Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.60 pertemuan menyedihkan


__ADS_3

POV. Friska


********


dua bulan setelah ibu meninggal Winda menikah dengan Irfan ,dan tak lama aku melahirkan bayi laki laki yang di beri nama Alfin Anggara Hadi .


kini usia Alfin sudah enam bulan ,Winda sedang mengandung anak pertamanya,anak dari Siska di beri nama Safira ,kehidupan Winda sangat bahagia dan aku bersyukur sekali adik ku satu satunya hidup dalam limpahan kasih sayang ,menurut Winda adik iparnya yang tidak menyukainya kini menetap di luar negri ikut suaminya.


aku sudah menerbitkan lima novel hasil karya ku dan semuanya viral menjadi top trading di aplikasi yang banyak di minati pembaca .


dari hasil menulis aku sudah bisa menabung ,rencananya aku akan membangun rumah kecil untuk keluarga ku ,rumah peninggalan orang tuaku akan aku hibahkan untuk yayasan panti asuhan supaya amalan dari sana bisa mengalir ke ibu dan bapak yang sudah tiada .


"fris,,nanti aku nggak makan siang dirumah ,mau ke kota membeli alat tulis dan buku ,sebentar lagi masuk ajaran baru pasti banyak yang cari perlengkapan sekolah ." ujar mas Hendri saat akan berangkat ke toko .


"ya sudah nggak papa mas ,nanti aku masak sedikit saja buat ku sama amori ,hitung hitung berhemat ." sahut ku sambil tersenyum .


Tring.....Tring ..,


ponselku berbunyi ,aku segera mengangkatnya .


{hallo ,dengan Bu Friska orang tua amori ?" }


{iya benar Bu ,ada apa ya }


{maaf Bu saya mau mengabarkan ,tadi ada beberapa siswa kami keracunan makanan setelah makan di kantin sekolah ,sekarang mereka sudah kam bawa ke rumah sakit mitra keluarga ,termasuk amori .}


{kok bisa keracunan gimana itu Bu ,apakah kantin sekolah menjual makanan kadaluarsa }


aku panik sekali mendengar kabar ini .


{pihak berwajib sedang menyelidiki Bu ,kami mohon maaf atas kejadian ini .]


tidak menunggu lama aku menggendong Alfin dan menyetop ojek didepan rumah menuju rumah sakit mitra keluarga .


"mama ..perutku sakit ." ucap amori ,wajahnya pucat dan tubuhnya lemas .


"mama tungguin amori disini ya ,biar cepat sembuh ." jawabku sambil tersenyum ke arah nya

__ADS_1


beberapa guru sibuk mondar mandir ,dan polisi menanyakan keadaan anak anak yang keracunan .


pemilik kantin sudah dibawa kekantor polisi untuk di mintai keterangan ,setelah diperiksa dokter memindahkan amori ke ruang perawatan .


aku menelpon bule Asni memintanya untuk menjaga amori ,karena alfin tidak di perbolehkan lama lama berada di rumah sakit .


"bulek aku titip amori ya ,nanti kalau mas Hendri sudah pulang biar dia yang gantiin jaga amori ." ujarku setelah bulek Asni datang .


"iya ,kamu cepat pulang sana ,nggak baik Alfin disini ," Bulek membantu mengambilkan tas ku dan mengantarku ke depan pintu ruangan amori .


aku melihat perempuan sebaya almarhum ibu sedang menangis di kursi tunggu ,entah kenapa hatiku iba sekali dan aku mendekatinya .


"ibu kenapa menangis .." tanya ku .


"anak angkatku sakit kanker ,kasian sekali dia sampai sekarang suaminya entah kemana ." ujar si ibu seraya menyeka mata nya yang basah .


"ibu disini sendirian ,apa tidak ada anak ibu yang lainya untuk bantu menjaga yang lagi sakit." ucapku sambil menepuk punggung Alfin supaya tidur lagi .


"ibu nggak punya anak neng ,makanya ibu bahagia sekali saat Siska mau tinggal bersama ibu ,tapi sekarang dia sakit dan ibu bingung mencari biaya untuk bayar rumah sakit ." ucap ibu sedih .


"Bu....ibu...sakit ...


aku mendengar suara perempuan sedang merintih , si ibu langsung berdiri dan masuk ke dalam kamar ,aku mengintip dari pintu yang terbuka separuh .


aku melihat wajah seorang perempuan tapi tidak begitu jelas karena posisinya miring ,kaki nya bengkak dan aku lihat bagian baju belakangnya basah oleh keringat.


*mana yang sakit sis,ibu ambilin air hangat ya buat ngompres ." jawab ibu tadi .


aku memberanikan diri untuk masuk dan melihat siapa yang terbaring di atas ranjang .


wanita itu memiringkan badanya dan melihat ke arahku ,kami berdua sama sama kaget .


"Siska ....kamu sakit apa ." tanyaku lirih.


"mbak Friska ,,,dari mana kamu tahu aku ada disini ." Siska bicara sambil menarik nafas berat .


"aku tidak sengaja sis ,amori sedang dirawat disini ,tadi aku lihat ibu angkat mu menangis ,beliau menyebut namamu ,dan ternyata dugaan ku benar itu kamu .

__ADS_1


"mbak..maafin aku ya,aku sudah banyak salah sama kamu ." Siska meringis kesakitan .


"Bu ginah kemana mbak ..." tanya Siska.


aku sedikit heran nada bicara Siska begitu lembut ,tidak seperti dulu yang aku kenal,syukurlah Siska sudah berubah jadi lebih baik .


"tadi keluar katanya mau ambil air panas ," aku mendekat ke arah siska .


"kata Bu ginah kamu sakit kanker sis,apa benar ." hati hati sekali aku menanyai nya .


"iya mbak ,kanker rahim stadium 3 ,mungkin ini hukuman dari Tuhan karena aku sudah pernah jahat sama orang orang ,terutama kamu mbak ,maafin aku ya ." mata Siska basah ,aku prihatin sekali melihatnya .


"aku sudah maafkan kamu dari dulu sis,kamu semangat untuk sembuh ya , aku doakan Allah akan mengangkat penyakitmu ." ucapku tulus.


Bu ginah datang membawa baskom kecil berisi air panas lalu mengompres kaki Siska yang bengkak.


"sis..aku nggak bisa lama lama disini , aku pamit ya kasian anaku satu tadi pagi disini." aku hendak langkah keluar ,tangan Siska menahan ku .


"mbak ,boleh aku minta nomor handphone mu ." pinta Siska .


*boleh ,sebentar aku tulis di kertas ya ." lalu ku sodorkan ke siska .


akupun keluar dari ruangan Siska ,menunggu kendaraan online yang sudah aku pesan .


Samapi dirumah mas Hendri belum pulang ,aku mengganti popok Alfin lalu menidurkan nya dikamar .


aku ke dapur membuat kopi panas,duduk di kursi sambil mengetik bab baru novelku yang belum tamat , setiap ada waktu senggang aku gunakan untuk menulis novel ,penghasilanku dari menulis sudah lumayan banyak dan mas Hendri tidak tahu itu .


ponselku bergetar ada pesan masuk ,dari mbak Amira penulis novel terkenal yang membeli rumah ku .


[semangat ya mbak Friska nulis novel nya ,aku yakin mbak akan terkenal ,karya karya nya banyak di minati .]


aku tersenyum membaca pesan dari Mbak Mira ,dari dialah aku banyak belajar menulis novel , ternyata mbak mira orang nya baik banget mau berbagi ilmu kepadaku .


aku masih kepikiran tentang Siska ,kenapa nasibnya malang sekali ,kemana orang tua dan kakak laki laki Siska ,dan kenapa yang merawatnya Bu ginah ibu angkatnya .


menurut cerita Bu ginah beliau sedang kesulitan mendapatkan biaya untuk pengobatan Siska ,aku akan memberikan bonus dari novelku nanti untuk Siska ,semoga bisa membantu nya meskipun jumlahnya tidak banyak .

__ADS_1


__ADS_2