Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
167.Bab 166


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Ya gak bisa gitu kak.''kata Sifa.


''Bener kak...karena ada banyak pekerja yang menjadi tanggunganku.''sahut Kevin.''Kalau sampai perusahaan kolaps bakal ada berapa orang yang kehilangan pekerjaan...akan ada berapa keluarga yang susah untuk sekedar makan dan akan ada berapa anak-anak yang akan ikut kena imbas mengenai biaya pendidikannya.''terang Kevin.


''Iya bener juga sih ya.''kata Nia.


''Jadi walaupun liburan aku harus masih tetap bekerja dan memantau semuanya dan aku bukan tipe orang yang hanya ingin mengandalkan anak buah saja tapi harus tutun tangan langsung.''kata Kevin lagi.''Sampai ada yang cemburu sama laptop dan ponselku...''kata Kevin sambil melirik ke arah Sifa sehingga membuat semuanya tertawa.


''O iya kenapa kamu gak resign aja dan mengelola rumah sakit mahar dari Kevin dek?''tanya Arman.


''Rumah sakit yang jadi maharku ya rumah sakit tempat Sifa kerja kak.''jawab Kevin.


''Yang bener kamu dad?''tanya Sifa ya g sedikit kaget karena dia belum sempat melihat surat-surat rumah sakit yang diberikan sebagai mahar untuknya.


''He'em.''jawab Kevin sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


''Kok bisa?''tanya Sifa lagi yang masih belum percaya.


''Iya itu sebenarnya rumah sakit milk aku cuma selama ini yang mengelola si Vito.''jawab Kevin santai.


''Aku kok gak tau?''kata Sifa.


''Ya iyalah gak tau...hanya para petinggi rumah sakit aja yang tau tentang hal ini.''sahut Kevin.''Kalau yang lainnya taunya itu rumah sakit milik si Vito...iyakan?''tanyanya balik.


''Iya.''jawab Sifa.


''Vito itu masih ingin menjadi dokter bukan CEO makanya dia minta kerja di rumah sakit aku.''kata Kevin.''Akukan sudah terlalu sibuk dengan perusahaan karena Kemal sama Kania lebih memilih bisnis mereka sendiri...jadi ya aku serahin aja sama Vito untuk di kelola.''jelasnya.''Kayaknya paling lama tahun depan si Vito sudah hengkang dari rumah sakit.''kata Kevin lagi.


''Karena siap gak siap...mau gak mau dia harus mengambil alih perusahaan farmasi milik keluarganya...kasihan juga sama ayahnya yang sudah usia lanjut kalau harus mengelola perusahaan.''tutur Kevin.


''Lagian ya sudah enak-enak jadi CEO punya perusahaan besar malah milih jadi dokter.''ujar Nia.


''Karena impiannya ingin jadi dokter kak bukan pengusaha.''jawab Kevin.''Makanya dia ingin mencicipi rasanya menjadi dokter sebelum terjun jadi pengusaha...ya hitung-hitung impiannya sudah tercapai lah walau hanya sebentar paling tidak sudah tau rasanya.''sambung Kevin.

__ADS_1


''Terus kenapa kamu mendirikan rumah sakit dad padahal kamu sudah ada perusahaan?''tanya Sifa.


''Buat investasi sayang...lagian itu adalah rumah sakit pribadi milikku sendiri.''jawab Kevin.''Sama halnya dengan Kemal yang punya cafe sendiri juga Kania yang punya butik miliknya sendiri tanpa campur tangan keluarga dan dengan modal sendiri.''terang Kevin.


''Wih bener-bener keluarga pengusaha.''celetuk Nia.


''Ayah salut sama keluarga kalian karena walaupun kalian anak pengusaha tapi kalian bekerja keras mendirikan dan mengembangkan usaha kalian sendiri.''puji ayah Harun.''Iyakan bu?''tanyanya pada sang istri yang di angguki kepala sebagai jawabannya.


''Ngomong-ngomong sudah malam ni.''kata Arman memberi kode.


''Iya bener,sekarang lebih baik kita semua beristirahat.''kata ayah menimpali.


''Kendra...Ayuk nak kita bobok...''ajak Sifa pada sang putra.


''Mau bobok sama kak Arka.''katanya sambil melirik ke arah Arka.


''Baiklah ayo kita tidur Ken.''ajak Arka begitu mendengar ucapan Kendra.

__ADS_1


''Bolehkan mom?''tanyanya pada sang mommy.


''Iya boleh.''jawab Sifa.''Selamat malam para jagoan mommy...''ucap Sifa dengan senyumannya.


__ADS_2