
❤️ Happy Reading ❤️
Kevin dan Shanum selalu menyempatkan diri untuk bergantian dalam mengantar serta menunggu Kendra sekolah walau lebih sering Sifa yang melakukannya,karena mereka tidak mau kalau sampai Kendra merasa di abaikan dan tidak mendapatkan perlakuan seperti teman-teman sekolahnya yang lain yang di tunggu oleh ibunya.
Seperti pagi ini,Sifa mengantarkan Kendra ke sekolah dan selalu bareng dengan Kevin yang akan berangkat ke kantor.
Semenjak Kendra bersekolah,Sifa berangkat ke rumah sakit agak siangan setelah sang putra pulang sekolah namun kalau ada yang urgent dan mengharuskannya berangkat pagi seperti ada rapat maka dia akan meminta sang suami untuk gantian menemani Kendra terlebih dahulu atau kalau mereka berdua bener-bener gak ada waktu di pagi hari maka akan meminta tolong pada Kania ataupun pada Oma dan opa Kendra dan hal itu sangat jarang terjadi.
Dan tanpa sepengetahuan mereka ternyata sejak tadi ada seseorang yang melihat serta memperhatikannya dari kejauhan.
''Pucuk di cinta ulam pun tiba.''ucap orang tersebut.''Aku akan membalaskan ini semua.''ucapnya lagi dengan seringai jahat menghiasi bibirnya.
Orang tersebut terus mengintai dan menunggu sampai tiba waktunya jam sekolah berakhir.
Seperti biasanya Sifa dan Kendra akan di jemput oleh salah satu supir dari keluarga Wijaya.
''Halo apa kabar saudariku?''tanyanya begitu melihat Sifa dan Kendra keluar menuju mobil jemputannya.
__ADS_1
''Kamu...''kata Sifa sedikit kaget.''Aku baik-baik saja.''katanya kemudian.
''Enak ya hidup kamu...bahagia?''tanyanya lagi.''Kamu bahagia di atas segala penderitaan yang aku alami.''lanjutnya.
''Maksud kamu apa?''tanya Sifa tidak mengerti.
''Halah gak usah pura-pura polos dan sok gak tau.''sarkasnya.''Heh...rumah tanggaku hancur...keluargaku hancur...kamu pasti tau itu.''sambungnya.''Kamu pasti bahagia dengan sua ini.''lanjutnya.
''Kenapa kamu bicara seperti itu?''tanya Sifa.''Aku sama sekali gak ada sangkut pautnya dengan semua itu.''kata Sifa lagi.
''Satu yang aku tau bahwa kamu adalah Sumbar dari segala masalah yang aku alami.''sahutnya.''Dan aku mau kamu mengalami hal yang sama.''katanya lagi dengan langkah yang semakin mendekat kearah Sifa dan Kendra.
''Nanti kamu juga bakal tau saudariku.''ucap Siska.
Ya orang itu adalah Siska.Walaupun sudah mengalami segala masalah ini tetap saja dia menyalahkan Sifa dan membenci Sifa.
Semua yang terjadi dalam hidupnya bukannya membuatnya sadar dan belajar dari pengalaman hidup namun masih tetap sama tapi dengan dendam yang semakin membuncah.
__ADS_1
Di tambah lagi dengan tuntutan hidup yang membuatnya mendapat omelan pedas setiap saat dari sang mama.
Sang mama yang selalu marah-marah karena sekarang harus hidup miskin menuntut Siska untuk bisa memperbaiki keadaan perekonomian mereka.
Hal itu membuat Siska semakin memupuk rasa benci dan dendamnya terhadap Sifa.Walaupun semua yang terjadi dalam hidupnya merupakan segala konsekwensi yang harus mereka terima dari perbuatannya namun mereka tetap menyalahkan Sifa penyebab segalanya.
Saat ada mobil yang semakin mendekat dengan laju yang sedikit kencang...Siska langsung menghampiri Sifa dan tanpa di duga Siska mendorong Sifa sehingga tubuh Sifa sedikit terserempet mobil tersebut.
''Argh...''
Brugh
''Mommy.''
''Nyonya.''
Teriak Kendra dan sang supir yang melihat kejadian itu semua.
__ADS_1
''Rasakan itu.''kata Siska
Sang supir lalu bergegas keluar dan menangkap Siska.