
❤️ Happy Reading ❤️
''Sudah siap untuk pulang sayang?''tanya Kevin dan di angguki oleh Sifa.
''Barang-barangnya sudah di kemas semua mas...takutnya nanti ada yang ketinggalan.''kata Sifa memperingatkan.
''Sudah semuanya sayang...kamu gak perlu khawatir.''jawab Kevin.
Cklek
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Loh Kan...kok kamu kesini?''tanya Kevin.''Kita sudah mau pulang lo...''lanjutnya lagi.
''Iya aku tau kok...aku kesini sama pak supir buat jemput kakak dan kakak ipar.''jawab Kania.''Mana kak barang-barangnya biar di bawa pak supir ke bawah?''tanya Kania.
''Itu cuma yang ada di meja.''tunjuk Kevin.
''Kalau begitu biar saya bawa kebawah mas Kevin.''kata pak supir.
__ADS_1
''Iya pak...terimakasih ya.''ucap Kevin.''O iya Kan tolong dong bayarin administrasinya dan kami tunggu di bawah saja gak usah naik lagi.''pinta Kevin.
''Kok bayar kak?''tanya Kania.''Pemilik rumah sakit juga harus bayar?''tanyanya lagi.
''Iya harus dong...jangan mentang-mentang yang punya terus gak bayar...bisnis ya tetap bisnis.''sahut Kevin.''Nih...''kata Kevin lagi sambil menyerahkan black card miliknya.
''Ya sudah aku bayar dulu kak.''pamit Kania.''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Ayo sayang aku bantu kami turun.''kata Kevin dengan posisi yang sudah mau membopong Sifa.
''Eh...''pekik Sifa yang tiba-tiba di angkat Kevin dan di letakkannya di kursi roda yang sudah te sedia di sana.''Mas...aku bisa jalan...aku gak mau kursi roda.''protes Sifa.
''Aku bukan pesakitan mas.''protes Sifa lagi.
''Tapi kamu lagi hamil sayang.''jawab Kevin lagi.''Dan kamu gak boleh kecapekan...ngerti.''kata Kevin lagi.
''Tapi mas...''kata sifa yang masih ingin protes.
''Mau naik kursi roda atau lebih memilih aku gendong sampai ke lobi?''tanya Kevin dengan sedikit penekanan yang membuat Sifa membelalakkan matanya.
__ADS_1
''Oke baiklah...baiklah...aku lebih memilih menggunakan kursi roda.''jawab Sifa pasrah.
''Good my wife...cup.''kata Kevin lalu mengecup kening Sifa.
''Ya kali aku di gendong sampai bawah...tambah malulah aku di lihatin banyak orang mas.''gerutu Sifa.
''Kenapa malu?''tanya Kevin.''Harusnya kamu itu bangga dan bahagia dong yank di perlakukan dengan manis seperti ini...di perhatikan oleh suami tercinta.''kata Kevin sambil mulai mendorong kursi roda yang Sifa duduki.
''Aku belum terbiasa dengan semua perlakuan yang kamu katakan manis itu mas.''kata Sifa.
''Makanya kamu harus mulai membiasakannya sayang.''kata Kevin yang seolah tak mau kalah.
Benar saja sepanjang jalan menuju ke lobi rumah sakit mereka menjadi sorotan semua orang...ya secara pengusaha ternama dan sang pemilik rumah sakit yang lewat gitu jadi banyak yang menyapa kebanyakan para staf rumah sakit juga ada beberapa orangtua dan keluarga dari pasien-pasien Sifa yang kebetulan lewat.
Baru juga sampai lobi mereka berdua langsung di sambut oleh Kania yang sudah menyelesaikan segala administrasi perawatan Sifa juga sudah ada mobil yang akan mengantarkan mereka kembali pulang ke kediaman Wijaya.
''Sudah?''tanya Kevin saat Kania menghampirinya.
''Iya...ini...''jawab Kania sambil memberikan kembali black card milik sang kakak.
''Terimakasih ya Kan...''ucap Sifa.
__ADS_1
''Iya kakak ipar sama-sama...kayak sama siapa aja lo.''ujar Kania.
Mereka berdua lalu melangkah meninggalkan rumah sakit.