Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
314.Bab 313


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Bujuk yang benar ya Vin..'' seru Nana. ''Jangan sampai jatahmu di potong.'' sambungnya.


Kevin semakin di buat kesal oleh perkataan mantan istri beserta suaminya itu.


Cklek


Saat masih ke dalam kamar dirinya langsung bisa melihat sang istri yang sedang duduk di ranjang.


''Sayang.'' panggil Kevin namun hanya di acuhkan oleh Sifa. ''Sayang...sudah dong ngambeknya...'' kata Kevin lagi namun Sifa masih diam.


''Sa...'' kata Kevin dengan ucapan serta tangan yang menggantung di udara karena sudah lebih dulu di potong oleh Sifa.


''Sana mandi.'' perintah Sifa. ''Aku tak mau kamu menyentuhku sedikit saja bila bekas wanita itu masih ada dan menempel di tubuhnya.'' sambungnya.


''Oh ok...baik...baik sayang, aku akan mandi sekarang.'' sahut Kevin yang tak ingin semakin membuat istri cantiknya itu bertambah marah dan berujung dengan potongan jatah malam.


Sepeninggal Kevin, Sifa pun memutuskan untuk kekamar yang di tempati anak-anaknya untuk menumpang mandi di sana.


Sifa bukan marah pada Kevin, namun dirinya hanya merasa sedikit kesal saja dengan apa yang terjadi tadi.


*****

__ADS_1


''Loh sayang kamu kok...'' kata Kevin dengan jari yang menunjuk ke arah Sifa.


''Aku mandi di kamar anak-anak.'' jawab Sifa.


''Tau gitu tadi kita mandi berdua saja.'' kata Kevin.


''Mana ada, aku masih kesel sama kamu.'' sahut Sifa dengan cepat.


''Sudah dong sayang jangan marah-marah...'' bujuk Kevin.


''Aku gak marah.'' bantah Sifa. '' Cuma sedikit kesel aja.'' sambungnya lagi.


''Lah kan sama aja...'' kata Kevin.


''Iya beda-beda tipis.'' gumam Kevin dalam hati. ''Ingat Kevin dalam rumah tangga itu istri memang selalu benar.'' gumamnya lagi.


''Iya...iya beda.'' sahut Kevin.


''Aku mau tidur...capek.'' kata Sifa lalu membaringkan tubuhnya.


Kevin yang seakan mengerti maksud kode yang di berikan oleh Sifa, langsung ikut berbaring dan merengkuh tubuh yang lelah itu ke dalam dekapan hangatnya.


Mereka berdua tertidur hingga menjelang magrib karena sangking nyenyaknya tidur mereka berdua.

__ADS_1


*****


Kini tiba saatnya Kevin memboyong anak dan istrinya untuk kembali pulang ketanah air.


Sebenarnya ketiga anak-anak Kevin pun mau pulang karena libur sekolah belum usai, tapi mau bagaimana lagi...Kevin punya tanggung jawab lain...tanggung jawab yang sangat besar di pundaknya.


Bagaimana tidak...perusahan bergantung padanya dan apabila perusahaan sampai mengalami kebangkrutan maka sudah dapat di pastikan bahwa akan banyak orang yang sengsara karena kehilangan pekerjaannya.


Akan banyak anak-anak yang putus sekolah,dan lain-lain.


Jadi Kevin serta Sifa berusaha menjelaskan hal itu kepada ketiga anaknya namun dengan bahasa yang di buat sesederhana mungkin agar mudah di mengerti untuk anak-anak seusia mereka.


Ngambek...? sudah pasti, tapi setelah di beri penjelasan mereka pun mengerti dan tak marah lagi.


''Kakak gak mau kalau mereka sampai putus sekolah mommy.'' kata Kendra.


''Iya mommy, gak mau kalau sampai mereka gak punya rumah...nanti mereka mau tinggal dimana.'' sambung Kenan.


''Kasihan...mereka jadi gak bisa makan dan jajan ya mommy.'' timpal Kirana.


Kevin dan Sifa merasa cukup lega dan tentu saja bersyukur karena mempunyai anak-anak yang baik serta berempati tinggi terhadap sesama tanpa membedakan status.


Berteman serta bergaul dengan siapa saja...tidak masalah selama dalam hal yang baik.

__ADS_1


__ADS_2