
❤️ Happy Reading ❤️
''Terimakasih.''kata Siska angkuh.''La terus kamu gimana?''tanyanya yang berusaha menyudutkan Sifa.
''O iya aku lupa pasti kamu sibuk ngurusin anak dari suami kamu itu ya sekarang...jadi baby sister.''sahut Siska lagi.''Jadi wajarlah kalau kamu sampai saat ini belum hamil.''ejeknya.
Sifa tak langsung menjawab namun mengulas senyum manis dahulu.
''Alhamdulillah aku juga sedang mengandung saat ini.''kata Sifa kemudian.
Jder
Niat hati ingin memojokkan malah mendapatkan fakta yang membuatnya semakin panas.
''Ayo...kita harus segera pulang.''ketus Siska lalu berlalu dari sana dan di ikuti oleh Erik sedangkan Sifa hanya senyum sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua anak manusia itu.
*****
Begitu sampai di rumah Siska langsung masuk ke kamarnya sedangkan Erik berbincang dengan orangtuanya dan kakak iparnya karena sang kakak sedang ada di perusahaan.
''Bagaimana Rik?''tanya mama Erik.
__ADS_1
''Siska beneran hamil ma...dan baru dua bulan usia kandungannya.''jawab Erik.
''Kamu yakin kalau itu bukan anak kamu Rik?''tanya tuan Hendarto papanya Erik.
''Yakin pa...kami kan tidak tidur dalam satu kamar setelah perbuatan di yang membuat keluarga kita jadi bermasalah.''kata Erik.''Erik sama sekali tak menyentuhnya lagi.''lanjutnya meyakinkan.
''Jujur saja Rik mama gak mau mengasuh anaknya Siska kalau memang itu bukan anak kamu.''kata sang mama.
''Terus gimana?apa rencana kamu selanjutnya Rik?''tanya papa Erik.
''Erik benar-benar sudah tidak tahan dengan semua ini pa.''jawab Erik.''Persetan dengan tradisi keluarga yang tak memperbolehkan ada perceraian...''serunya.''Erik sudah tak perduli dengan harta warisan sekaipun.''sambungnya lagi.
''Kamu yakin?''tanya papanya lagi.
''Tapi Rik kamu permohonan perceraian kamu gak bakal di terima oleh pengadilan agama karena Siska sedang mengandung...ya meskipun itu bukan dari darah dagingmu.''sang kakak ipar mulai membuka suaranya.
''Aku akan pergi pa...''kata Erik.
''Pergi?''tanya sang mama.
''Ijinkan aku pergi pa...ma.''kata Erik.
__ADS_1
''Maksud kamu apa?''tanya papanya Erik.
''Erik akan pergi keluar negeri untuk sementara waktu.''jawab Erik.''tapi tolong jangan sampai ada yang membocorkan di mana keberadaan Erik.''sambungnya lagi.
''Kamu mau menghindar dari ini semua?mau lari dari kenyataan?''sarkas sang papa.
''Bukan pa.''jawab Erik.''Erik akan kembali setelah Siska melahirkan dan Erik akan langsung menggugat cerai padanya juga akan melakukan tes DNA untuk anaknya.''sambungnya lagi.''Karena seperti kata kakak kalau Erik gak bisa menceraikan dia karena dia sedang mengandung.''katanya lagi.
''Baiklah kamu bisa pergi ke Paris.''kata sang papa.''Kamu bisa sambil menangani cabang perusahaan kita yang baru buka di sana.''usul sang papa.
''Tapi...''kata Erik.
''Kamu tenang saja...kami akan merahasiakan keberadaan kamu di sana.''kata sang papa menyakinkan.
''Baiklah pa...Erik mau.''jawab Erik.
''Terus kamu mau berangkat kapan?''tanya papa Erik lagi.
''Secepatnya pa...bila perlu malam ini juga.''kata Erik.
''Baiklah papa akan minta kakak kamu untuk urus semuanya...kamu nanti tinggal berangkat saja dan kamu tenang saja Siska biar kami yang tangani di sini.''kata sang papa.
__ADS_1
''Terimakasih ya pa...ma...kak karena sudah dukung keputusan Erik dan maaf kalau Erik bisanya cuma bikin masalah terus untuk keluarga ini.''ucap Erik.