Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
Ekstra lagi


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari ini Kendra akan berangkat untuk menyelesaikan pendidikannya di luar negeri setelah minggu kemarin dia selesai di wisuda.


Kevin dan Sifa yang berniat untuk mengantarkan sang putra ke negara yang dituju, di tolak mentah-mentah oleh sang putra.


Tapi dengan kekayaan serta kekuasaan Kevin tentunya sudah menyiapkan orang-orang untuk menjaga serta mengawasi Kendra karena baru kali ini sang putra terpisah dari mereka.


''Hati-hati di sana ya kak, jangan sampai telat makan...selalu jaga kesehatan serta yang paling penting jangan lupa untuk sholat.'' nasehat Sifa saat mengantar sang putra ke bandara.


''Iya mom.'' jawab Kendra.


''Jaga diri baik-baik karena kamu berada di negara orang lain.'' kata Kevin.


''Iya dad.'' sahut Kendra.


''Sudah sana masuk, nanti setiba di bandara kamu akan langsung di jemput oleh pegawai daddy yang akan merangkap sebagai asistenmu dalam mengurus cabang perusahaan yang ada di sana.'' tutur Kevin.

__ADS_1


Iya Kendra kesana bukan hanya untuk menimba ilmu saja melainkan juga untuk berusaha belajar mengelola cabang perusahaan sebelum dirinya mengemban tanggung jawab yang lebih besar yaitu mengurus perusahaan pusat.


*****


''Sudah jangan sedih gitu.'' kata Kevin menenangkan sang istri yang saat ini sedang menangis sesenggukan di pelukannya.


Tadi begitu pesawat pribadi yang membawa Kendra lepas landas, kedua orangtua itu langsung keluar...kembali ke mobil mereka.


''Tapi ini adalah kali pertama kita pisah dari dia dad, aku begitu mengkhawatirkannya.'' kata Sifa.


''Aku juga khawatir sama sepertimu mom,tapi ini semua untuk kebaikannya.'' kata Kevin.


''Enggak.'' tolak Kevin dengan cepat. ''Kamu ini apa-apaan mom, biar dia bisa belajar mandiri. ''Lagian aku sama Kenan dan Kirana siapa yang ngurus di sini.'' katanya lagi. ''Biarkan dia belajar mengurus dirinya sendiri...sebelum dia menanggung tanggung jawab yang lebih besar lagi.'' imbuhnya.


''Tapi dad...'' kata Sifa.


''Sudah...nanti kita bisa berkunjung ke sana kapan saja.'' potong Kevin. ''Kita juga bisa memantaunya setiap saat mom.'' sambungnya lagi. ''Sudah diam...nanti Kendra jadi tidak kerasan di sana kalau terus mommy tangisi.'' sambungnya.

__ADS_1


Sifa hanya bisa menganggukan kepalanya yang berada di dalam dekapan sang suami.


*****


Selama beberapa waktu di sana bukannya hubungan Kendra dan sang kekasih memudar malah semakin lengket dalam menjalani hubungan jarak jauh mereka.


Segala fasilitas finansial dari Kendra pun semakin lancar di berikan, dia benar-benar tak sadar jika telah di manfaatkan.


Bahkan untuk menghubungi keluarga saja harus dari yang dirumah menghubunginya dahulu, karena setiap ada waktu senggang selalu dia habiskan untuk menghubungi sang kekasih.


Entah doktrin apa yang telah di tanamkan oleh wanita itu sehingga Kendra sudah sekali untuk berpaling, bahkan segala bukti wanita itu dengan berbeda-beda pria pun sudah di berikan...namun semua itu tidaklah mempan, semua terpatahkan oleh segala alasan dan setiap tutur kata yang terucap dari sang wanita.


Kendra benar-benar sudah di butakan oleh cinta yang salah...cinta yang membuatnya jauh serta tak percaya dengan ucapan keluarganya sendiri.


''Kamu kok masih mau sama dia sih beb?'' tanya seorang pria yang menghampiri seorang wanita yang sedang duduk di sofa setelah menerima telpon dari sang kekasih.


''Jangan merajuk beb...dia adalah sumber uangku.'' jawabnya.

__ADS_1


''Dan aku?'' tanya pria itu lagi.


''Kamu salah satu sumber kepuasanku.'' jawabnya.


__ADS_2