
Aku sudah melewati hari-hari dirumah sakit sudah cukup lama. semenjak selesai operasi aku nyaman dirumah sakit ini. “nyaman?” Gumam ku dalam hati. Bukan nyaman hanya saja sudah beberapa hari aku makan makanan enak dirumah sakit. Tiap pagi selalu tersedia makanan kesukaan ku di atas meja.
Kerena memikirkan hal itu aku jadi teringat David, hanya dia yang tau kesukaan ku. Setiap hari dia selalu membawa ku mencari restoran seafood dan bahkan memasaknya dirumah ku. “kapan dia kembali? “Gumam ku dalam hati.
“Putri anda sudah bisa pulang pak, tapi kesehatan harus di jaga. Dia harus rutin melakukan dua kali seminggu kemoterapi. Nanti Suster akan memberikan resepnya obatnya“ kata dokter itu dengan senang.
Ayah dan ibu sangat bahagia hari ini, setelah berminggu-minggu melihat mereka menangis, akhirnya mereka kembali tersenyum. Sudah sebulan setelah operasi dan David belum datang. Aku sangat merindukannya.
aku sangat berharap dia berada disini dan mendengarkan penjelasan dokter juga. aku berharap dia tau bahwa aku sudah mulai sembuh.
Akhirnya kami meninggalkan rumah sakit. Selama perjalanan aku menikmati lagu Kangen band yang diputar ayah dalam mobil.
Sesampai dirumah akhirnya aku kembali ke kamar ku, tempat ternyaman dalam hidup ku. Begitu sangat rapi dan bersih. Pasti ibu yang melakukannya. Semenjak aku sakit aku akhirnya benar-benar merasakan perhatian dari kedua orang tua ku.
“Nak istirahatlah, kamu mau makan apa? Biar mama masakin? “tanya ibu.
“aku ingin makan gurita da cumi-cumi tumis sambal ma”jawab ku.
__ADS_1
“baiklah ibu akan memasaknya untuk mu” jawab ibu.
Ibu meninggalkan ku dalam kamarku dan menuju dapur. Entah udah berapa tahun aku tidak merasakan masakan buatan ibu.
Aku kembali memikirkan David, aku mengambil handphone ku, aku mencoba menelfonnya.
Ternyata terhubung
“hallo... Hallo nad... Hallo “sahut David dalam telepon. Aku langsung menekan tombol merah.
Aku mulai menangis, aku sangat merindukannya. jantungku berdegup kencang. fikiran ku mulai kacau dan aku gemetaran. Tiba-tiba pesan suara masuk
Aku mulai menangis menyesali perkataan ku. Aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Aku mulai menggurutu menyalahkan diri atas apa yang sudah aku lakukan kepada David. Seandainya waktu dapat diulang kembali aku ingin menerima perasaan David saat dia mengutarakan isi hatinya. Sekarang hanya penyesalan yang aku dapat dari sikap bodoh ku. aku mengambil foto yang terletak rapi diatas meja disamping kasurku. dalam foto itu ada David dan aku. foto
itu diambil ketika masa perkemahan dimela. foto itu diberikan David ketika kami pulang ngampus.
aku memeluk foto
__ADS_1
tersebut seakan berusaha menyalurkan rasa Rindu yang amat menyiksaku. sekarang aku yang merasakan luka yang telah aku tancapkan dihati David
. aku berharap
David kembali
dan memaafkan kesalahanku.
aku meraih ponselku dan membalas pesan suara darinya
"david... kamu dimana (terisak), aku merindukan mu. kapan kamu kembali
" balasku.
aku berharap
David
__ADS_1
mendengar pesan suara ku dan segera kembali menemuiku.
***