kursi roda menuju ke taxi di depan kantor .


sampai dikantor polisi aku langsung memberikan laporan atas penipuan dan penggelapan yang di lakukan anjar,dan polisi berjanji akan mencari ke beradaan Anjar tapi pihak kepolisian juga meminta ku untuk segera menyelesaikan masalah tuntutan para jamaah yang belum di selesaikan ke seluruhanya .


aku menatap wajah istriku yang sudah teramat lelah ,aku sudah tidak punya apa apa lagi hanya rumah yang aku beli dari mas Dany dulu harta yang aku punya ,apakah harus terjual juga untuk mengembalikan uang jamaah .


Friska dengan sabar mendorongku keluar dari kantor polisi ,,kami kembali menaiki taxi pulang ke rumah ibu .


********


POV .Friska


mendengar penjelasan dari mas Hendri bahwa uang kantor semuanya di bawa kabur oleh Anjar ,seketika badan ku lemas ,aku sudah berjanji waktu itu ke jamaah untuk sisa pengembalian uang mereka akan di selesaikan saat mas Hendri kembali .


tapi semua sudah tidak ada lagi ,bahkan untuk biaya operasi kaki mas Hendri aku belum tahu dapat dari mana ,semua perhiasanku sudah aku jual untuk memenuhi kebutuhan keluarga ,bahkan aku pernah menggunakan uang Winda yang dikirim buat ibu untuk membayar sekolah amori .


Rani sudah berhenti bekerja karena aku tidak sanggup lagi membayar ,toko sudah tutup semua karena tidak ada modal lagi ,aku menjual sisa baju toko dengan harga murah untuk menutupi kekurangan pembelian paket krim kecantikan ke member .


saat ini ke adaan keluarga ku benar benar terpuruk,aku juga sudah di keluarkan dari distributor produk kecantikan dan diambil alih oleh kawan mbak atifa .


Tring....Tring...


ponselku berbunyi ,aku mengambil dari atas nakas dan mengangkatnya.


{hallo mbak ,lagi ngapain." }


{lagi di rumah win ,kamu gimana kabarnya ,kapan pulang }


{hah..kamu merawat bayi ,kalian kan belum menikah ,jangan bilang kamu sudah tinggal serumah sama pacarmu win ,apa kata ibu jika tahu hal ini ,pasti kecewa sekali ,,oh iya emang bayi siapa win }


{his ...tenang aja mbak ,nggak mungkin kan aku tinggal serumah sebelum nikah ,aku merawatnya jika pulang kerja kata pacarku biar dekat ikatan bathinku dengan bayi ini ,karena nantinya aku akan menjadi ibu nya }


{oh gitu ...eh tadi kamu belum jelasin itu bayi siapa .}


{bayi Siska mbak dia melahirkan di penjara, kebetulan dia satu ruangan dengan mantan istri pacarku mbak }


{argh...apa aku nggak salah dengar win ,kamu akan menjadi ibu dari anaknya Siska ,terus kapan rencana kamu menikah }


{Minggu depan ,mas Irfan mau melamar ku mbak dan bukan depan kita akan menikah ,doakan ya mbak biar semuanya lancar .}


{iya win,mbak pasti doain yang terbaik buat kamu }


{ya sudah ya mbak aku mau lanjut kerja lagi ,mbak sehat sehat ya disana ,jaga keponakan ku .}


aku mematikan ponselku dan meletakan dia atas kasur ,rasanya masih nggak percaya Winda akan menjadi ibu dari anaknya Siska ,lantas kemana suami Siska kenapa bukan dia yang merawat bayi yang dilahirkan Siska .


"mas ,,aku bingung kita mau kembalikan uang jamaah dari mana ,,setelah kamu lapor polisi pasti polisi akan memberi tahu jamaah yang sudah melaporkan kamu ,bahwa kamu sudah kembali .


"harga yang aku punya tinggal rumah yang sekarang di kontrakan fris , apa aku harus menjual rumah itu ." mas Hendri balik menanyaiku.


"nggak ada pilihan lain mas ,ya sudah di jual saja ,setelah masalah ini selesai kita mulai usaha dari nol , tidak lama lagi aku akan melahirkan pasti butuh biaya ." aku menelan ludah yang terasa pahit .


"sabar ya fris,aku minta maaf belum sempat membahagiakan kamu tapi malah membebani kamu dengan banyak masalah ." mas Hendri meraih tanganku dan menggenggamnya erat .

__ADS_1


aku bisa merasakan kesedihan mas Hendri ,,sebelum aku menikah dengannya hidupku sangat bahagia tidak kekurangan materi ,semua usaha yang aku tekuni lancar ,setelah menikah ujian datang silih berganti tapi aku harus sabar dan ikhlas menjalani ketetapan dari Tuhan .


malam ini mas Hendri ingin menumpahkan kerinduan nya yang sudah tertahan beberapa lama ,,semangatnya masih sama seperti dulu meskipun kaki nya masih belum berfungsi dengan normal ,,dengan kegigihannya dia berhasil menuntaskan kewajiban nya memenuhi nafkah bathin ku .


mas Hendri bangun lalu melilitkan handuk ke tubuhnya,naik ke kursi roda lalu mendorong nya ke kamar mandi ,,yang ada di dekat dapur ,di rumah ibu kamar mandi hanya satu dan di pakai bersama .


"arrggg ,....tolong ....Friska ...tolong ."


aku bergegas turun dari ranjang menyambar daster diatas tempat tidur dan melangkah cepat ke kamar mandi .


"mas..kamu kenapa ." aku menggedor pintu kamar mandi memanggil mas Hendri .


"to...Lo....Ng....fris.." suara mas Hendri pelan sekali seperti tercekat di tenggorokan .


"ada apa fris ,,tadi siapa yang minta tolong ." ibu keluar dari kamarnya dengan mata yang masih ngantuk .


"mas Hendri Bu ,aku sudah memanggilnya dia belum bukain pintu ." ujarku panik .


"tolong...,


ibu berlari ke arah dapur dan kembali membawa obeng ,,ibu mencongkel pengait besi yang ada di pintu kamar mandi ,, akhirnya kamar mandi bisa dibuka .


"mas..kamu kenapa ."


mas Hendri tersungkur ke lantai dari mulutnya mengeluarkan darah ,handuk yang melilit tubuhnya sudah terlepas dan banyak darah .


aku segera mengambil handuk di kamar dan menutup tubuh mas Hendri ,dengan dibantu ibu kami mengangkat mas Hendri ke kamar dan menidurkanya diatas ranjang .


mas Hendri tidak pingsan tapi matanya melebar seperti tengah merasa ketakutan .di lehernya ada bekas lebam membiru .


"mas ,kamu jatuh dikamar mandi.?"


mas Hendri tidak menjawab hanya menggelengkan kepala ,Matanya masih menatap ku tapi pandanganya kosong .


"fris ,,sebaiknya kamu hubungi om Rahman minta dia kesini melihat kondisi Hendri ." ujar ibu dan aku pun segera menelpon om Rahman .


sepuluh menit kemudian om Rahman datang bersama ustad muhjid dan langsung menuju kamar ku untuk melihat mas Hendri .


"ustad muhjid duduk di tepi ranjang dan membaca doa doa ,,lalu meniup ubun ubun mas Hendri ,perlahan pandangan mas Hendri mulai biasa dan badanya sudah hangat ,tadi dingin sekali setelah keluar dari kamar mandi .


"suami saya kenapa pak ustad ." tanya ku penasaran .


"suami mbak Friska di ganggu arwah yang mati penasaran ,arwah itu mengatakan bahwa suami mbak lah yang menyebabkan dia meninggal ." ucap ustad muhjid ,tangan nya mengusap wajah mas Hendri .


aku dan ibu sontak terkejut mendengar penjelasan ustad muhjid ,,tak berapa lama mas Hendri sudah bisa duduk dan mengatur nafas nya .


"kejadian tadi sangat menakutkan pak ustad,arwah itu datang dan mencekik leher ku ,mulutku di benturkan ke closet saat Friska memanggil manggil nama ku .


"siapa arwah itu mas ." aku mendekat dan duduk di kursi samping ranjang .


mas Hendri tidak langsung menjawab ,bibir nya bergetar dan sedikit membiru ,,dia menatapku lekat seperti akan mengucapkan sesuatu tapi ada perasaan takut .


"siapa mas ,apa kamu mengenalnya ." tanyaku lagi ,jujur aku sangat penasaran .


"arwah itu ...Tono ,dia meninggal diatas ranjang bersama adik nya Nanik ,saat berada di markas gunung Pinus ."


deg


aku kaget sekali dengan ucapan mas Hendri ,ibu dan yang lainya pun menatap ke arah mas Hendri .

__ADS_1


om Rahman seperti nya ingin menanyakan lebih jauh mengenai apa yang sudah menimpa suamiku saat mas Hendri pergi ke gunung Pinus ,,tapi kondisi nya masih belum stabil.


ustad muhjid mengajarkan doa doa yang harus di baca aku dan mas Hendri supaya tidak diganggu makhluk halus ,setelah itu pak ustad pamit pulang , om Rahman mengantar sampai ke depan .


__ADS_2