
Hari ini aku akan melakukan operasi, aku merasa tidak tenang. karena pertempuran sudah berada dihadapanku. ada rasa khwatir jika aku tidak dapat melewati masa operasi maka aku akan meningkatkan dunia ini, "ahhh sudahlah, aku pasrah saja. dengan kondisi tubuhku seperti ini untuk hidup pun aku tidak mau lagi" gumamku
dalam hati.
Teman-teman datang menjenguk ku sebelum melakukan operasi. David berada disebelah ku bersama ayahku. Ibu berada diruang operasi untuk bersiap-siap.
Teman-teman hanya memandangi ku dengan tatapan sedih. Sebagian dari mereka mengatai aku seperti wanita buruk rupa. Sebagian juga terlihat sinis melihat ku seperti sedang melihat virus yang harus dihindari. Bahkan rio yang dulu selalu mengejar ku tutup hidung melihat ku. Seperti ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan ku.
Yahhh dengan keadaan ku sekarang wajar mereka seperti itu, bahkan aku sendiri sudah tidak sanggup lagi melihat diriku.
“Sekarang aku botak dan muka buruk rupa. Siapa lagi yang mau sama wanita seperti ku”gumamku dalam hati.
Ayah mengantarkan teman-teman ku keluar, tinggal aku dan David dalam ruangan itu. “apa kamu tidak jijik melihat ku? “aku melontarkan Kata-kata itu kepada David.
“kamu tetap amat cantik di hatiku. Kamu tetap bidadari ku” gumam David.
__ADS_1
Seakan tidak Terima akan Kata-kata itu aku berteriak sekuat-kuatnya
“pergi kamu... Kamu sedang menghinaku kan, pergi kamu. Aku tidak mau melihat mu lagi. Aku benci sama kamu” jerit ku kepada David.
David memeluk dengan berurai Air mata
“aku tulus mencintaimu nan, aku tidak akan meninggalkan mu. Aku akan tetap disini menjaga mu” timpal David sambil menangis.
“aku tidak pernah mencintai mu David, dan tidak akan pernah mencintai mu. Sampai kapanpun itu aku tidak akan mencintai mu. Jangan lagi kamu muncul dihadapan ku. Sekarang pergi kamu. Aku tidak membutuhkan mu” suara ku mulai lirih.
Ntah kenapa Kata-kata itu aku lontarkan begitu saja dan membuat jantung ku berdegup kencang, hati ku sakit seperti tertusuk jarum. Aku semakin menangis.
Dia menundukkan kepalanya dengan keadaan senggukan. Berlahan-lahan berjalan meninggalkan ku dalam ruangan itu.
***
__ADS_1
Setelah beberapa jam akhirnya aku dibawa keruang operasi. Tapi dari tadi aku tidak melihat David lagi. Hanya ayah yang menemaniku. aku tau saat ini David tidak sanggup berhadapan denganku, dia pasti sangat
terluka dengan sikapku. aku telah menyakitinya.
Karna memikirkannya aku kembali menangis. Sebenarnya aku sangat membutuhkannya, tapi aku tidak mau dia terus menerus melihat ku dalam keadaan seperti ini, aku tidak mau dia memliki gadis buruk seperti ku.
Sampai akhirnya aku kembali disuntik air mata ku tetap mengalir.
Kembali dibawah alam sadar ku. Kakek tersenyum dan berkata
“Cucuku bertahanlah”.
“tidak kek, aku tidak mau sembuh(sambil menangis). Aku amat jelek kakek, aku tidak mau sembuh jika aku tetap jelek seperti ini. Aku ikut kakek saja”sahut ku sambil menangis.
“Tidak peduli seburuk apa pun kamu, karna masih banyak yang mencintaimu mu dan membutuhkan mu. Apa kamu tidak sedih meninggalkan mereka yang mencintaimu dan membutuhkan mu? “ tanya kakek.
__ADS_1
Aku hanya diam dan tiba-tiba ada yang memanggilku dari kejauhan. Tanpa sadar kakek sudah tidak dihadapan ku. Terdengar lagi ada yang memanggilku.suara itu begitu familiar. Yahhh itu suara ibu ayah dan David. Aku mencari mereka. Sampai akhirnya aku berada ditempat yang amat gelap mengikuti suara itu.
***