Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
234.Bab 233


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Apa maksud kamu Rik!''bentak mamanya Siska yang syok mendengar kata-kata Erik yang memulangkan anak perempuannya.


''Seperti yang Anda dengar.''sahut Erik.


''Atas dasar apa kamu memulangkan putri kami?''tanya papanya Siska.


''Bahkan Siska tetap setia padamu Rik walaupun kamu pergi selama berbulan-bulan dan itupun saat dia sedang mengandung anak pertama kalian.''kata mamanya Erik.''Di saat semua wanita hamil di dampingi sang suami tapi Siska semuanya sendiri tanpa kamu suaminya yang hilang tanpa kabar.''lanjutnya.''Dan ini tidak ada angin,tidak ada hujan tiba-tiba kamu memulangkannya pada kami...tidakkah kamu kasian pada anak kalian yang masih bayi?yang masih membutuhkan kasih sayang kalian berdua.''sambungya lagi.


''Bukan anak kami tapi anak Siska.''jawab Erik dengan santainya.


''Apa maksud kamu Rik?''teriak mamanya Siska lagi sementara papa ya Siska masih diam menyimak.


''Aku atau kamu yang jelaskan?''tanya Erik pada Siska namun Siska hanya diam dan terus menangis.

__ADS_1


Karena Siska hanya terus bungkam,membuat Erik menjadi kesal maka mau tak mau Erik menjelaskan semuanya termasuk perselingkuhan yang di perbuat Siska sampai membuahkan seorang anak.


''Mana buktinya kalau anak itu hasil perselingkuhan dari Siska?''tanya mamanya Siska lagi yang masih belum percaya.


Erik pun lalu mengeluarkan photo copy surat hasil tes DNA antara dirinya dan bayi itu.


Mama dan papa Siska begitu melihat hasilnya yang ternyata memang bener bahwa cucu mereka bukanlah anak Erik...bukan keturunan keluarga Hendarto.


''Sepertinya saya sudah tidak ada urusan di sini...saya permisi.''pamit Erik lalu keluar dari kediaman orangtua Siska.


Siska hanya mampu menatap dengan nanar punggung laki-laki yang di cintainya keluar dari rumah orangtuanya.


''Pa Siska...''kata Siska.


Plak

__ADS_1


Belum selesai Siska berkata-kata sudah langsung di potong dengan tamparan yang sangat keras di pipinya dan pelakunya adalah sang papa.


''Papa.''seru mama Siska.


''Apa ma?apa mama mau membela anak ini lagi?''tanya papa Siska penuh emosi.''Bela terus saja ma.''katanya.''Ini adalah hasil dari kamu selalu membela dan memanjakannya.''tunjuk papa Siska.


Sebenarnya papa Siska adalah orang yang sabar bahkan terlalu sabar dalam menghadapi istri dan putrinya itu tapi sebuah kesabaran akan ada batasnya dan ini adalah batas akhir dari kesabaran papa Siska.


Kecewa plus malu bercampur aduk jadi satu membuat emosinya sangat meluap-luap.Papanya Siska merasa gagal dalam mendidik putrinya sendiri sehingga terjadi hal seperti ini.


''Mama tau papa marah tapikan gak harus sampai menamparnya.''kata mama Siska marah.


''Setelah semua kejadian ini kamu masih saja membelanya ma?!''tanya papa Siska setengah berseru.''Kalau kamu masih terus membelanya seperti ini...''kata papa Siska.''Jangan salahkan papa kalau nasib kamu akan sama sepertinya.''lanjutnya.


''Papa ngancem mama?''tanya mamanya Siska.''Papa mau pisah dari mama...begitu?''serunya.

__ADS_1


''Papa gak ngancem ma tapi papa cuma memperingatkan karena papa sudah terlalu lelah menghadapi kalian berdua dan papa juga sudah terlalu sabar mengalah pada kalian selama ini.''jawabnya lalu berjalan pergi dari sana.


''Pa...papa...!''seru mamanya Siska namun bak tak terdengar di telinga...papanya Siska tetap melangkah berlalu pergi dari sana.


__ADS_2