
❤️ Happy Reading ❤️
Aku sudah membaca beberapa komen dari bab sebelumnya...aku cuma mau minta maaf kalau banyak yang gak suka cerita Erik dan Siska...tapi sekali lagi ini cuma cerita hasil karangan dan menghalu author jadi kalau ada yang tak berkenan aku sekali lagi mohon maaf🙏🙏🙏
*****
''Pagi ma.''sapa Sifa.
''Pagi.''jawab mama Iren.''Loh kamu kok sudah turun nak?''tanya mama Iren.''Kamu istirahat sana gih gak usah bantuin mama,lagian juga banyak art kok yang bantu.''lanjutnya.
''Mama ini kayak mas Kevin kata-katanya.''sahut Sifa.
''Kami cuma gak mau kalau kamu sama baby kalian kenapa-napa.''kata mama Iren.
''Iya mama...Sifa ngerti dan paham kok tapi Sifa beneran gak apa-apa.''sahut Sifa memastikan.
''Ya sudah tapi kamu duduk sambil bantu kupas-kupas saja jangan banyak berdiri.''kata mama Iren lagi.
''Iya ma.''jawab Sifa.
''Kamu jadi berangkat kerja hari ini nak?''tanya mama Iren saat Sifa membantunya menyiapkan sarapan pagi.
''Jadi ma.''jawab Sifa.
''Kamu yakin?''tanya mama Iren lagi memastikan.
''Iya ma...lagian aku sudah baik-baik saja kok dan kasihan sama anak-anak yang membutuhkan pertolonganku ma.''kata Sifa.
__ADS_1
''Tapi ingat jangan terlalu capek ya...''peringat sang mama mertua.''Dan hati-hati.''katanya lagi.
''Iya ma.''jawab Sifa di iringi dengan senyuman.
Setelah beberapa waktu berkutat di dapur akhirnya hidangan untuk sarapan pagi keluarga mereka pun sudah siap.
''Sudah biar mama saja yang selesaiin jadi lebih baik kamu bantu Kevin bersiap saja sekalian kamu juga siap-siap biar nanti tidak terburu-buru.''kata sang mama.
''Baik ma.''jawab Sifa.''Sifa ke atas dulu.''pamitnya.
Sementara mama Iren masih sibuk melanjutkan pekerjaannya yaitu menata setiap makanan yang di masaknya bersama Sifa di meja makan.
*****
Siang hari saat di rumah sakit Sifa tak sengaja bertemu dengan dua orang penghianat dalam hidupnya.
''Sifa.''seru Siska yang sebenarnya tadi Sifa pura-pura tak melihat mereka berdua.
''Hai Sifa apa kabar?''tanya Siska basa basi.
''Baik.''jawab Sifa.''Kalian?''tanya Sifa sambil menunjuk ke arah duanya.
''Kami berdua juga baik-baik saja bahkan sangat baik.''jawab Siska dengan tangan yang bergelayut manja di lengan kekar Erik.''Kami pergi dulu ya...soalnya kami mau menemui dokter kandungan dulu.''kata Siska lagi dan Sifa hanya cuek saja tanpa berniat untuk menanggapinya lagi.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
''Masuk.''
Cklek
''Selamat pagi dok.''sapa Erik.
''Selamat pagi.''jawab Luna tak kalah ramah.
Sedangkan Siska hanya diam saja tanpa mau terlalu terlibat banyak basa basi pada dokter yang merupakan sahabat dari mantan rivalnya itu.
Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan serta resep obat dan sedikit nasehat demi kebaikan anak yang di kandung Siska akhirnya mereka berdua memutuskan untuk segera pamit dan keluar dari ruangan praktek Luna.
Lagian Erik juga sudah bosan serta jengah harus berpura-pura baik dan mesra dengan Siska.
Kenapa mereka melakukan itu?tentu saja jawabannya untuk menutupi segala apa yang terjadi dalam rumah tangganya.Bagaimanapun mereka berdua sama-sama gengsi kalau sampai ketahuan bahwa rumah tangga mereka bermasalah.
Tanpa di sengaja begitu keluar dari ruangan Luna mereka berpapasan lagi dengan Sifa.
''Sifa.''panggil Siska.
''Iya ada apa?''tanya Sifa.
''Kamu tau gak Fa kalau aku itu sedang mengandung...uhhh aku seneng banget Fa apalagi Erik.''pamer Siska yang bahkan Sifa pun tak menanyakan tujuan mereka datang ke rumah sakit itu.
''Oh selamat ya...''ucap Sifa.
__ADS_1
''Terimakasih.''kata Siska angkuh.''La terus kamu gimana?''tanyanya yang berusaha menyudutkan Sifa.