
Hari ini begitu cerah, aku melangkahkan kaki menuju meja makan. Ibu sudah menyiapkan beberapa roti dan air putih hangat untuk ku.
“Sayang kamu yakin hari ini mau ngampus? “tanya ayah.
“iya yah, aku bosan dirumah. Ga da teman” jawab ku.
“Nak lebih baik kamu istirahat dulu. Kamu masih belum sembuh total “ pinta ibu.
“aku sudah kuat kok ma, aku ingin beraktivitas “ jawab ku.
Mendengar jawaban ku ayah dan ibu terdiam. Aku tau mereka sangat cemas dengan keputusan ku. Aku sangat bosan dirumah, tiap saat yang aku fikirkan hanya David. Aku ingin melupakannya dengan beraktivitas.
Sudah sebulan setelah kepulangan dari rumah sakit, hari ini aku berangkat kekampus, aku berangkat bersama ayah dan ibu. Tidak seperti sebelumnya kemana-mana aku selalu bersama David.
Aku begitu semangat untuk ngampus hari ini, namun setelah sampai didepan kampus semua mahasiswa menatap ku dengan tatapan jijik, tapi aku mengabaikannya. Sampai akhirnya aku berpapasan dengan doni. Yahhh doni anak konglomerat yang dulu mengejar-ngejar ku, semua dia lakukan demi aku. Tapi itu dulu tidak lagi sekarang. Karena sekarang aku berpapasan dengannya menggandeng seorang wanita. Dia melemparkan senyum sinis terhadap.
“Dulu kamu adalah primadona Nandini tapi sekarang kamu buruk rupa” ledek doni.
Mendengar hal itu mahasiswa lain tertawa terbahak-bahak.
Aku mengabaikannya dan menuju toilet. Semua orang yang berpapasan dengan menatap ku. Aku bercermin dan mendapati diriku amat buruk. Aku hanya sanggup mengikuti pelajaran sesi pertama dan langsung pulang.
__ADS_1
Bukan karena sakit tapi karna malu. Semenjak saat itu aku tidak ingin kembali ngampus.
Sesampai dirumah aku menangis sejadi-jadinya, tidak ada lagi yang menganggap ku teman. Tidak ada lagi yang menginginkan ku. Sampai malam aku tetap menangis. Aku kembali mengingat David, aku merindukannya “dimana kamu David?” sembari menangis aku memeluk fotonya. “kenapa kamu tega ninggalin aku David?aku membutuhkan kamu” menggerutu dalam hati. Biasanya David selalu membelaku. Dia akan melakukan segalanya untukku, tapi saat ini dia tidak ada bersamaku. Aku menangis sejadi-jadinya sampai membuat ibu ku langsung masuk kekamar ku menghampiri ku. Dia pasti sangat cemas mendengar aku menangis.
“nak kamu kenapa? “tanya ibu sambil membelai rambut pendek ku.
Yahh rambut ku sangat pendek, bahkan hampir sama panjangnya dengan rambut David. Namun bedanya rambut ku tidak teratur ukurannya.
“ma... Hari ini teman-teman kampusku mengolok-olok ku” Sambil memeluk ibu aku semakin menangis.
“sabar nak, kamu harus kuat. Cepat atau lambat kamu akan kembali seperti dulu. Lagian putri mama tetap cantik kok”hibur mama.
“ma... Aku rindu sama David ma” sahut ku
“kenapa dia tega ninggalin aku ma... “ tanya ku kembali.
“nak, David tidak tega. Ayahnya sedang sakit dan membutuhkannya juga. Mama yakin dia juga tidak mau meninggalkan mu disini. Tapi dia tidak ada pilihan. Sabar ya nak, nanti dia pasti kembali “ ibu kembali menghibur.
Aku mulai tenang dengan kata-kata ibu. Walaupun masih tidak Terima kenapa dia meninggalkan ku tapi aku yakin dia pasti kembali.
“nak apa kamu mencintai David? “ ibu memecahkan lamunanku
__ADS_1
“ga tau ma, hanya saja saat ini aku merindukannya dan membutuhkannya” jawab ku.
“kalau begitu kamu harus berusaha sembuh total, supaya nanti David datang kamu udah sembuh dan udah cantik seperti dulu” bujuk mama.
“Iya ma, aku akan berusaha supaya David menemuiku tidak jelek lagi “ sahut ku
Ibu melepaskan pelukan dan meninggalkan ku dalam kamar ku. Setelah menekan stop kontak lampu ruangan kamar ku, ruangan itu tampak remang. Air mata ku masih mengalir.
“y Tuhan sampai kapan aku melalui semua ini? “gumamku dalam hati.
Keesokan harinya
Aku tetap melakukan kemoterapi dan dokter memberikan beberapa pil untuk vitamin kulit. Aku bertekad harus kembali seperti dulu. Wanita cantik yang disukai banyak orang. Aku makan banyak dan melakukan beberapa perawatan. Aku juga olahraga stiap harinya walaupun dibawah pengawasan suster. Yahhh sekarang aku memang memiliki teman yaitu suster yang yang datang kerumah setiap harinya. Dia membantu ku merawat diriku. Berbagai hal aku lakukan supaya kembali seperti dulu. Sampai 3 bulan akhirnya suster itu tidak datang lagi.
Sebenarnya aku sedih karena selama beberapa bulan dia setia bersama ku kemanapun. Aku memeluknya dengan erat sebagai tanda perpisahan. Aku bahkan memberi tas kesayangan aku yang dibeli ibu dari Paris sebagai kenang-kenangannya untuknya. Dia meninggalkan rumah ku dengan gembira, yahhh gembira karena dapat tas mahal. Tapi walaupun begitu aku sangat sedih. Hanya dia yang setia dan sabar merawat ku. Aku sangat berterimakasih kepadanya.
Sekarang aku sudah pulih total, aku juga sudah seperti dulu body yang berisi dan wajah yang cantik. Walaupun rambut ku masih BOB tapi aku menyukainya, sangat cocok pada bentuk wajah ku.
“Sudah jangan sedih lagi, ada seseorang yang menunggu dihalaman depan” ibu membuyarkan lamunan ku.
“Siapa ma? “ sahut ku dengan nada kesal
__ADS_1
“Sudah liat sana” timpal ibu.