Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
doa untuk Nandini (suara hati David)


__ADS_3


dokter meminta aku dan om menyikutinya ke ruangannya. Om sengaja hanya mengajakku dan bukan tante karena om yakin pasti ada kabar berita yang kurang baik.


Kami mengambil posisi ternyaman berhadapan dengan dokter, setelah beberapa menit dokter memperhatikan kertas diatas mejanya, akhirnya dia mulai bicara.


“begini pak, penyakit putri anda bisa bertahan. Penyakit putri anda sudah diderita dan selama ini tidak ada pengobatan yang ia jalani. Sehingga penyakit separah sekarang ini. Saya tidak yakin operasi ini akan berhasil “ jelas dokter


Setelah mendengar penjelasan dokter, aku mulai gemetaran. Jantung ku berdegup kencang. Aku kembali menekan-nekan jari-jariku. Sesekali aku melihat wajah ayah Nandini memastikan dia baik-baik saja mendengar hal ini. Aku bisa melihat betapa terpukulnya hati ayah nandini mendengar berita ini. Saat dia menoleh ke arah ku, aku mencoba tersenyum untuk seakan sedang memberitahukan bahwa semua baik-baik saja.


“Kemungkinan kecil putri anda akan selamat pak. Kita harus banyak berdoa supaya putri anda bisa bertahan dan melewati proses operasinya” lanjut dokter.


“Dok saya mohon sembuhkan putri saya” ayah Nandini memohon sembari menundukkan kepalanya. Begitu tersirat om tidak kuat mendengar berita ini.


“Kami akan berusaha semaksimal mungkin pak”Jawab dokter.


Setelah mendengar penjelasan itu kami melangkahkan kaki keluar dari ruangan dokter. Aku memopong ayah Nandini karena tidak kuat untuk berjalan. Dia syok akan berita yang kami dengar.

__ADS_1


“Nak David tolong jangan beritahu hal ini kepada ibu Nandini” pinta ayah Nandini lirih


Aku hanya menatapnya terdiam


“Saya sudah pernah melakukan kesalahan dengan menduakannya. Saat melihatnya menangis dihadapan saya dulu saya berjanji tidak akan membuatnya menangis lagi” lanjut ayah Nandini.


Mengingat masa dulu adalah ketika ayah Nandini ketahuan selingkuh dengan pembantu mereka. Saat itu keluarga Nandini begitu kacau, saat itu pula kakek Nandini meninggal karena serangan jantung saat mengetahui bahwa putranya telah selingkuh.


“baiklah om, saya ingin keruang doa jadi om masuk duluan keruang Nandini “sahut ku.


Aku berjalan meninggalkan ayah Nandini menuju ruang doa yang tak jauh dari kamarnya.


Aku mengambil posisi berdoa, aku mulai berfikir betapa kuatnya Nandini selama ini. Aku mulai meneteskan air mata ku. Aku tidak sanggup menahannya. Aku bisa merasakan air mata ku mengalir kepipiku. Aku memulai memohon kesembuhan Nandini. Seandainya aku bisa menggantikan posisi Nandini sekarang ini pintar ku kepada Tuhan.


Berjam-jam aku dalam ruangan doa meminta kesembuhan Nandini.


Saatku membuka mata tampak seorang ibu disamping ku memandang ku, aku tidak tau sudah berapa lama ia memandang ku. Sepertinya dia juga meminta sebuah kesembuhan dari Tuhan.

__ADS_1


“kenapa kamu begitu sedih nak? “ tanya ibu tersebut.


“wanita yang saya cintai mengidap penyakit Leukimia stadium c dan besok ia akan dioperasi. Kata dokter kecil harapan ia akan sembuh “ jawab ku dengan lirih dan air mataku terus mengalir.


“Anakku tadi juga sudah melewati masa operasinya dan sekarang ia sudah sembuh” jawab ibu itu mulai menangis.


“Wahhhh cepat juga sembuhnya bu, lalu kenapa ibu sedih? Bukankah harusnya ibu senang? “ tanya ku sedikit bingung.


“Anak ku sudah sembuh dan ia sudah kembali ke surga nak” jawab ibu tersebut sembari menangis sejadi-jadinya.


Aku terdiam kaget, ternyata maksud ibu tersebut adalah anaknya sudah meninggal. Aku menyentuh pundaknya seakan berusaha menyalurkan tenaga ku untuk ibu tersebut


“Saya turut berdukacita ibu. Maaf kata-kata saya tadi” kataku sambil menunduk.


“tidak apa-apa nak, kamu juga harus sabar. Kamu harus beri semangat untuk pacar mu. Saat ini dia membutuhkan mu. Banyak-banyaklah berdoa untuknya” sahut ibu tersebut.


Aku hanya tersenyum dan melangkah keluar. Dalam hatiku ada sebuah penyesalan, kenapa tidak dari dulu aku membawa Nandini kerumah sakit. Aku fikir semua tentang Nandini sudah aku tahu, namun ternyata aku salah. Masih banyak hal yang belum aku tau tentang dirinya. Aku merasa bersalah kepada Nandini.

__ADS_1


__ADS_2