Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
50.Bab 49


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Kenapa tadi kamu gak mau belanja yank?''tanya Kevin.


''Ya aku kan dari keluarga yang bisa aja mas...kan sayang aja kalau cuma buat belanja pakaian,tas dan sebagainya harus ngeluarin uang yang sangat fantastis buat aku.''jawabnya jujur.


''Kamu itu harus terbiasa dengan semua ini sayang...karena kamu akan menjadi bagian dari keluarga Wijaya.''kata mama Iren.


''Iya ma.''jawab Sifa.


''Dan kamu tau gak Vin masak tadi dia mau bayar pakek uangnya sendiri mau pakek kartunya sendiri...''adu mama Iren.''Untung aja mama lihat jadi mama paksa aja dia buat pakek kartu yang dari kamu.''lanjutnya.


''Ya ampun sayang terus apa gunanya dong tadi aku kasih kamu kartu kalau kamu mau bayar sendiri...''kata Kevin yang merasa gemas dengan kelakuan sang kekasih.


Mungkin kalau wanita lain yang di beri black cart...mereka pasti sudah belanja semaunya sendiri nah ini malah mau pakek uangnya sendiri dan hal ini bikin Kevin geleng-geleng kepala serta tambah yakin dan makin cinta dengan kekasihnya ini.


''O iya kak...ini aku beliin buat kakak.''kata Kania sambil menyerahkan satu paper bag.

__ADS_1


''Kalau ini dari aku kak.''kata Putri yang melakukan hal yang sama.


''Dan ini dari mama.''kata mama.


''Tapi ini gak perlu ma...Kan,Put.''kata Sifa yang semakin merasa tidak enak tapi dia pun juga merasa bahagia karena di terima dengan baik oleh keluarga kekasihnya.


''Sudah terima saja kak...anggap saja ini hadiah sebagai ucapan selamat datang kami untuk kakak yang akan masuk dalam keluarga Wijaya.''kata Kania dan di benarkan oleh mama juga Putri.


''Capek ni...lebih baik sekarang kita semua istirahat dulu.''usul mama Iren.


''Iya ma...aku juga capek baget.''sahut Kania.''Aku kekamar duluan ya...''pamitnya.


''Iya ma.''jawab Sifa.


Satu persatu dari mereka pun akhirnya pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat.


*****

__ADS_1


Dan disinilah Sifa saat ini...di kamar Kendra yang tentunya juga ada Kevin di sana bersama Sifa dan Kendra.


''Ngantuk mom.''rengek Kendra dengan mata yang sudah sayu begitu sampai di kamarnya.''Mau peluk.''rengeknya lagi.


''Ya sudah sini mommy peluk.''ucap Sifa lalu memposisikan dirinya berbaring miring menghadap Kendra dan memeluk bocah itu.


Begitu Kendra sudah terlelap tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang melingkar di pinggang Sifa yang sontak saja membuat Sifa sedikit kaget tapi dia sudah tau siapa pelakunya.


''Ih mas kamu bikin kaget aja deh.''ucap Sifa.


''Aku juga ngantuk mom...pengen peluk.''lirihnya yang tak kalah manja dari Kendra.


''Iya tapi...''kata Sifa yang sedikit merasa tidak nyaman dengan posisi mereka saat ini.


''Cuma gini aja mom...peluk doang...janji gak ngapa-ngapain.''lirihnya.


''Baik,tapi awas saja kalau macem-macem.''kata Sifa.

__ADS_1


''Iya janji.''sahut Kevin.


Akhirnya mereka terlelap bertiga dengan posisi Sifa berada di tengah-tengah antara Kevin dan Kendra...Sifa yang tidur miring berhadapan dengan Kendra sambil berpelukan dengan bocah itu dan Kevin yang tidur miring di belakang Sifa dengan tangan yang memeluk Sifa...benar-benar seperti sebuah keluarga yang sesungguhnya.


__ADS_2