Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
228.Bab 227


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Belakang ini Sifa sudah sering mendapatkan kontraksi palsunya.


Dia yang notabene seorang dokter tentu saja paham hal itu sehingga membuatnya untuk tidak terlalu panik.


''Mas.''panggil Sifa dengan lirih sambil berusaha mengatur napasnya.


''Mas.''panggilnya lagi berusaha membangunkan sang suami yang masih terbuai ke alam mimpi.


''Mas...ish.''desisnya.


Kevin yang terusik dalam tidurnya pun berusaha untuk membuka mata.


''Iya sa....''kata Kevin sambil menguap dan mengucek matanya.''Sayang kamu kenapa?''seru Kevin begitu melihat sang istri meringis kesakitan.


''A...aku...kayaknya mau melahirkan mas.''jawab Sifa.


''Kamu serius sayang?''tanya kevin aneh dan di angguki oleh Sifa.


''Aduh mesti ngapain.''panik Kevin yang langsung berdiri dari tidurnya.


Serasa blong pikiran Kevin sehingga tak mampu dirinya untuk berfikir dengan jernih.

__ADS_1


''Mas!''seru Sifa yang melihat Kevin panik sendiri.''Sekarang kamu mendingan bangunin mama dan papa bilang kalau kita mau kerumah sakit.''kata Sifa.


''Oh iya sayang.''jawab Kevin lalu hendak melangkah keluar kamar.


''Mas mau kemana?''tanya Sifa.


''Mau bangunin papa dan mama sayang.''jawab Kevin.


''Pakai handphone saja.''kata Sifa.''Sekarang kamu telpon mereka.''lanjutnya.


Bukannya apa-apa Sifa cuma gak mau menciptakan kehebohan di watu dini hari seperti ini.


Karena para penghuni rumah yang lainnya pasti sedang asik terlelap terbuai mimpi dan jika kevin sampai mendatangi kamar orangtuanya sudah dapat di pastikan akan terjadi kehebohan di sana.


''Hubungi Luna dan rumah sakit yank.''seru Sifa lagi .


Cklek


''Sayang kamu gak apa-apakan?''tanya mam Iren yang sudah panik.


''Aku gak apa-apa ma tapi kayaknya cucu mama sudah mau melihat indahnya dunia.''kata Sifa.


''Ayo sayang.''kata Kevin sambil mau menggendong Sifa.

__ADS_1


''Sebentar mas.''kata Sifa.''Ma pa Sifa minta maaf kalau selama ini sofa ada salah sama mama dan papa atas segala kesalahan Sifa yang baik di segala ataupun tidak.''ucap Sifa pada kedua mertuanya.


''Iya sayang kamu sudah memaafkan dan kami juga minta maaf.''sahut mam Iran yang di angguki oleh Sifa juga senyuman.


******


''Emmm tunggu Vi kita juga mau ikut ''cegah mama Iren.


''Ma...bukannya Sifa gak mau mama ikut tapi siapa nanti yang bakal bantu awasin Kendra ma.''kata Sifa.''Sifa titip Kendra ya ma.''pintanya lagi.


''Iya sayang dan benar ucapan kamu.''kata mama Iren.


''Tas kamu yang mana yank?''tanya Kevin karena dia pernah melihat sang istri memasukkan segala keperluan melahirkannya kedalam sebuah tas.


''Itu mas ada di dekat meja rias.''sahut Sifa.


''Biar papa bawakan sampai mobil.''kata papa Adi.''O iya biar mama yang ada di rumah...papa akan tetap ke rumah sakit untuk menemani serta memberi dukungan untuk kalian berdua.''ucap papa Adi dan di angguki oleh Sifa dan Kevin.


Sifa di gendong ala bridal style oleh Kevin sampai kedalam mobil.


Panik...jelas itu yang dirasakan oleh Kevin namun sebisa mungkin dia bersikap untuk tenang karena dia harus memberi support untuk istri tercintanya.


Di mobil pun Sifa berusaha untuk tenang sambil mengatur pernafasannya bahkan untuk mengalihkan kepanikannya dia berusaha terus mengajak ngobrol sang suami atau papa Adi.

__ADS_1


__ADS_2