Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
milikku tidak boleh diganggu oleh siapa pun (suara hati Nandini)


__ADS_3

Berusaha melupakan mimpiku aku membuka layar ponsel ku mencari nama kontak David dan menelfonnya, dengan cepat David mengangkatnya. Itulah David, pria yang selalu ada untukku.


“hallo nan, ada apa? Rindu ya? “David bertanya sambil meledek.


“ahhh kamu ini mulai lagi, aku bosan nih dirumah. Ajak jalan dong”pinta ku.


“Ini lagi siap-siap mau datang kerumah mu, Siap-siap gih, dandan yang cantik” goda David.


“Emang aku kurang cantik? “ tanya ku


“Kamu sangat cantik nandini” puji David


“Jadi kita kemana hari ini? “tanya ku


“Kita ke mall aja yah” Jawab David


“ya udah cepat datang ya” sahut ku.


“oke” sembari menutup telepon.


Aku tidak terlalu memperhatikan dandanan ku jika jalan dengan David. Aku lebih memilih memakai pakaian kasual saat bersamanya.


Belum satu jam David sudah sampai depan rumah, aku langsung keluar menemuinya. Dia membuka pintu mobilnya untukku. Yahhh setiap hari juga dia selalu membuka mobilnya untuk ku.


Aku seperti ratu masuk dalam mobil.

__ADS_1


Kami melalui perjalanan dengan bercanda tawa. Kami saling meledek mengingat hal lucu-lucu dimasa kami berkemah. Aku sangat nyaman bersama David. Aku tidak pernah jaim terhadapnya, semua tentang aku dia pasti tau. Hal itu membuatku begitu nyaman terhadapnya. Tidak pernah sehari pun kami melewati hari tampa bersama.


***


Aku berlari ketempat toko bikini, rencananya aku ingin membeli bra. Aku mulai melirik-lirik warna dan ketebalan busanya. David hanya mengikuti ku dari belakang.


"David... “ seseorang memanggil David


“eh Elsa, kok disini? Lagi belanja juga? “tanya David ramah


“Ya nih mau cari-cari baju buat ngampus.” Jawab elsa


“sama siapa kesini? “ tanya lagi David


“Seperti biasa sendirian” jawab elsa


aku tidak menyukainya. Dia seperti saingan bagi ku, saingan mendapatkan waktu David. Aku pergi meninggalkan mereka kembali mencari yang aku butuhkan. Saat aku bercermin aku mendapati wajah ku sangat pucat, yahhh sebenarnya aku merasa pusing.


Aku selesai membayar yang aku beli tapi David dan Elsa masih ngobrol. Inilah maksud ku bersaing mendapatkan waktu David. Elsa sangat pintar membuat obrolan kepada David. Aku menghampiri mereka dan langsung menarik tangan David. Melihat wajah ku kesal David hanya diam mengikuti aku. Aku menatap Elsa dengan tatapan sinis. Aku tidak suka yang jadi milikku direbut oleh orang lain. Karna bagiku Milikku ya milikku tidak akan ku biarkan orang lain mengganggunya.


“Kamu cemburu ya? “ goda David


“apasih “ jawab ku kesal


“Aku kesal sama kamu. Harusnya kamu bantu aku milih bra ku tapi kamu malah sibuk dengan Elsa” lanjut ku sembari membuang muka.

__ADS_1


“ya maaf deh, sebagai permintaan maaf ku gimana kalau aku mentraktir kamu makan seafood “ ajak David


“ihhh kamu inilah, kan emang kamu yang selalu traktir aku makan”sahut ku


“Jadi kamu mau apa? “ tanya David


“Aku mau kamu jangan dekatin dia lagi” pinta ku


“loh kenapa? diakan satu jurusan ku" jawab David.


"aku ga suka sama dia, setiap kali kalian ngobrol kamu pasti mengabaikan aku. kamu sering lupa sama aku kalo sedang bersama dia" sahutku sedikit membentak.


"Nandini (sembari memegang pipi ku) aku tidak pernah melupakan mu. walaupun aku sibuk dengan apapun atau dengan siapa pun aku ga akan melupakan mu. hanya saja kita tidak boleh mengabaikan orang lain" timpal David.


"terserahlah" aku membuang wajah dengan ekpresi marah.


"ya udah deh, mulai sekarang aku akan menjauhinya" sahut David.


"janji" sembari melempar senyumku kepadanya.


"yah aku janji. tapi jangan marah lagi ya" sahut David.


Aku tersenyum menggandeng tangan David mencari makanan seafood.


aku tau David akan menjauhinya demi aku, karena aku tau dia akan melakukan apapun untuk membuatku bahagia dan menjauhi yang akan membuat ku sedih. karena sebesar itulah cintanya.

__ADS_1


***


__ADS_2