Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
254.Bab 253


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Ini pertama kalinya Sifa meninggalkan baby twins untuk waktu yang cukup lama dan ibu membuatnya sangat gelisah.


''Kamu kenapa?''tanya Kevin saat mereka baru saja melaju menggunakan mobil mewah milik Kevin.


''Aku ngerasa gak tenang ninggalin baby twins dad.''jawab Sifa jujur.


''Sudah tenang saja...mereka pasti baik-baik di rumah lagian nantikan kalau mereka rewel mama bakal hubungi kamu.''sahut Kevin.


''Tapi aku juga gak enak sama papa,mama,aku jadi ngerepotin mereka.''kata Sifa.''Seolah-olah aku nglimpahin tanggung jawab sama kewajiban aku sebagai seorang ibu pada mereka.''tuturnya.


''Udah gak apa-apa,lagian mereka seneng kok bisa main dan jagain cucu mereka.''kata Kevin.''Kitakan juga sudah bilang mau cari baby sitter buat twins tapi mama dan papanya sendiri kan yang gak mau...mereka mau mereka yang urus twins dan Kendra selama kita kerja.''sambungnya lagi.


''Tapi...''kata Sifa.


''Shuttt sudah gak apa-apa yang terpenting walaupun kamu bekerja tapi perhatian dan kasih sayang kamu yang utama pada kami semua.''kata Kevin.

__ADS_1


''Kalau itu mestilah dad...insyaallah.''jawab Sifa.


''Kamu nanti pulang jam berapa?''tanya Kevin.


''Sehabis makan siang mungkin aku sudah pulang dad...sekitar jam 1an.''jawab Sifa.''Aku hanya mengambil pasien kelas VVIP saja jadi yang kelas VIP sudah aku serahin ke dokter lain.''kata Sifa lagi.


''Kamu cuma duduk di kantor...memantau pun gak apa-apa mom,gak perlu ambil pasien buat kamu tangani toh rumah sakit juga rumah sakit kamu sendiri.''kata Kevin lagi.


''Gak apa-apa kok dad,lagian kelas VVIP kan gak begitu banyak pasiennya jadi masih bisa aku handle.''sahut Sifa.


''Inget kata-kataku yank...aku gak mau kalau kamu sampai kecapekan karena harus mengurus rumah sakit,pasien belum lagi aku dan anak-anak,jadi kamu juga harus jaga kesehatan kamu...harus tau batas kemampuan tubuh kamu untuk semua kegiatan itu.''nasehat Kevin sambil menggenggam tangan Sifa


So sweet banget bukan bahkan supir yang ada di depan mereka selalu di buat iri sekaligus kagum dengan keharmonisan rumah tangga majikannya itu.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan lobi rumah sakit milik Sifa yang merupakan mas kawin atau mahar yang di berikan oleh sang suami.


''Jangan lupa pesanku dan jangan lupa minta jemput supir nanti kalau mau pulang.''peringat Kevin.''Aku gak mau kalau kamu sampai naik transportasi umum.''tekannya.

__ADS_1


''Iya dad.''jawab Sifa.''Aku masuk dulu...assalamualaikum.''pamit Sifa setelah mencium tangan Kevin dan Kevin pun seperti biasa memberikan kecupan mesra di kening sang istri.


''Wa'alaikumsalam.''


Begitu sang istri masuk kedalam lobi,Kevin meminta supirnya untuk menjalankan kembali kereta besi mewah itu menuju ke perusahaan miliknya.


*****


Banyak dari staf rumah sakit menyalami serta menegur sapa pada Sifa apalagi setelah sekian bulan dokter cantik favorit mereka itu tidak masuk karena cuti melahirkan.


''Sifa...!''teriak Luna dari arah belakang yang membuat Sifa kaget serta dengan refleks menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


''Sifa kangen...''pekiknya lagi.


''Kebiasaan suka teriak.''tegur Sifa.''Sudah punya suami sama hamil juga.''gerutunya.


''Iya maaf-maaf.''ucap Luna.''Kangen...''katanya lalai memeluk sang sahabat.

__ADS_1


''Hahaha...lebay gak sih ngomong gitu padahal hampir setiap hari kita video call...''kekeh Sifa yang membuat Luna pun ikut terkekeh.


''Beda tau...''ujar Luna.


__ADS_2