Maduku Tuan Putri Dirumahku

Maduku Tuan Putri Dirumahku
bab.62 selamat jalan


__ADS_3

POV .Friska


*********


aku memberikan kertas yang berisi alamat yang di berikan siska ke mas Hendri .


"ini kan di Bengkulu dan nama jalan ini aku tahu ,coba saja kalau mas Abram punya handphone aku bisa menghubungi Dia." ucap mas Hendri saat membaca alamat yang aku sodorkan tadi .


"kamu bisa kesana kan mas ,kasian sekali Siska dia pengen ada orang dekat yang menemani saat ini ." ujarku sedih .


"kamu hebat fris ,sedikit pun tidak menyimpan dendam ke Siska ,hatimu ikhlas meskipun pernah tersakiti ." mas Hendri memeluku .


"besok aku sewa mobil kawan ku untuk berangkat ke Bengkulu ,kamu bantu jaga toko ya sampai aku pulang .' ujar mas Hendri.


aku mengangguk setuju ,besok aku akan minta tolong bulek Asni bantu jagain Alfin dirumah,amori aku ajak ke toko .


setelah mas Hendri berangkat mengantar amori ke sekolah dan lanjut ke toko nya , aku langsung membuka aplikasi novel berwarna biru .


novel ku kali ini bercerita tentang penderitaan seorang wanita yang sedang mengidap penyakit kanker dan kerinduannya akan kehadiran suami dan keluarganya .


setting tempat aku buat di daerah Bengkulu sesuai alamat yang di berikan Siska,aku dapat inspirasi dari curhatan Siska pada ku .


ya kadang aku dapat inspirasi menulis dari pengalaman pribadi ,orang di sekitar dan sahabat ,semua akan aku tuangkan ke tulisan dan alhamdulillah nama ku mulai dikenal orang dan novelku banyak pembaca .


oh iya gimana keadaan Siska ya ,sejak dia pulang ke rumah Bu ginah aku belum pernah menghubungi nya .


aku mencari kontak Siska di ponselku lali menghubungi nya .


[hallo ....ini aku Friska sis,gimana kabarmu.]


[oh mbak Friska ya,ini saya Bu ginah ,Siska sedang tidur habis minum obat tadi ]


[oh gitu ya Bu ,gimana kondisi Siska sekarang Bu ]


[belum ada perubahan mbak ,kakinya nambah bengkak ,,tiap hari menangis kesakitan ,kasian sekali mbak .]


[Bu ,bisa kasih tahu saya dimana alamat rumah Bu ginah ]


[di desa Raharjo belakang sekolah SD mbak ,rumah saya cat putih ada pohon mangga di depannya ]


[baik Bu ,makasih ya ]


aku mematikan telepon dan menyimpannya di saku gamis ,Alfin yang sedang tidur aku gendong dan membawa nya ke rumah bulek Asni .

__ADS_1


"bulek,aku titip Alfin sebentar ya aku mau ke desa Raharjo ." ujarku ke bulek saat beliau menyambut ku di pintu .


"mau ngapain ke desa Raharjo fris ." tanya bulek Asni .


"ada sedikit urusan bulek ," aku terpaksa tidak menceritakan tujuan ku ke sana .


"ya sudah hari hati dijalan ya ." ucap bulek sembari membawa Alfin masuk ke kamar .


dua puluh menit perjalanan akhirnya aku sampai di depan rumah Bu ginah ,tidak terlalu sulit mencari rumah Bu ginah ,sebagai tukang urut Bu ginah sudah di kenal semua warga di kampungnya.


rumah bercat putih dihadapanku tampak sepi ,pintu depan tertutup rapat ,aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


tidak ada jawaban dari dalam rumah ,seorang perempuan lewat disamping rumah Bu ginah membawa kantong plastik belanjaan .


"mbak cari Bu ginah ya ,kalau mau ketemu dia janjian dulu mbak soalnya banyak yang mau di pijat sama Bu ginah ." ujar perempuan yang memakai daster warna kuning .


"oh Bu ginah nggak di rumah ya ,terus anak angkatnya kemana mbak ,apakah ada dirumah ." tanyaku .


"oh mbak yang lagi sakit itu ya ,ada kok dikamar nya ,setiap hari di tinggal Bu ginah ke rumah orang yang minta di pijat ,mbak itu sendirian di rumah .' jawab perempuan dihadapanku .


"boleh nggak ya mbak saya masuk kedalam ,mau lihat Siska anak angkat Bu ginah ." tanyaku .


"lewat pintu belakang aja mbak ,nggak di kunci kok cuma di ganjal pakai bangku kecil ." perempuan dihadapanku mengajaku masuk lewat pintu belakang .


"oh iya,mbak namanya siapa ,dari tadi kita belum kenalan ya .' ujarku sambil tersenyum ke arahnya .


"nama saya Friska mbak ." aku menyebutkan namaku ,mbak Wati tersenyum ke arahku .


mbak Wati mendorong pintu dapur yang terbuat dari kayu ,saat pintu terbuka mbak Wati mengajaku masuk .


rumah Bu ginah sangat sederhana ,diruang tamu ada kursi plastik ,ada televisi berukuran kecil diatas meja kayu , disamping ruang tamu ada kamar kata mbak Wati itu kamar Bu ginah .


mbak Wati membuka pintu kamar yang di dekat ruang tengah .


kreekk...pintu kayu di dorong dan mbak Wati melangkah masuk lebih dulu .


"ya ampun ..." terima mbak Wati .


mata ku langsung mengarah ke arah ranjang besi yang diatasnya terlihat tubuh Siska dari belakang.


"ya ampun sis ,,ini tempat tidur basah ," aku sesak nafas ,bau tak sedap dan sedikit busuk memenuhi ruangan yang tidak begitu besar .


Siska diam menatap ku ,ya Allah wajahnya seperti mayat hidup ,pucat sekali ,tubuhnya sangat kurus dan rambut Siska botak tinggal sedikit yang tersisa di kepalanya.

__ADS_1


"mbak...Friska aku sudah nggak kuat mbak ." nafas Siska tersengal sengal saat bicara.


"nggak boleh ngomong gitu sis ,kamu harus kuat ya ,berdoa terus sis minta ampun sama Allah ." ujarku sembari menghapus mata Siska yang mulai basah .


"mbak mungkin aku nggak bisa ketemu Dito ,,perjalanan kesana jauh ,,semalam aku mimpi ibu Ku datang dan mengajak ku pergi ." Siska menangis tanpa suara ,nafasnya masih sesak .


"mungkin kamu kangen sis..jadi ibu mu datang dalam mimpi ,kamu harus tetap semangat untuk sembuh sis ,yang kuat ya sis ." ujarku menyemangati nya .


kreekk ....pintu terbuka Bu ginah masuk kekamar membawa sebungkus makanan yang katanya nasi sama tahu ,Bu ginah mendekat ke arah Siska .


"kamu makan dulu ya sis ,ini ibu beli nasi bungkus buat mu ." Bu ginah membuka nasi dan meletakan di piring .


Siska menggeleng pelan ,


"aku nggak bisa makan Bu ,leherku sakit sekali dan perut bagian bawah ku sakitnya seperti di remas remas Bu ." Siska memegangi lehernya saat bicara .


dan tiba tiba mata Siska melotot ,nafasnya tersengal sengal ,aku Bu ginah dan mbak Wati sangat panik .


"sis ...kamu kenapa ." aku memegang kepala Siska dan ku naikan bantal di bawah kepalanya.


mulut siska seperti mau bicara sesuatu tapi tidak ada suara yang keluar .


"Bu...sa...kit..." suaranya keluar pelan sekali .


"aku mengambil air putih dan mencoba memberi minum Siska ...kepalanya aku angkat sedikit dan mamasukan sedotan ke mulutnya .


ada sedikit air yang dihisap Siska ,,nafasnya masih sesak ,wajah Siska semakin pucat dan tubuh yang tadi nya panas penuh keringat kini menjadi dingin .


apakah siska akan meninggal ,hatiku di penuhi rasa cemas luar biasa ,air mata ku mengalir melihat penderitaan Siska .


"mbak...titip Safira ya.,aku nggak kuat lagi ,tolong sayangi Safira ," Suara Siska masih terdengar meskipun sangat pelan dan terbata bata .


aku menggenggam tangan siska ,mulutku aku dekatkan ke telinga siska .


aku membacakan dua kalimat syahadat


siska mengikuti ucapan ku Dangan nafas tercekat.


Bu ginah mengusap wajah ,kepala dan tangan Siska dengan air yang di bacakan doa .


mata Siska melotot ,tubuhnya kejang kejang dan setelah itu dia terkulai dengan mata terbuka .


aku mengusap wajahnya ,matanya tertutup meskipun tidak rapat ,Bu ginah menangis memeluk tubuh Siska .

__ADS_1


inalillahi wa inaillahi rojiun


selamat jalan Siska ,semoga amal ibadahmu diterima ,diampuni segala dosa dosamu ,dan ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah SWT ...


__ADS_2