
❤️ Happy Reading ❤️
Detik berganti detik...hari pun berganti...dan bulan pun begitu...rumah tangga Erik dan Siska masih saja sama...sering terjadi cekcok dan jauh dari yang namanya keharmonisan.
Semua keinginan yang di impikan bahkan tak ada satupun yang terlaksana...bahkan hanya sekedar honeymoon pun tak terjadi...yang terjadi hanya ribut...dan ribut terus.
Siska yang tak pernah sedikitpun berubah sikap dan sifatnya dengan Erik yang sudah terlalu jengah untuk itu semua.
Mereka hanya akan berpura-pura bahagia dan mesra bila sedang di luar...ya itu semuanya hanyalah sandiwara belaka.
*****
Sekarang kita beralih ke Sifa dan Kevin si pasangan bucin kita.
Setelah begitu banyak drama yang mereka alami...mereka berdua memutuskan untuk menikah sekitar tiga minggu lagi dengan alasan Kendra sudah sangat ingin bisa serumah dengan sang mommy padahal aslinya mah kang ojek yang sudah tidak betah untuk berjauh-jauhan dari sang kekasih...
''Maaf sudah menunggu lama.''ucap Sifa saat menghampiri mobil sang kekasih di pelataran rumah sakit.
__ADS_1
''Gak apa-apa kok sayang.''sahut Kevin.''Nunggu kamu yang beberapa bulan ini saja aku sanggup kok apalagi cuma segini...''goda Kevin yang membuat Sifa langsung merona.''O iya sayang kamu ikut aku dulu ya...''pinta Kevin.
''Kita mau kemana dad?''tanya Sifa lagi.
''Sudah ikut saja dulu...''sahut Kevin.
''Perasaan dari tadi main terus...''celetuk Kevin saat mereka berada di perjalanan.''Sibuk chat'an sama siapa sih?''tanya Kevin.
''Oh ini sama Luna...''jawab Sifa dengan melihat ke arah Kevin.''Biasalah...hanya ngobrol-ngobrol aja...''lanjutnya.
''Kami memang kerja satu rumah sakit tapikan kami beda ruangan dan juga punya urusan masing-masing...punya pasien yang harus kami tangani dad.''jelas Sifa.
''Aku gak suka yank kalau kami sibuk namun ponsel saat bersama aku...aku merasa terabaikan.''celetuknya.
''Mode posesifnya on lagi ni...''batin Sifa sambil sedikit memutar bola matanya saat mendengar ucapan Kevin.
''Huft...iya aku minta maaf.''ucap Sifa kemudian.
__ADS_1
*****
''Kita kok kesini dad?''tanya Sifa saat mereka sudah sampai di tempat tujuan.
''Besokkan kita akan lamaran jadi aku mau beli beberapa barang serah-serahan untuk kamu.''jawab Kevin.''Jadi biar pas dan sesuai dengan selera kamu...aku ajak kamu sayang.''lanjutnya.''Ayo.''ajaknya.
''Kita mau beli apa saja?''tanya Sifa.
''Masuk dan lihat-lihat dulu ya...''sahut Kevin.''O Iya aku hampir lupa...pakaian kamu sama orang rumah sudah di siapain sama Kania dan itu sudah ada di mobil.''sambung Kevin.
''Benarkah?''tanya Sifa dan di angguki oleh Kevin.''Seharusnya gak perlu repot-repot sampai segitunya dad...''kata Sifa tidak enak.
''Gak apa-apa...jangan pernah menolak niat baik seseorang.''kata Kevin.
''Kok Kania gak minta ukuran sama aku dad?''tanya Sifa bingung...bagaimana kalau pakaiannya tidak pas...mending kalau kebesaran masih bisa dikecilin nah kalau kekecilan gimana...
''Kamu lupa ya Kania itu siapa?''tanya Kevin.''Dia itu seorang desainer jadi dengan melihat postur tubuh seseorang saja di pasti sudah bisa memperkirakan ukuran bahkan berat badannya.''kata Kevin lagi.
__ADS_1