
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah Kevin dan Sifa serta papa Adi berangkat ke rumah sakit...mama Iren membangunkan Kania.
Tok
Tok
Tok
''Kan.''seru mama Iren.
Tok
Tok
Tok
''Kania...Kan...Kania.''panggil mama Iren yang kali ini lebih kencang dari sebelumnya.
__ADS_1
Cklek
''Ada apa sih ma?''tanya Kania dengan masih males-malesan.
''Kan...kakak kamu mau melahirkan.''kata mama Iren langsung memberi tahu.
''Oh.''sahut Kania yang masih belum begitu sadar dan membuat mama Iren sedikit mengernyitkan dahinya melihat respon sang putri yang hanya biasa saja...karena sosok putri Wijaya itu biasanya bisa menjadi lebih heboh dari pada yang lainnya.''Apa ma?!''tanyanya sambil berseru setelah benar-benar sadar.''Mama tadi bilang apa?''tanyanya lagi untuk memastikan apa yang di dengarnya tadi bukanlah sebuah halusinasinya saja.
''Kakak kamu mau ngelahirin.''jawab mama Iren.
''Beneran ma?''tanyanya lagi dan di angguki oleh mama Iren.''Terus sekarang kak Sifa mana ma?''Terus kenapa mama di sini?''tanyanya beruntun sambil heboh sendiri.
''Kamu mau kemana?''tanya mama Iren sambil meraih tangan Kania untuk di cekalnya saat melihat sang putri berjalan melewatinya.
''Mau ngapain?''tanya mama Iren lagi.
''Loh mama itu gimana sih ya tentu saja mau ngelihat keadaan kak Sifa...mama ini gimana sih.''kata Kania.''Kan mama sendiri yang bilang kalau kak Sifa mau melahirkan.''kata Kania lagi.
''Kakak kamu gak ada di kamarnya...mereka sudah berangkat kerumah sakit sama papa.''terang mama Iren.
__ADS_1
''Bilang dong ma dari tadi.''sahut Kania.''Mama sih ngasih taunya cuma setengah-setengah.''lanjutnya.
''Heh makanya kalau mama mau ngomong itu di dengerin dulu jangan langsung mau pergi aja.''bantah mama Iren.
''Hehehe...''kata Kania sambil nyengir kuda.
''Kok mama gak ikut?''tanya Kania.
''Mama di minta buat jagain Kendra.''kata mama Iren.''Kan,mendingan sekarang kamu hubungi Kemal atau Putri...kasih tau kabar ini ke mereka.''perintah mama Iren.
Kania pun langsung melangkah masuk kedalam kamarnya untuk memberitahu kabar tentang Sifa ini pada kakak dan kakak iparnya.
Dan yang di ujung telepon sana pun langsung bergegas bangun dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit guna menemani kakak dan kakak iparnya,tapi sebelumnya mereka akan mampir terlebih dahulu ke rumah utama untuk menitipkan kedua anaknya pada sang mama dan Kania.
*****
Setelah menempuh perjalan kurang lima belas menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit....kebetulan masih dini hari jadi keadaan jalan raya masih sedikit lengan sehingga mereka bisa sampai cepat di sana karena kalau pagi hari bisa di tempuh dengan waktu dua puluh sampai tiga puluh menit dari kediaman Wijaya.
Begitu sampai di lobi rumah sakit sudah berjejer rapi para suster serta dokter yang akan menangani Sifa lengkap ada brangkar dorong juga di sana.
__ADS_1
Kevin menggendong Sifa kemudian meletakkannya di brangkar.Sifa langsung di dorong ke ruang persalinan.
Selain Luna sebagai dokter kandungan di sana juga ada dokter lain yaitu dokter spesialis anak yang ikut standby karena bagaimanapun pasien mereka...orang yang mereka tangani saat ini selain rekan tapi juga atasan mereka...pemilik rumah sakit tempat mereka mengais rezeki.