
❤️ Happy Reading ❤️
''Itu semua tergantung dengan perilaku anda dan istri anda tuan Erik.''kata Sifa lalu melenggang dari sana menuju mobil yang sudah di siapkan untuk di naikinya.
''Ayo masuk.''ketus Erik begitu Sifa tidak ada disana.
''Bisa gak kamu itu kalau ngomong di pikir dulu.''sentak Erik saat mereka sudah di dalam mobil.
''Kamu kok marah-marah sama aku?''kata Siska tidak terima.
''Memangnya kamu pikir aku harus marah-marah sama siapa hah!''bentak Erik.''Kalau bukan karena kamu semua ini gak mungkin terjadi.''hardiknya.
''Oh jadi kamu nyalahin aku?''tanya Siska dengan suara lantang.
''Memangnya siapa lagi yang pantas di salahkan kalau bukan kamu?''sinis Erik.''Kalau saja kamu bisa menjaga prilaku serta omongan kamu itu...hal seperti ini gak bakal terjadi...semuanya bakal baik-baik saja.''serunya.
''Kamu...''kata Siska tertahan.
''Aku peringatkan padamu jangan pernah sekali-kali kamu bertindak bodoh yang bisa merugikan kita juga keluargaku atau kamu bakal tau akibatnya...''ancam Erik yang menyela ucapan Siska.
Erik sangat menyesali semuanya...kenapa dulu dia bisa berselingkuh dengan wanita yang sekarang menjadi istrinya itu padahal kekasihnya sangat begitu baik sekali...nafsu...ya hanya karena nafsu...hanya karena Sifa gak pernah mau di ajak memuaskan nafsunya sehingga dia menghianati Sifa dan berpaling ke Siska yang bisa membuatnya puas memenuhi hasratnya sebagai pria dewasa...apa daya nasi sudah menjadi bubur takkan kembali bisa menjadi nasi kembali.
*****
__ADS_1
''Huft...salah gak sih aku tadi?''gumam Sifa yang saat ini sudah duduk manis di dalam mobil.
''Egois gak sih?''gumamnya lagi.
''Gak apa-apalah sekali-kali memang perlu di kasih pelajaran tu anak.''Sifa bergumam kembali lalu dia duduk anteng disana sambil sesekali melihat keluar jendela untuk melihat suasana di jalanan.
''Terimakasih pak...''ucap Sifa begitu sampai di rumah sakit.
''Sama-sama nona...sudah tugas saya.''jawab sang supir lalu Sifa berjalan masuk ke rumah sakit.
Baru juga masuk ke ruangan sudah ada yang mengetuk pintu dari luar.
Tok
Tok
Tok
Cklek
''Fa...''panggil Luna yang baru masuk.
''Tumben ketuk pintu dulu biasanya langsung nyelonong.''sindir Sifa.
__ADS_1
''E lah pakek nyindir segala bu'.''celetuk Luna.
''Hahaha...''kekeh Sifa yang melihat sang sahabat mengerucutkan bibirnya.
''Ketawa aja terus...''sahut Luna.''O iya Fa...kamu baru balik?''tanya Luna.
''Iya nih.''jawab Sifa.
''Kamu kok bisa sih Fa keluar masuk seenaknya?''tanya Luna penasaran.
''Ya bisa...siapa lagi kalau bukan kang ojek yang minta ijin sama dokter Vito...''jawab Sifa.
''Hah...serius.''tanya Luna makin penasaran.
''Iya...dokter Vito itu sahabat dekat kang ojek.''kata Sifa memberi tahu.
''Pantesan.''ujarnya lalu duduk di kursi yang bersebrangan dengan Sifa.''O iya kamu tadi tumben lama makan siangnya?''tanya Luna lagi.
''Ada Siska sama suaminya tadi di sana.''sahut Sifa.
''Hah...ngapain?''kaget Luna.
Mau tak mau akhirnya Sifa menceritakan segalanya yang terjadi mulai pas ijab qobul sampai resepsi pernikahan Siska dan sang mantan...dan tak lupa juga dengan kejadian hari ini.
__ADS_1
''Ih rasanya pengen aku bejek-bejek...ulek-ulek kayak bumbu...bila perlu aku jambak-jambak tu anak...''kesel Luna.''Nyebelin banget sih tu orang...''katanya lagi dengan perasaan dongkol.