
❤️ Happy Reading ❤️
Ada perasaan lega di hati Sifa dan Kevin karena semuanya berjalan sesuai rencana...damai...berdamai dengan keadaan akan jauh lebih baik dari pada kita selalu menentangnya.
Hati Kevin juga jauh lebih tenang karena melepaskan semua dendam yang ada di hatinya dan seperti yang di katakan sang istri jangan jadikan kejadian kemarin sebuah trauma tapi jadikanlah sebuah pelajaran berharga untuk membuat hidup kita lebih baik dan untuk menempa diri kita agar lebih kuat serta sabar lagi dalam mengahadapi cobaan yang mungkin kedepannya jauh lebih berat.
Tak berbeda jauh dengan Nana...dia pun merasa lega seolah beban yang ada di pundaknya setelah bertahun-tahun terasa terangkat.
Diapun menjadikan hal kemarin sebagai pengalaman berharganya agar lebih menghargai arti sebuah keluarga terutama suami dan anaknya,lebih sabar dalam menghadapi setiap masalah tanpa mengedepankan ego semata.
*****
''Sudah siap semua belum?''teriak mama Iren dari ruang keluarga.
''Ish mama apa-apa sih teriak gitu.''tegur papa Adi.''Jadi pengeng ni telinga papa.''sungutnya.
''Hehehe maaf pa.''kata mama Iren sambil memamerkan deretan giginya yang putih dan terawat.
''Apa sih ma teriak-teriak?''tanya Kevin yang baru saja turun beserta anak dan istrinya.
__ADS_1
''Habisnya kalian itu lama.''sahut mama Iren.
''Sabar dong ma.''kata Sifa.
''Yang lainnya aja belum pada kesini.''kata Kevin.
''Ya kan nanti kalau pada datang kita tinggal cus berangkat.''sahut mama Iren.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Tuh mereka.''kata mama Iren dengan semangat dan langsung berjalan keluar rumah.''Wah barengan gini nyampeknya.''kata mama Iren lagi.
''Karena semua sudah datang jadi gak usah masuk...kita langsung berangkat saja.''ajak mama Iren.
''Semangat sekali jeng?''tanya ibu Dewi.
''Ya ampun besan...sampai gak nyapa lo saya sangking semangatnya...maaf ya.''kata mama Iren dengan sedikit malu plus gak enak sebenarnya dengan sang besan.
__ADS_1
''Iya gak apa-apa jeng.''jawab ibu Dewi.''Saya juga sama seperti Keng Iren kok.''sambungnya.
Sedangkan papa Adi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang istri yang sampai tak melihat kalau besannya ada juga sudah di sana.
''Ya sudah yuk kita berangkat saja.''ajak Kevin.''Tapi ibu,ayah...kenalin ini Nana dan suaminya Carlo serta anak mereka.''perkenal Kevin yang melihat Nana mendekat kearahnya dan sang istri untuk menyapa.
''Saya Nana bu'.''perkenal Nana begitu juga dengan Carlo.
''Saya Dewi...ibu mertuanya Sifa dan ini suami saya...pak Harun.''sahut ibu Dewi dengan ramah.''Kamu itu ibu dari cucu saya kan?''tebak ibu Dewi.
''Eh iya bu'.''jawab Nana dengan kikuk.
''Gak apa-apa,kami biasa saja dengan kami dan kami juga sudah tau semua ceritanya dari Kevin dan Sifa.''kata ibu Dewi dengan lembut.
''Saya memang ibu yang melahirkannya bu',tapi Sifa lah ibunya yang sesungguhnya karena dia yang memberi kehidupan serta kasih sayang yang tulus untuk Kendra.''tutur Nana.
''Masih lama gak kak?''tanya Kemal dengan berseru dari dalam mobilnya.''Keburu siang ni...macet.''serunya lagi
''Iya...iya...dasar bawel.''sahut Kevin.
__ADS_1
Saat ini mereka akan berlibur ke vila mereka yang ada di puncak karena kebetulan hari Jum'at adalah tanggal merah jadi ada waktu libur selama tiga hari.
Nana dan sang suami yang tadinya akan berangkat pulang ke negaranya sore nanti jadi di undur karena di ajak liburan oleh keluarga Kevin.