
POV . Siska
dua bulan setelah menikah ,aku di nyatakan hamil ,betapa bahagia nya aku dan mas Hendri ,amori pun tak luput dari kebahagiaan ini ,dia sudah sering minta dibuatkan adek ,kami menyambut kebahagiaan ini dengan mengunjungi panti asuhan dengan
setelah menikah kami memutuskan untuk tinggal dirumah ku ,rumah Hendri di kontrakan ,Winda juga sudah wisuda maka lengkap lah kebahagiaan ku ,Winda sudah mendapat panggilan kerja di luar kota sebagai asisten manager di pabrik baja .
ibu kini tinggal sendiri ,aku membayar mbak wanti untuk menemani ibu dan membantu membersihkan rumah ,ibu memilih tinggal dirumah lama kami karena menurut ibu itu rumah hasil jerih payah bersama bapak dulu ,banyak kenangan yang menurut ibu sulit untuk di lupakan.
usaha travel mas Hendri juga semakin maju ,di imbangi dengan usaha toko baju ku dan bisnis skin care yang aku jalani ,aku menjadikan maya asisten pribadiku ,semua toko yang mengelola Maya ,aku hanya menerima laporan dan mengevaluasi perkembangan toko .
aku sudah mengganti mobilku dengan mobil keluaran terbaru ,tahun depan rencananya akan membawa ibu pergi umroh bersama mas Hendri dan amori ,aku tak henti nya mengucapkan syukur atas semua nikmat yang Allah berikan pada ku .
hari ini aku sibuk membantu suamiku ,banyak pendaftar umroh menjelang bulan Ramadhan ,travel kami memberikan harga bersaing dengan paket lengkap ,wajar jika travel kami banyak peminatnya .
tok....tok ...
masuk..."
duroh karyawan kami masuk .
"permisi Bu Friska....ada tamu mau ketemu ibu dan bapak ." ujar duroh seraya memberikan berkas laporan administrasi jamaah umroh .
"suruh masuk roh,," sahut mas Hendri .
"selamat siang Friska ....Hendri ." ternyata mas Dany dan ibunya yang datang .
"eh ...mas ,Bu. .. silahkan duduk ." aku menarik kursi di seberang meja ku .lalu aku duduk disebelah suami ku .
"begini Hen,,,fris...kedatanganku kemari mau ngasih tahu ,untuk rumah yang sekarang ditempati Desi jatuh tempo bulan depan ,tapi aku belum ada uang untuk mengembalikan uang gadai dari Desi ,Giman kalau Desi beli saja rumah ibu dan." ujar mas Dany .
"ehm..gitu ya, nanti aku coba bicarakan sama Desi mas,kalau boleh tau mas Dany buka harga berapa ,." mas Hendri merespon keinginan mas Dany .
"tambah dua ratus juta hen,jadi harganya 300 juta dengan uang yang sudah kami terima kemarin ." ujar mas Dany .
"rencananya ibu mau daftar umroh sama kamu fris,nanti sisanya mau cari rumah kecil untuk kami tinggal." kali ini ibu mas Dany yang bicara .
"baik Bu....nanti saya bicarakan sama Desi dan suaminya dulu ya ,hasil nya bagaimana nanti saya kabari ." ujar mas Hendri lagi .
"makasih banyak hen ,,berkat bantuan mu juga sekarang bengkel lebih maju ,awal bulan saya akan kasih laporan keuangan ke kamu ya." mas Dany tersenyum cerah .
*****
keesokan harinya aku menemani suamiku kerumah Desi ,tujuannya akan membahas rumah ibu nya mas Dany yang minta dibeli.
saat kami sampai terlihat Dedi sedang duduk di kursi teras dengan Bu Sarmi ,,melihat kedatanganku Bu Sarmi langsung berdiri .
__ADS_1
"fris ....sudah lama ya nggak ngeliat kamu ,makin sukses saja kamu fris...kamu tahu nggak kalau siska sekarang di penjara ." suara cempreng Bu Sarmi menyambut kedatangan kami .
"kabarku dan keluarga baik Bu ,,maksih sudah mendoakan aku sukses,,terus Bu Sarmi tahu dari mana Siska di penjara ." tanyaku seraya duduk disamping Desi ,mas Hendri berdiri sambil merokok di ujung teras .
"eh...kamu lupa ya kalau keponakanku polisi ,dia dapat info dari kawanya polisi yang tugas di desa Maringgai ." ujar Bu Sarmi serius .
"serius Bu...."
"iya ....Siska lagi hamil muda ,katanya nikah sama mantan karyawan nya ,kasian juga ya fris lagi hamil di penjara ." masih berapi api bu Sarmi bercerita ,Desi hanya tersenyum menanggapi .
"ya sudah Bu biarkan saja ....Siska harus bertanggung jawab sama perbuatanya,dia sudah merugikan banyak orang ,semoga dengan dipenjara dia akan sadar dan bertaubat ." ujarku tak mau melanjutkan ngomongin Siska .
"Des...Arman mana,aku mau bicara ." mas Hendri mengalihkan pembicaraan .
"lagi ngambil bawang putih ke desa talang mas ,besok mau diantar ke Jakarta ,tadi sih dia telepon sudah naik mobil semua barangnya ,mungkin sekarang sudah dijalan arah pulang ." jawab Desi.
"ya sudah kita ngobrol sama kamu saja dulu ,nanti sampaikan saja ke suamimu ."
Bu Sarmi pamit pulang setelah tahu mas Hendri ada keperluan datang kerumah Desi .
"ada apa si mas....'" tanya Desi penasaran .
"kemarin Yang punya rumah ini datang kekantor mas ,dia minta kamu beli rumah ini ,karena nggak bisa mulangin uang gadai rumah sesuai waktu yang sudah ditentukan ." mas Hendri duduk disampingku .
"minta tambah berapa mas ..." tanya Desi .
"kamu nggak usah mutusin sekarang Des,tunggu Arman pulang kalian musyawarah ." ujarku menimpali .
"iya mbak ...kalau aku sih mau saja mbak ,cuma kalau tabungan kami untuk sekarang belum cukup,mungkin nanti mas Arman punya solusi ." ujar Desi ,dia sepertinya tertarik .
"ya sudah Des ....kami pulang dulu,nanti kabari saja jika Arman sudah punya jawaban nya ."
aku dan mas Hendri pamit pulang .
sampai di rumah amori sedang bermain sepeda dihalaman ditemani Rani ,ada motor terparkir didepan teras ,itu motor mertuaku ,bapaknya mas Hendri .
"Bu ada bapak nya pak Hendri di dalam ." Rani memberitahuku .
"sudah di buatkan minum belum ran...."
"sudah Bu ...tadi juga main sama amori didalam ,terus amori minta main sepeda disini ." ujar Rani .
aku menyalami tangan mertuaku ,dan duduk bersama di ruang tamu .
"ibu kenapa nggak di ajak pak ...." .tanya mas Hendri .
__ADS_1
"ibu lagi pengajian di masjid dekat rumah ,tadi bapak sudah pamit Sama ibu mau kemari .
aku perhatikan wajah bapak mertuaku ,kelihatan lagi ada masalah.
wajahnya lesu seperti ada beban berat yang sedang difikirkan.
"bapak sepertinya sedang ada masalah ya....ada apa pak ,,cerita sama kami ." aku memberanikan diri bertanya .
mas Hendri sontak menatap bapak ,bapak menunduk sepetinya bingung mau memulai pembicaraan .
"bapak di teror orang hen....."
"diteror orang....?" emang bapak punya musuh ..." tanya mas Hendri serius .
"ini masalah puluhan tahun yang lalu ,saat kamu masih kecil ,bapak kira semua sudah selesai ,tapi kenyataanya masih ada orang yang mengungkitnya lagi ." ujar bapak pelan .
"masalah dengan siapa pak....apa yang sudah pernah bapak lakukan ." ?
"ceritanya panjang hen...." bapak menghela nafas berat .
"cerita pak jangan di pendam sendiri ,aku akan mendengarkan ." pinta mas Hendri .
"dulu waktu kita tinggal di bengkulu , kamu dan Desi masih kecil ,bapak bekerja di perusahaan kebun sawit ,berkat kegigihan bapak kerja akhirnya bapak diangkat menjadi kepala mandor dengan gaji besar ,bapak juga mendapatkan fasilitas rumah dan kendaraan .
bapak menghela nafas lalu melanjutkan ceritanya.
ada orang yang iri sama bapak namanya Margono dan menyuruh preman mencelakai bapak ,bapak dihajar empat preman di tengah jalan saat pulang kerja ,untung ada beberapa warga yang lewat dan menolong bapak .
menurut cerita warga ,Margono ingkar janji awalnya dia bilang akan memberikan uang dalam jumlah besar jika berhasil membunuh bapak ,karena preman itu tidak berhasil membunuh bapak Margono enggan menepati janjinya .
preman tersebut marah dan membunuh margono ,,sebulan kemudian bapak membawa kalian pindah ke Lampung .
"terus siapa yang meneror bapak sekarang dan apa maksudnya ." tanya mas Hendri .
"orang ini mengirimkan surat kerumah dan bilang akan membalas kematian Margono ,yang sudah dibunuh puluhan tahun silam ." ujar bapak .
aku dan mas Hendri terdiam ,, mendengar cerita bapak yang tidak bisa dianggap main main .
"nyawa bapak terancam Hen....bapak takut ." terlihat jelas ketakutan dari wajah bapak mertuaku .
"apa ibu tahu masalah ini pak ..."?
"bapak nggak berani memberitahu ibu mu hen ...bapak takut penyakit darah tinggi ibumu kambuh ." ucap bapak sedih .
"nanti aku coba cari jalan keluar pak ,masalah ini sangat serius karena sudah mengancam keselamatan bapak ,sementara waktu bapak dan ibu tinggal bersamaku ,sampai kita bisa menemukan orang yang meneror bapak ."
__ADS_1
bapak mengangguk dan kembali menghembuskan nafas berat .
"