Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
221.Bab 220


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Jangan lupa nanti kalian harus ikut juga.''peringat ibu saat mereka selesai sarapan dan santai duduk di teras belakang karena hari libur.


''Aku gak usah ikut ya bu.''pinta Sifa.


''Harus ikut.''tegas ibu.


''Kalian semua harus ikut.''sahut ayah giliran buka suara.''Jadi nanti kalau kami ini yang sudah tua sudah pada gak ada alias meninggal...tali persaudaraan serta silaturahim masih tetap terjaga.''kata ayah memberi sedikit pencerahan untuk anak-anaknya.


''Acara arisan keluarga hari ini adalah yang terakhir untuk putaran yang kemarin dan ini mau buat baru lagi dengan di ikut sertakan para anak-anak terutama yang sudah pada berkeluarga.''kata ibu memberi tahu.


''Huft sebenarnya aku juga malas ikut.''celetuk Nia.


''Kenapa memangnya kak?''tanya Sifa.


''Males ketemu sama Siska juga mamanya yang suka nyinyir serta sombong itu...bikin telinga pengeng tau gak.''ujar Nia.


''Hust gak boleh gitu.''kata ibu.


''La kamu sendiri kenapa gak mau ikut?''tanya Nia pada Sifa.


''Males aja kak...bikin badmood kalau ketemu yang kakak bilang tadi.''jawab Sifa.

__ADS_1


''Hahaha jadi alasan kita sebelas dua belas dong.''sahut Nia.


''Kok ngasih taunya mendadak bu?''tanya Kevin yang memang gak tau apa-apa.


''Enggak kok,ibu sudah kasih tau Sifa dari beberapa hari yang lalu.''jawab ibu.''Fa,memang kamu gak kasih tau suami kamu ya?''tanya ibu curiga.


''Hehehe enggak bu.''jawab Sifa sambil nyengir.


''Kamu ini ya...''kata ibu.


''Mungkin Sifa lupa bu.''sahut Kevin.


''Aku enggak lupa tapi emang sengaja...''kata Sifa.


''Iya aku emang sengaja gak bilang karena aku juga gak minat mau datang ke sana.''jawab Sifa.


''Pokoknya ibu gak mau tahu...kalian semua harus datang.''kata ibu dengan tegas.''Ibu gak enak dengan para anggota keluarga yang lain kalau kalian gak mau datang.''lanjutnya.


''Yah...''panggil Sifa yang berniat minta pembelaan.


''Dengar dan turuti apa kata ibu kalian.''kata ayah.


Dan mau gak mau mereka pun harus ikut karena sang ibu dan ayah sudah menegaskan.

__ADS_1


''Ingat jam setengah sepuluh kurang kita harus sudah siap dan berangkat karena acaranya akan di mulai pukul sepuluh pagi.''peringat ibu kembali.


*****


Sesuai dugaan begitu sampai di kediaman bude Sri dimana tempat diadakan acara...Sifa dan rombongan keluarganya sudah langsung melihat Siska bersama kedua orangtuanya baru saja turun dari mobil.


Setelah berbasa-basi saling sapa akhirnya mereka masuk kedalam rumah dimana acara akan segera di laksanakan.


Para anggota keluarga banyak yang memuji keharmonisan keluarga Sifa bahkan mereka mengatakan bahwa Sifa dan suami adalah pasangan yang romantis padahal mereka hanya melakukan hal-hal yang kecil berupa mengambilkan Sifa makanan dan minuman,menyuapinnya dan lain-lain yang hanya berupa perlakuan-perlakuan sederhana yang Kevin lakukan dan hal itu semakin membuat Siska geram dan iri dengan rumah tangga sepupunya itu.


''Siska...mana suami kamu?''tanya salah satu kerabat yang hadir


''Iya inikan hari libur masa iya suaminya masih kerja...''kata yang satunya lagi.


''Aduh maaf ya suami aku itu sedang ada perjalanan bisnis keluar negeri.''jawab Siska.


''O iya kamu lagi hamil ya?''tanya mereka lagi yang melihat perut Siska sedikit membuncit.


''Iya..''jawab Siska singkat.


''Berarti samaan dengan Sifa dong.''sahut Nia.''Tapi bedanya suami Sifa itu sangat perhatian dan gak mau jauh dari Sifa karena takut terjadi apa-apa...kalau yang situ malah di tinggal pergi..''timpalnya lagi.


''Kurang aj*r.''geram Siska.

__ADS_1


__ADS_2