
❤️ Happy Reading ❤️
Satu bulan telah berlalu saat ini kandungan Sifa sudah memasuki usia tiga bulan...
Selama satu bulan kehamilannya yang kemarin hampir semua orang dapat giliran untuk memenuhi ngidamnya mulai dari Kania,mama Iren,papa Adi,ibu Dewi,Arman dan Nia,Putri dan yang baru-baru ini adalah Kemal.
Kevin pun selalu mengatakan bahwa anak-anaknya itu adil jadi semuanya dapat jatah.
Hari ini adalah hari dimana akan di adakan acara tiga bulanan untuk kehamilan Sifa.
Selain sanak saudara yang mereka undang...mereka juga mengundang para anak yatim piatu dari panti asuhan yang berada di bawah naungan perusahaan keluarga Wijaya.
Mereka juga mengirimkan makanan untuk para lansia di panti jompo yang juga berada di bawah naungan perusahaan mereka.
Tak lupa para tetangga pun juga di undang dalam acara tersebut.
*****
__ADS_1
''Sudah siap sayang?''tanya Kevin saat menghampiri sang istri yang ada di kamarnya.
''Sudah mas.''jawab Sifa dengan mengembangkan senyumannya.
Cup
''Ayo turun...semua sudah menunggu di bawah.''kata Kevin setelah mengecup kening wanita yang sedang mengandung anak-anaknya itu.
''Iya.''jawab Sifa.''Eh Kendra mana mas?''tanya Kevin.
''Ada di bawah sama yang lainnya.''sahut Kevin.
Tak ada gurat kesedihan hanya keceriaan dan kebahagiaan yang terpancar dan mereka rasakan.
Banyak do'a yang terlantun untuk keluarga dan terlebih untuk ibu hamil dan kedua janin yang di kandungnya.
*****
__ADS_1
Lain Sifa lain pula Siska...dia sangat murka serta uring-uringan di rumah orangtuanya Samapi kedua orangtuanya pun tak hadir dalam acara tiga bulanan kehamilan Sifa hanya untuk menenangkan serta menghibur sang putri.
''Kenapa dia bisa mendapatkan segalanya ma...kenapa aku enggak...hiks...hiks...hiks...''tangis Siska.''Ini gak adil buatku ma...gak adil...hiks...hiks...hiks...''tangisnya lagi.
''Tenang Siska...tenang...ingat ada anak yang ada di dalam kandungan yang harus kamu jaga.''nasehat sang mama sambil memeluk sang putri.
''Kenapa ma...kenapa dia bisa terus mendapatkan kebahagiaan sementara aku enggak...hiks..''kata Siska lagi.
Sang mama yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi hanya bisa memeluk tubuh putrinya.
Pasalnya keluarga Erik sama sekali tak membuatkan acara tiga bulanan untuk kehamilan Siska...bahkan semenjak Erik pergi pun sampai saat ini dia tidak pernah menghubunginya...dan keluarganya jika di tanya tentang Erik...mereka memilih bungkam daripada menjawabnya.
Sedangkan sang papa hanya bisa menatapnya nanar dan menghela nafasnya beberapa kali melihat sang putri.
Dia tau kalau putrinya memang sejak awal sudah salah karena telah merusak hubungan Sifa dengan Erik...serta sering kali membuat gara-gara dengan Sifa...mungkin ini adalah teguran dari Yang Maha Kuasa untuk semua kesalahannya di masa lalu...itulah yang ada di benak papa Siska saat ini.
*****
__ADS_1
Sedangkan semenjak dia meninggalkan ibu Pertiwi pikiran Erik hanya terpusat pada pekerjaannya saja...di pikirannya saat ini dia hanya ingin membuat bangga kedua orangtuanya dengan keberhasilannya dalam memegang kendali cabang perusahaan barunya di Paris...sudah cukup untuknya membuat keluarganya kecewa serta menambah beban masalah untuk keluarganya.