Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
315.Bab 314


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Wah cucu-cucu oma sudah pulang.'' seru mama Iren ketika melihat anak, mantu serta cucunya masuk ke teras belakang. ''Oma kangen loh...'' katanya lagi.


''Eits bukan cuma oma saja yang kangen tapi opa juga kangen.'' sahut papa Adi.


''Kok sudah pulang Vin?'' tanya mama Iren.


''Urusan di sana sudah selesai ma jadi kami pulang.'' jawab Kevin yang sudah mendudukkan dirinya di salah satu kursi dekat sang papa.


''Lah kalian gak jadi liburan dulu?'' tanya mama Iren.


''Kerjaan lagi banyak banget ma...ini saja aku cuma mau istirahat bentar dan bersih-bersih lalu habis itu langsung ke perusahaan.'' jawabnya. ''Ada klien yang minta ketemu, sebenarnya masih besok tapi karena dia mendadak harus ke Belanda jadi minta ketemu sekarang.'' tuturnya.


''Owalah.'' sahut mama Iren.

__ADS_1


''Untung saja anak-anak gak marah ma.'' kata Sifa.


''Pinternya cucu oma sama opa.'' puji mama Iren.


''Baiklah karena daddy kalian sangat sibuk, gimana kalau besok pagi kalian ikut opa sama oma jalan-jalan di mall.'' kata papa Adi yang merasa kasihan dengan ketiga cucunya yang batal liburan karena kesibukan sang ayah. ''Kalian bisa beli apapun yang kalian inginkan dan kalian juga bebas main apa saja nanti di sana.'' sambungannya. ''Gimana?'' tanya papa Adi pada ketiga cucunya.


''Iya mau opa.'' seru Kirana.


''Terimakasih opa.'' ucap ketiganya.


''Nanti mommy panggil kalau sudah waktunya makan siang.'' sambung Sifa.


*****


''Aku sebenarnya jadi merasa bersalah sama anak-anak yank.'' kata Kevin sedih saat dirinya dan Sifa sudah berada di kamar untuk sedikit beristirahat. ''Kita gak jadi liburan karena jadwalku yang terlalu sibuk.'' sambungnya.

__ADS_1


''Iya aku tau gimana perasaan daddy, tapi mau gimana lagi...memang ini sudah konsekuensi dari pekerjaan.'' sahut Sifa. ''Dan aku serta anak-anak berusaha memahami hal itu.'' sambungnya lagi.


''Terimakasih ya sayang, kamu selalu bisa mengerti aku serta mendampingi aku apapun yang terjadi.'' ucap Sifa Kevin. ''Terimakasih juga karena kamu selalu bisa memberi pengertian yang baik...sangat baik malah pada anak-anak.'' imbuhnya.


''Anak-anak kita itu anak-anak yang cukup cerdas dad, jadi mereka sangat mudah mencerna serta memahami apapun yang kita katakan ke mereka.'' sahut Sifa. ''Lagian kami juga tau kalau semua ini daddy lakukan untuk kami juga untuk masa depan anak-anak.'' lanjutnya. ''Satu lagi dad, gak menutup kemungkinan nanti kalau mereka sudah besar mereka bisa saja menjadi workaholic, mungkin itu dampak dari mereka melihat kesibukan daddynya.'' katanya lagi.


''Bisa jadi mom dan itu yang gak aku mau...aku mau mereka bekerja sewajarnya saja.'' sahut Kevin yang tak ingin anak-anaknya jadi gila kerja.


Pekerja keras boleh asal tak gila kerja karena dua kata itu sangat berbeda artinya.


''Mommy tak akan membiarkan itu terjadi dad.'' sahut Sifa. ''Tolong sih dad atur jadwal seperti yang kemarin-kemarin...gak seperti sekarang ini yang sangat-sangat sibuk.'' pinta Sifa.


''Aku usahakan mom, nanti aku akan minta pada asisten aku untuk mengatur ulang semua jadwal...dan kalau bisa di wakilkan akan aku wakilkan saja.'' jawab Kevin yang jadwalnya sangat padat satu bukan belakangan ini.


Kalau biasanya mereka selalu makan malam bersama, tapi sangking sibuknya Kevin beberapa kali melewatkan makan malam bersama keluarganya... beberapa kali keluar kota hingga weekend pun tak ada waktu bersama dan ini yang lebih parah...liburan semester yang gagal.

__ADS_1


__ADS_2