Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
155.Bab 154


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Begitu pergulatan panas mereka yang beronde-ronde di kamar maupun di kamar mandi yang membuat mereka mereguk kenikmatan nirwana karena kepuasan serta pelepasan yang mereka dapatkan membuat tubuh serta perut mereka yang mulai keroncongan membutuhkan asupan meskipun jam sarapan pagi mereka sudah lewat malah sudah hampir mendekati jam makan siang.


''Mau makan apa yank?''tanya Kevin.


''Apa ajalah dad yang penting kenyang.''sahut Sifa.''Laper banget soalnya...''lanjutnya.


''Ya sudah aku pesen dulu kalau gitu.''kata Kevin lalu meraih gagang telpon yang ada di kamarnya.


Sambil menunggu makanannya tiba,Sifa lebih memilih untuk merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menonton televisi sedangkan Kevin...jangan di tanya lagi...dia sudah pasti berkutat dengan laptopnya.


*****


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya makanan yang di pesan pun datang.


Kevin memesan nasi putih,juga beberapa menu.



Huni Roshi

__ADS_1


Makanan khas Maladewa yang mirip sekali dengan kebab namun memiliki ukuran yang tipis,biasanya di gunakan sebagai makanan pelengkap untuk di makan bersama Mas Huni.



Mas Huni


Makanan yang terbuat dari campuran ikan tuna cincang dan kelapa serta bawang,cabai dan bumbu lainnya sehingga membuat citarasa yang lezat dan cocok untuk di nikmati sebagai menu santap siang.



Garudhiya


Karena memesan nasi putih maka Kevin juga mesan menu ini.Garudhiya atau bisa di sebut juga dengan sup ikan tuna.Dalam proses memasaknya ikan tuna akan di rebus dengan beraneka ragam bumbu rempah sehingga menghasilkan kaldu yang sangat lezat baru setelahnya di tambahkan dengan limau,bawang bombay juga cabe sehingga membuat cita rasa yang semakin lezat juga segar.



Kevin juga memesan menu ini untuk cemilan,menu yang seperti samosa hanya saja di Maladewa isi bajiya adalah campuran ikan laut dengan bawang bombay.


Entah sangking laparnya atau saking antusiasnya melihat semua makan yang tersaji di meja membuat Sifa langsung saja menyantapnya dengan lahap.


''Pelan-pelan dong sayang makannya.''peringat Kevin saat sang istri sangat antusias menyantap makanannya.''Nanti kamu bisa tersedak lo.''peringatnya lagi.

__ADS_1


''Kamu sih buat aku kelaparan Samapi kayak gini.''keluh Sifa.


''Tapi kamu menikmatinya juga kan sayang.''kata Kevin.


''Sudah tau kalau main lama...nambah mulu.''gerutu Sifa lagi.


''Iya maaf.''ucap Kevin yang merasa bersalah juga sudah membuat istrinya kelaparan seperti ini.''Tapi siapa juga yang terus mendes...''kata Kevin yang terpotong karena Sifa langsung menyuapkan makanan ke mulutnya.


''Untung aku gak tersedak yank.''keluh Kevin setelah menelan makanan dalam mulutnya.


''Siapa suruh kalau ngomong gak di filter.''sahut Sifa.''Awas saja ya dad kalau sampai kamu ngomong gak di filter lagi kalau kita sudah pulang apalagi di antara kita ada Kendra...''kata Sifa.''Gak aku kasih jatah kamu.''ancamnya.


''Ya jangan dong yank...serem banget sih ancamannya.''kata Kevin.


''Aku cuma gak mau aja ya dad pikiran anak aku itu terkontaminasi dengan pikiran-pikiran mesum.''tuturnya.


''Anak aku juga itu yank...aku juga gak mau anak aku gitu.''sahut Kevin.


''Nah itu tau...paham.''kata Sifa.


''Iya...iya kalau ada Kendra gak ngomong aneh-aneh.''kata Kevin lagi.''Tapi kalau cuma berdua gak apa-apakan...''godanya.

__ADS_1


''Terserah.''kata Sifa.


Kevin yang melihat sang istri mulai kesal mengakhiri godaannya dari pada sang istri jadi merajuk dan dia tak mendapatkan jatahnya...rutinitas yang baru di nikmati beberapa hari ini setelah sekian purnama.


__ADS_2