
❤️ Happy Reading ❤️
Orangtua Sifa yang di beritahu Kevin bahwa sang putri masuk rumah sakit sontak saja langsung membuat mereka bergegas karena merasa khawatir walaupun sebelumnya Kevin sudah memberi tahu bahwa keadaan Sifa baik-baik saja namun dasarnya orangtua pasti merasa cemas.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Loh ayah sama ibu mau kemana?''tanya Nia yang baru pulang bersama suaminya.
''Mau kerumah sakit.''jawab ayah yang membuat Nia dan Arman saling tatap.
''Sifa masuk rumah sakit.''sambung ibu Dewi.
''Astaghfirullah kalau begitu kami ikut bu.''kata Arman yang juga ikut khawatir dengan keadaan sang adik.
Mereka segera berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil Arman sedang ke tiga buah hatinya di rumah di titipkan pada art juga pengasuhnya.
''Semoga Sifa gak kenapa-napa ya yah.''kata ibu yang duduk di bangku belakang bersama Nia.
''Iya bu...kita berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja.''jawab ayah Harun.
*****
__ADS_1
Sedangkan di rumah sakit Sifa sudah di pindahkan di ruangan rawat khusus pemilik dan keluarga pemilik rumah sakit...di lantai itu hanya ada satu kamar rawat plus kamar tunggu yang super mewah bak hotel bintang lima...salah-salah bukan hotel bintang lima melainkan bak apartemen mewah yang sangat lengkap fasilitasnya...ruangan yang dulu pernah di tempati oleh Kendra sewaktu sakit.
Semuanya sedang duduk di sebuah satu set sofa yang ada di ruangan tersebut...terkecuali Kevin yang duduk di kursi sebelah tempat tidur Sifa sambil terus memandang wajah ayu itu dan juga menggenggam tangannya.
Tok
Tok
Tok
Kania langsung berjalan ke arah pintu begitu mendengar ketukan dari luar.
Cklek
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Belum sadar.''ucap mama Iren.
''O iya ini tadi kami berdua bawain mama dan yang lainnya makan siang.''kata Putri.
''Terimakasih ya nak.''ucap mama Iren.
__ADS_1
''Sini kak biar aku simpan di ruangan sebelah.''kata Kania lalu meraih bawaan putri dan dibawanya ke ruangan sebelah dengan pintu yang langsung terhubung dari sana.
''Sabar kak...semuanya pasti akan baik-baik saja.''kata Kemal menghampiri sang kakak dan menepuk pelan pundaknya.
''Iya terimakasih ya Mal.''ucap Kevin.
''Eughh...''ringis sifa sambil memegang kepalanya dengan sebelah tangannya.
''Sayang...''panggil Kevin pelan dengan tangan sambil mencet tombol untuk memanggil perawat dan semua yang ada di sana pun langsung menghampiri ranjang Sifa.
''Pusing...''kata Sifa sambil mulai membuka matanya.''Aku kenapa mas?''tanyanya setelah melihat sekeliling juga melihat salah satu tangannya yang terpasang selang infus.
''Tadi kamu pingsan.''jawab Kevin.
Cklek
''Permisi...''kata salah seorang yang baru saja masuk.''Maaf pak bu boleh saya periksa sebentar...''katanya dengan sopan sehingga membuat semua menyingkir kecuali Kevin untuk memberi akses agar dokter lebih mudah untuk memeriksa Sifa.
''Semuanya baik...jadi kita bisa melakukan USGnya sekarang.''kata sang dokter.''Bagaimana pak?''tanyanya pada Kevin.
''Baik dok....lakukan yang terbaik.''jawab Kevin.
''Mas...aku kenapa?kenapa harus USG segala...''tanya Sifa.
__ADS_1
''Kamu gak apa-apa sayang...hanya saja ada yang perlu kita pastikan.''jawab Kevin selembut mungkin.
Sifa langsung di bawa menuju ke ruang USG di dampingi oleh Kevin sementara yang lainnya menunggu di ruang rawat.