Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
72.Bab 71


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Apa maksud kamu?''kata Siska.


''Ya silahkan kalian yang pergi dari sini.''sahut Kevin.


''Siapa kamu...cuma orang biasa saja sok-sokan mengenal keluarga Wijaya...''cemooh Siska.


''Beliau adalah...''kata sang manajer yang ingin memberi tahu.


''Saya adalah penanggung jawab hotel ini.''sahut Kevin.''Jadi sudah jelas bukan...silahkan meninggalkan hotel keluarga Wijaya sekarang juga.''sambung Kevin.''O iya satu lagi...wanita yang sudah anda berdua bilang wanita simpanan om-om atau jadi sugar baby adalah calon istri saya jadi saya harap jaga bicara anda.''kata Kevin lagi.


''Cih...baru dapat jabatan begitu saja sombong...''cibir Sifa.


''Mari silahkan tuan dan nona..''ajak manager hotel pada Siska dan Erik untuk pergi dari sana.

__ADS_1


''Awas kamu Sifa...''ancam siska sebelum dia benar-benar pergi.''Kamu akan mendapatkan balasannya karena sudah membuat aku malu...''tekannya.''Dan kamu...kamu akan menyesal karena sudah berurusan dengan keluarga Hendarto...''tunjuknya pada Kevin tapi dia sama sekali tak menghiraukannya.


''Mari tuan...nona.''kata manager hotel lagi dengan para petugas keamanan yang hendak meraih tangan Siska.


''Aku bisa jalan sendiri.''hardiknya pada para petugas keamanan.


*****


''Sayang...kamu tidak apa-apa?''tanya Kevin yang khawatir pada keadaan Sifa tak lupa pula di sedikit mengelus pipi Sifa dengan tangannya dan semua itu tentu saja tidak luput dari pandangan para peserta reuni yang masih ada di sana.


''Aku gak apa-apa...i'm ok.''jawab Sifa lembut sambil memegang tangan Kevin yang masih berada di pipinya disertai seulas senyum yang sangat manis.


''Kalian bisa lanjutkan acara reuninya...''kata Kevin.''Selamat bersenang-senang...''ucap Kevin berikutnya.


Sifa menarik Kevin untuk duduk di bangku yang di dudukinya tadi...di sana Luna dan Egi pun ikut bergabung...

__ADS_1


''Maaf tuan Kevin kenapa anda tadi tidak langsung bilang saja bahwa anda adalah tuan muda Wijaya?''tanya Luna penasaran sekaligus heran.


''Belum saatnya.''jawab Kevin singkat.


Sedangkan di luar sana lebih tepatnya di dalam mobil ada sepasang kekasih yang sedang uring-uringan.


''Sayang...pokoknya aku gak mau tahu kita harus membalas perbuatan Sifa sama laki-laki tadi...''rengek Siska.''Baru jadi penanggung jawab saja sudah belagu...cih.''umpatnya tapi sang pria masih diam tak bergeming.


''Sayang...tapi aneh gak sih masa pria yang hanya seorang penanggung jawab hotel bisa membelikan barang-barang branded ke Sifa ..gak mungkin banget.''kata Siska lagi memprovokasi.''Mungkin pria itu hanya untuk menutupi kebusukan Sifa saja...''tambahnya.


''Dasar ja***g...''umpat Erik dalam hati...sejujurnya dia masih sangat mencintai Sifa tapi nafsu mengalahkannya.


Sedangkan di lain pihak Siska sudah merencanakan untuk mempermalukan Sifa nanti saat acara di tempat sepupunya yang lain yang akan di gelar tidak lama lagi.


Walau sesama pengusaha kenapa Erik tidak mengenal Kevin itu karena tampu kekuasaan kepemimpinan perusahaan utama ada di tangan sang kakak tuan muda Erga Hendarto jadi dia yang lebih banyak bertemu atau menghadiri pertemuan dengan sesama para pengusaha.

__ADS_1


*****


Maaf ya...konfliknya gak seru ya...aku susah banget kalo mau bikin konflik yang berat-berat gitu...gak nyampek pikirannya 🤣🤣🤣...sekali lagi maaf kalau tidak sesuai ekspektasi...🙏🙏🙏


__ADS_2