
❤️ Happy Reading ❤️
''Bagaimana tuan muda Hendarto?''tanya Siska yang seolah tanpa beban.
''Sudahlah Rik turutin aja dari pada bikin masalah.''kata mama Erik.
''Huft...baiklah aku akan mengantarmu besok.''jawab Erik selepas menghembuskan nafasnya kasar.''Dasar wanita ular.''sinis Erik.''Licik...''sarkasnya lagi.
''Kamy memilih pilihan yang tepat...karena kalau tidak nama baik serta reputasi keluarga ini maka...boom.''kata Siska sambil mempraktekkan dengan mengangkat kedua tangannya seatas dada lalu di kepalkannya dan saat bilang kata ''boom'' di mekarkan kepalan tangannya.''Akan hancur seketika.''sarkasnya.''O iya terimakasih atas pujiannya dan sampai ketemu besok pagi suamiku sayang.''kata Siska dengan nada mengejeknya dan kemudian melenggang pergi ke kamarnya kembali.
''Entah perbuatan buruk apa yang di lakukan keluarga kita di masa lampau sampai terjadi kejadian seperti ini.''kata mama Erik.
__ADS_1
''Maafkan Erik ma...ini semua salah Erik.''kata Erik yang kemudian bersimpuh di kaki sang mama yang duduk sambil menghela nafasnya dalam.''Andai saja dulu Erik tak tergoda mungkin sekarang rumah tangga Erik sudah bahagia dengan Sifa ma dan semua ini tak mungkin terjadi.''kata Erik lagi.''Erik menyesal ma...sungguh menyesal.''lanjutnya.
''Menyesal...tak ada gunanya Rik.''kata sang mama.
''Benar kata mamamu...menyesal sekarang tak ada gunanya ibarat kata nasi sudah menjadi bubur maka tak akan bisa kembali lagi menjadi nasi.''sahut tuan besar Hendarto.''Sekarang yang harus kamu lakukan adalah memperbaiki segalanya walaupun tak akan bisa kembali seperti semula yang penting kamu sudah berusaha dan membuatnya menjadi lebih baik.''ujarnya.
''Iya pa.''sahut Erik.
''Kami tidak menyalakanmu sepenuhnya tapi paling tidak kamu sudah menyadari apa kesalahanmu.''timpal sang mama.
''Sekarang lebih baik kita beristirahat.''kata papa Erik.''Terlalu dahsyat kejutan untuk kita hari ini jadi kita perlu mengistirahatkan pikiran serta tubuh kita biar tidak drop.''sambungnya lagi.
__ADS_1
''Baik pa.''jawab Erik beserta kakak dan kakak iparnya.
Mereka kemudian bubar dan menuju ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh serta otak mereka biar besok pikiran mereka bisa kembali fresh dan bisa di ajak berpikir dengan tenang.
*****
Sedangkan di kediaman Wijaya saat ini Sifa sedang duduk bersandar di ranjang king size miliknya dan suami.
Kendra masih tidak mau tidur dengan sang mommy meskipun sudah di rayu oleh sang mommy...dia masih kekeh memilih tidur di kamarnya sendiri yang di jaga oleh Mirna pengasuhnya atau tidur di kamar Oma dan opanya dengan alasan yang masih sama yaitu takut jika kakinya tak sengaja menendang perut sang mommy sehingga menyakiti adik bayinya.
Sedangkan Kevin...hot daddy dengan buntut satu putra itu sekarang memiliki kebiasaan baru yaitu selalu mengajak buah hatinya yang masih di dalam perut Sifa untuk berbicara serta mengecupi perut yang masih rata itu berkali-kali...walaupun dalam usia kandungan yang masih baru ini si jabang bayi belum terbentuk sempurna jadi belum bisa mendengar apalagi merespon siapapun yang menyapanya.
__ADS_1
Selalu ada perasaan haru yang bercampur dengan rasa bahagia yang kadang Spain membuatnya meneteskan air mata saat suami serta putra sulungnya menyapa sang jabang bayi...dia sangat bersyukur karena anak-anaknya begitu banyak yang menyayangi.