
❤️ Happy Reading ❤️
Part Siska dan Erik yang kemarin pada sibuk nanyain dan penasaran bagaimana kehidupan rumah tangga mereka ya...
Kehidupan rumah tangga dua orang yang sudah dengan tega dan sengaja menghianati Sifa berbanding terbalik dengan kehidupan rumah tangga sifa yang semakin mesra serta harmonis.
Setiap hari hanya pertengkaran-pertengkaran saja yang terjadi dalam rumah tangga mereka.
Setelah menikah Erik sama sekali tak menyentuh Siska kembali.
Kedua orang tua serta kakak Erik pun sudah mulai jengah dengan kehadiran Siska di rumah utama mereka.
''Erik kenapa kamu gak ceraikan saja Siska?''tanya sang kakak kepada adiknya yang masih saja bertahan dengan rumah tangga yang porak poranda seperti itu.
''Gak bisa kak.''jawab Erik.''Kakak kan tau sendiri bagaimana tradisi keluarga besar kita...tak boleh ada perceraian kalau gak mau di coret dari daftar keluarga besar.''lanjutnya.
''Ya dari pada kamu menderita kayak gini...''kata kakak Erik lagi.
''Aku terima kak...mungkin ini adalah hukum karma dari perbuatanku.''sahut Erik.''Perbuatanku yang sudah menghianati serta melukai hati seorang wanita yang sangat tulus mencintaiku kak.''sambungnya dengan nada menyesal.
Namun apalah daya sekarang nasi sudah menjadi bubur...menyesalpun tak akan ada gunanya...tak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula,ibarat kata sebuah kaca yang sudah pecah tak akan bisa di satukan kembali seperti semula tanpa ada bekas cacatnya.
''Tapi apa kamu bisa tahan dengan semua ini?''tanya sang kakak lagi.''Sampai kapan Rik?''tanyanya lagi.
__ADS_1
''Entahlah kak...aku sendiri juga gak tau sampai kapan ini akan berakhir.''sahut Erik.''Aku hanya mencoba untuk berdamai dengan keadaan tanpa menerima kehadiran dan menyentuh wanita itu lagi...aku berusaha membuatnya seperti tak terlihat di mataku.''sambungnya lagi.
''Kakak,mama dan papa hanya bisa mendoakan serta mendukung kamu supaya kamu bisa melewati ini semua.''kata sang kakak lagi.
''Terimakasih kak.''ucap Erik.
Saat mereka berdua sedang berbincang terlihat ada seorang asisten rumah tangga yang tergesa-gesa menghampiri mereka.
''Den.''kata art yang datang dengan tergopoh-gopoh.
''Ada apa bik?''tanya Erik penasaran melihat wajah sang art yang terlihat sangat panik.
''I..itu non Siska.''kata sang art.
''Siska kenapa?''tanya Erik lagi.
''Telpon dokter keluarga untuk datang kesini secepatnya bik.''seru kakak Erik.
Erik dan kakaknya langsung menuju di mana Siska tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
''Bawa ke kamar Rik.''perintah sang kakak.
''Ada apa ribut-ribut?''tanya mama Erik yang baru saja datang bersama papa dan kakak iparnya karena mendengar suara ke gaduhan.
__ADS_1
''Siska pingsan ma.''sahut Erik.
''Ada saja...bikin repot saja.''dengus mama Erik.
''Hust mama gak boleh gitu.''tegur papa Erik.
*****
''Selamat siang.''
''Selamat siang dok.''
''Siapa yang sakit?''tanya dokter Rusli dokter pribadi keluarga Erik.
''Istrinya Erik dok.''jawab kakak ipar Erik.
''Saya periksa dulu ya...''kata sang dokter lalu mulai memeriksa Siska yang masih belum sadar.
''Eugh...''lenguh Siska saat masih di periksa.
''Ada apa ini?''tanyanya begitu sudah tersadar sepenuhnya dan melihat banyak orang dikamarnya.
''Kamu tadi pingsan.''sahut kakak ipar Erik.
__ADS_1
''Maaf nona bilah saya tahu kapan terakhir anda mendapat tamu bulanan anda?''tanya dokter Rusli yang membuat semua orang mengeryitkan dahinya termasuk Erik.
''Eum...''kata Siska yang masih mengingat-ingat.