
❤️ Happy Reading ❤️
Cklek
''Assalamualaikum.''ucap salam Sifa ketika masuki ruangan.
''Wa'alaikumsalam.''jawab Nana juga Carlo.
''Maaf kami sedikit terlambat.''ucap Sifa.
''Oh tidak apa-apa kok...kami juga belum lama sampai.''sahut Nana.''Ini...''kata Nana.
''Sayang salim dulu sama tante dan om.''kata Sifa pada ketiga anaknya.
''Baik mom.''jawab ketiganya.
Satu persatu mereka menyalami dengan takzim Carlo dan Nana...baik Kenan,Kirana juga si sulung Kendra.
Deg
Saat menyentuh tangan Kendra saat bersamaan membuat jantung Nana serasa berhenti berdetak...dirinya terdiam terpaku melihat sang putra di hadapannya.
''Putraku.''batin Nana sehingga tak sadar air matanya menetes begitu saja.
''Tante kok nangis?''tanya Kendra yang membuat Carlo,Sifa,Kevin bahkan si kembar langsung menatap Nana.
''Sayang.''lirih Carlo yang langsung merangkul pundak Nana sehingga membuat Nana tersadar dari lamunannya saat melihat Kendra.
''Eh...''kaget Nana yang langsung mengusap air matanya.''Bolehkah tante memelukmu?''tanya Nana.
Kendra pun sebelum menjawab menoleh kearah sang mommy untuk meminta persetujuan dan begitu melihat mommynya mengangguk barulah Kendra menjawabnya.
__ADS_1
''Iya boleh tante.''jawab Kendra setelah sang mommy mengizinkan.
Melihat Kendra di peluk Nana...entak kenapa perasaan Sifa menjadi bergemuruh dan tak terasa air matanya pun menetes.
''Sayang.''bisik Kevin merangkul sang istri untuk menenangkan.''Kamu bisa...pasti bisa...karena istriku wanita yang kuat.''kata Kevin memberi semangat dan menguatkan.
''Iya mas.''sahut Sifa tak kalah lirih lalu mengusap air matanya supaya ketiga anaknya tak melihat kalau dirinya menangis...dia tak mau kalau sampai anak-anaknya ikut bersedih kalau melihatnya bersedih.
''Tante....''panggil Kendra karena merasa Nana sudah memeluknya terlalu lama.
''Eh iya maaf-maaf sayang...Tante kelamaan ya meluknya.''kata Nana.
Kendra pun kemudian berjalan kearah orangtuanya.
''Ih mommy sama daddy kok pelukannya cuma berdua aja.''kata Kendra.''Ikut...''serunya kemudian.
''Kita juga ikut.''kata si kembar yang membuat Sifa langsung merentangkan kedua tangannya,alhasil jadilah mereka pelukan berlima.
''Iya kamu benar dan keluarga mereka terlihat harmonis sekali.''sahut Carlo.
''He'em.''jawab Nana.
''Sudah yuk sekarang kita duduk dulu.''kata Sifa kemudian pada suami serta anak-anaknya.
''Tante dan om ini siapa mom?''tanya Kenan.
''O iya kakak baru inget bukannya om ini yang waktu itu ketabrak sama kakak waktu di mall ya...''kata Kendra.
''Iya benar sayang dan om sama tante ini teman Daddy dan mommy.''jawab Sifa.
''Kok kita gak pernah ketemu atau lihat mom?''tanya Kendra lagi.
__ADS_1
''Ehm memang kalian belum pernah ketemu sayang...karena om dan tante tinggalnya di luar negeri.''jawab Kevin.
''Sampai lupa...kalian mau pesan apa sayang?''tanya Sifa menawarkan pada ketiga buah hatinya.
Mereka bertiga pun memesan makanan dan minumannya begitu pula dengan Sifa dan Kevin.
Cklek
''Ma...''panggil satu bocah laki-laki yang baru masuk keruangan itu bersama sang pengasuh di belakangnya.
''Eh sini sayang.''kata Nana.''Kenalin ini teman mama sama papa.''kata Nana.
''Wah siapa ini?''tanya Kendra dengan ramah.
''Charli Tante.''jawab charli sambil menyalami mereka satu persatu.
''Pinternya.''puji Sifa.
''Charli ini putraku sama suamiku...Carlo.''kata Nana menjelaskan sambil merangkul sebelah lengan Carlo.
''Umur berapa Na?''tanya Sifa.
''Tujuh tahunan.''jawab Nana.
''Kakak kelas di kembar berarti ya.''kata Sifa.
''Oh jadi mereka berdua ini kembar?''tanya Nana.''Pantesan...''sambungnya lagi.
''Iya mereka berdua kembar.''sahut Sifa.
Pertemuan pertama yang semula suasananya haru...sedih berubah menjadi seperti tak ada apa-apa.Mereka mengobrol bersama seperti layaknya sebuah teman dan memang hal itu yang inginkan Sifa karena menyimpan sebuah dendam tak akan ada artinya...hanya akan mengotori serta menambah beban di hati dan pikiran kita saja.
__ADS_1