Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
92.Bab 91


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Beberapa hari semenjak Sifa dan Kevin bertunangan...ada saja drama yang mereka lakoni hampir setiap harinya...terutama Kevin,dia lebih dan sudah tidak segan lagi menunjukkan rasa posesifnya terhadap Sifa,belum lagi tingkat kemanjaannya yang terkadang luar biasa bahkan melebihi Kendra ya walaupun hanya di tunjukkannya jika sedang berdua saja dengan sang kekasih.


Yang gak boleh deket-deket sama pria lainlah,yang gak boleh senyum-senyum manis sama pria lainlah,gak boleh inilah...gak boleh itulah dan masih banyak lagi yang lainnya sehingga kadang harus membuat Sifa banyak-banyak istighfar serta bersabar dalam menghadapinya...dan Sifa juga berusaha memahami bahwa Kevin yang seperti itu karena semata-mata dia sangat mencintainya.


''Dad...''panggil Sifa saat mereka akan pergi berangkat kerja.


''Hem...''sahut Kevin yang hanya melirik Sifa sekilas karena sedang posisi mengemudi saat ini.


''Lusa bisa temenin aku gak?''tanya Sifa yang membuat Kevin sedikit mengernyitkan dahinya...biasanya langsung ngajak kok ini pekek tanya segala,begitulah kira-kira yang ada di benak duda beranak satu itu.


''Kemana?''tanya Kevin.


''Ke acara nikahannya Siska.''jawab Sifa.


''Iya aku temenin lagi pulakan hari Minggu.''kata Kevin.''Berangkat jam berapa?''tanyanya.


''Pagi dad.''jawab Sifa.''Soalnya keluarga di minta datang pagi.''lanjutnya.


''Ok.''sahut Kevin cepat.


''Terimakasih ya dad.''ucap Sifa.

__ADS_1


''Untuk...?''tanya Kevin.


''Ya karena kamu mau nemenin aku kesana...kalau gak ada kamu gak tau deh aku besok gimana...yang pasti disana akan selalu ada tu di mana namanya drama pernyinyiran.''kata Sifa ngedumel yang membuat Kevin sedikit menarik bibirnya untuk tersenyum simpul.


*****


Sifa dan Kevin melakukan segala rutinitasnya seperti biasanya...Sifa sibuk dengan para pasiennya sedangkan Kevin sibuk dengan para kolega serta tumpukan berkas-berkas bisnisnya.


Tapi selalu yang tidak pernah mereka lupakan yaitu untuk berbalas pesan saat jam makan sing walaupun hanya sekedar mengingatkan untuk tidak melewatkan jam makan siangnya.


Perhatian-perhatian kecil seperti itulah yang semakin membuat sebuah hubungan terlihat atau terasa hangat dan harmonis.


''Loh kita mau kemana dad?''tanya Sifa saat Kevin menjemputnya pulang dan ternyata yang mereka lewati bukanlah kearah kediaman orangtua Sifa.


''Tapi...''kata Sifa.


''Shuttt sudah diem aja dan nanti lihat sendiri kita akan kemana.''potong Kevin yang membuat Sifa diam pasrah tanpa banyak bicara lagi.


Sampailah mereka saat ini di parkiran sebuah bangunan...yang lebih tepatnya sebuah butik.


''Ayo.''ajak Kevin yang membuat kesadaran Sifa kembali.


''Hah...''sentak Sifa yang tadinya sempat larut dalam lamunannya.

__ADS_1


''Ayo sayang...''ajak Kevin lagi.


''I...iya.''jawab Sifa.


''Lagi mikirin apa sih yank?''tanya Kevin.


''Enggak mikirin apa-apa kok.''jawab Sifa.''O iya ngapain kita kesini dad?''tanya Sifa.


''Sudah ayok masuk dulu...nanti kamu juga bakalan tahu kenapa kita di sini.''jawab Kevin.


Kemudian mereka jalan beriringan masuk kedalam butik yang di maksud oleh Kevin tadi.


*****


''Selamat sore...selamat datang di K butik.''sapa salah satu pelayan butik.


''Kakak...kakak ipar.''seru Kania.


''Kania...''sahut Sifa.''Ini butik kamu?''tanya Sifa.


''Iya kak.''jawab Kania.''Ayo keruangan aku saja kak...''ajaknya.


Kevin dan Kania berjalan mengekor menuju ke ruangan Kania.

__ADS_1


__ADS_2