
❤️ Happy Reading ❤️
Heri ini di kediaman Sifa cukup ramai karena didalam rumah sudah didekorasi sedemikian rupa terutama di ruangan dimana akan di adakan prosesi lamaran tuan muda Wijaya beserta kekasihnya itu.
Sebenarnya bisa saja mereka melakukan hal ini secara mewah dan glamor tapi sayangnya ibu dokter yang satu itu tidak mau dan masih bisa di tolerir oleh Kevin tapi untuk resepsi pernikahan mereka yang sudah di rencanakan serta di persiapkan oleh Kevin sudah mutlak dan tak terbantahkan.
Tapi jangan salah walaupun hanya di rumah namun dekorasinya di buat seelegan mungkin...dan ya siapa lagi yang bisa melakukan itu...tentu saja karena yang dan kuasa Kevin...
Dia menyewa jasa dekor untuk melakukan semuanya itu serta memilihnya sendiri yang tentu saja dengan nuansa warna kesukaan sang kekasih yaitu baby pink dan violet serta di padu padankan dengan beberapa warna putih di sana.
Satu lagi jangan lupakan soal makanan yang tersedia...bahkan Kevin mengirimnya langsung dari salah satu restoran miliknya yang sengaja hati ini di tutup khusus untuk memesan sajian untuk lamarannya jadi keluarga Sifa hanya perlu menyiapkan kue-kue serta minumannya saja dan tentu saja itu semua atas ide serta persetujuan seluruh anggota keluarga Wijaya terutama tuan dan nyonya besar Wijaya karena mereka tidak ingin merepotkan calon besannya itu.
Semua pakaian yang akan di kenakan oleh keluarga inti mereka juga sudah di siapkan oleh Kania yang notabene adalah seorang desainer muda berbakat.
''Sudah siap Vin?''tanya mama Iren pada putra sulungnya.
''Ehm...sudah ma.''jawab Kevin.
__ADS_1
''Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat...kasihan nanti keluarga Sifa nunggunya kelamaan.''sahut papa Adi.
''Iya pa.''jawab Kevin.
Rombongan keluarga Kevin terdiri dari keluarga inti dan karena mama serta papa tidak mempunyai saudara kandung jadi para sahabat Kevin beserta anak serta istri mereka yang ikut plus keluarga Putri istri Kemal.
*****
''Tegang banget sih kak?''tanya Kania yang berada dalam satu mobil bersama papa Adi,mama Iren sedangkan Kendra ikut dalam mobil Kemal dan Putri.
''Iya nih Kan.''sahut Kevin.
''Gak tau juga ni Kan padahal dulu perasaan gak gini amat...''sahut Kevin lagi,sedangkan mama dan papa Adi hanya tersenyum mendengar percakapan kedua kakak beradik itu.
Di tempat lain ada Sifa yang tak kalah tegang dari Kevin.
''Cantiknya anak ibu...''kata ibu Dewi yang baru saja masuk ke kamar putri satu-satunya itu.
__ADS_1
''Ibu bisa aja...lagian ini juga belum selesai bu'.''sahut Sifa tersipu.''Sudah pada datang bu'?''tanya Sifa.
''Iya itu saudara-saudara sudah mulai pada datang.''jawab ibu.
''Bu...''panggil Nia.''Diminta ayah buat turun...''lanjutnya.
''Ya sudah ibu kebawah dulu ya.''kata ibu Dewi.
''Selesai nona.''kata seorang MUA yang mendandani Sifa dan tentu saja kiriman dari tuan muda Wijaya yang ingin semuanya terlihat perfek.
''Terimakasih ya mbak.''ucap Sifa.
''Wow...kamu cantik banget Fa...''puji Luna.
''Mbaknya tu pinter banget dandaninya.''kata Sifa.
''Bukan nona tapi memang dasarnya saja nona sudah sangat cantik...''kata MUAnya.''Jadi memang pantas saja jika tuan Kevin Wijaya sangat mencintai anda nona...kalian sangat serasi.''lanjutnya.''Ehm...karena sudah selesai...kami mohon pamit.''sambungnya.
__ADS_1
''Sekali lagi terimakasih.''ucap Sifa.