Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
244.Bab 243


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Plak


''Aww...''rintih mama Siska yang spontan langsung memegang pipi kirinya yang kena tampar oleh suaminya.


''Papa...''seru mamanya Siska lagi.


''Aku sudah peringatkan kamu dari tadi ma tapi kamu sama sekali tak mengindahkan ucapanku.''sahut papa Siska lalu pergi melenggang masuk k kamar tamu yang dari kejadian kemarin telah menjadi kamarnya.


Papa Siska memutuskan untuk pisah kamar dengan istrinya dan kejadian yang baru saja terjadi adalah kali pertama terjadi selama berpuluh tahun mereka berumah tangga.


Keesokan harinya barulah mereka bertemu kembali di meja makan untuk sarapan pagi karena setelah kejadian kemarin itu papanya Siska sama sekali tak keluar dari kamar.


Dia lebih memilih mengisyaratkan tubuh serta pikirannya di kamar.


Sama sekali tak ada pembicaraan di ruang makan karena papanya Siska masih enggan untuk buka suara sedangkan mamanya Siska masih marah atas kejadian kemarin.


*****

__ADS_1


Keluarga bahagia seorang Kevin Wijaya sekarang sedang menikmati sarapan pagi mereka dengan formasi yang sangat lengkap karena Kemal beserta anak dan istrinya masih menginap di sana.


''Sudah rapi aja Vin?''tanya mama Iren.


''Kan Kevin hari ini sudah berangkat ngantor lagi ma.''sahut Kevin.


''Kirain belum mau ngantor sekarang.''kata mama Iren lagi.


''Ya nanti kalau Kevin gak kerja mau di kasih makan apa tu sama istri aku.''jawab Kevin.


''Cih lebay.''cibir Kania.''Kak Sifa jangan percaya...orang kekayaan dan harta pribadi kak Kevin itu gak akan habis deh kalau cuma buat tujuh turunan tujuh tanjakan dan tujuh belokan.''kata Kania lagi yang membuat mereka semuanya tertawa.


Kevin dan berusaha berbagai tugas saat baby twins sudah di perbolehkan pulang.


Bila Sifa sedang sibuk mengurus baby twins maka Kevin harus membantu mengurus Kendra atau pun sebaliknya.


Karena apa mereka melakukan itu?karena mereka tak ingin kalau Kendra merasakan kehilangan kasih sayang serta perhatian dari kedua orangtuanya setelah kehadiran baby twins di tengah-tengah keluarga kecil mereka.


Kevin dan Sifa sesudah berjanji pada diri mereka masing-masing kalau mereka tak akan pernah membeda-bedakan antara Kendra dengan anak-anak mereka kelak,mereka akan mendapatkan perlakuan,perhatian serta kasih sayang sang sama dari keduanya.

__ADS_1


''Ma.''panggil Kevin setelah menyelesaikan sarapannya.


''Iya.''sahut mama Iren.''Ada apa?''tanyanya.


''Kevin titip Sifa dan anak-anak ya ma.''jawab Kevin.


''Iya kamu tenang saja.''sahut mama Iren.


''Terimakasih ma.''ucap Kevin dan di jawab dengan sebuah anggukan serta seulas senyum yang tulus dari sang mama...wanita yang menempati tahta tertinggi di hatinya.


''Mom,aku berangkat dulu ya.''pamit Kevin pada sang istri.


''Kamu hati-hati ya mas di jalannya.''peringat Sifa.''Ingat ada istri dan ketiga anakmu sedang menunggu di rumah.''sambungnya lagi.


''Iya mom.''jawab Kevin dengan lembut.''Ingat kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya...''pinta Kevin.


''Iya dad.''jawab Sifa.


''Ingat lo mom jangan lupa telpon aku.''katanya lagi sebelum benar-benar melangkah keluar rumah makan.

__ADS_1


''Iya daddy.''sahut Sifa di buat dengan nada semenggemaskan mungkin.


Kevin pun benar-benar berangkat ke kantor setelah berpamitan kepada semuanya termasuk kepada ketiga buah hati yang sangat di sayanginya.


__ADS_2