Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
283.Bab 282


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Aku jadi merasa takut membayangkan bagaimana reaksi dan respon dari Kendra jika mengetahui bahwa dia adalah ibu kandungnya...wanita yang telah menelantarkannya selama ini.''kata Kevin sambil menerawang jauh.


''Aku juga takut dan khawatir jika membayangkan hal itu.''sahut Sifa.''Nanti kita akan memberitahunya secara perlahan mas...''sambungnya.''Tapi kalau wanita itu sampai berani mengingkari janjinya...oh lihat saja aku akan membuat perhitungan dengannya secara langsung...karena tak akan pernah aku biarkan dia melukai serta membuat sedih putraku untuk yang kedua kalinya.''kata Sifa yang sedikit menggebu di kata-kata terakhirnya.


Kevin dan Sifa keluar dari restoran setelah mereka selesai bersantap siang.


Tujuan awal mereka adalah ke rumah sakit.


''Nanti aku akan berbincang dengan psikolog yang ada di rumah sakit agar kita bisa menemukan kata-kata yang pas untuk memberi tahu Kendra dengan semua kenyataan ini.'.kata Sifa sebelum dia keluar dari mobil Kevin setelah sampai di depan lobi rumah sakit.


''Terimakasih sayang...terimakasih untuk segalanya dan terimakasih juga karena kamu mau sampai berbuat sejauh ini untuknya.''ucap kevin dengan sungguh-sungguh.


''Kamu ini ngomong apa sih mas...Kendra itu adalah anakku juga...aku sudah menganggapnya sama seperti si kembar tak ada bedanya jadi sudah sepantasnya kalau aku melakukan semua ini...karena apa?karena aku adalah mommynya...sampai kapan pun.''tegas Sifa.


''Iya kamu adalah mommynya Kendra selamanya...''kata Kevin.


''Ya sudah aku masuk dulu ya mas...nanti kita bicarakan lagi masalah ini di rumah.''kata Sifa dan di angguki oleh Kevin.''Assalamu'alaikum.''pamitnya.


''Wa'alaikumsalam.''sahut Kevin.


Tak lupa Sifa mencium punggung tangan Kevin dan Kevin pun tak lupa untuk mencium kening Sifa.

__ADS_1


Hal sederhana dan tak membutuhkan waktu yang lama memang tapi hal seperti inilah yang membuat rumah tangga terlihat harmonis serta romantis.


*****


Cklek


Bugh


''Huh.''Sifa membuang nafasnya kasar telah mendudukkan bokongnya di kursi yang didudukinya untuk bekerja.


Di keluarkannya ponsel yang ada di dalam tas miliknya...di buka dan di lihatnya layar ponsel tersebut.


''Nak...kalau boleh jujur mommy sangat takut...kalau boleh egois...mommy takkan mengizinkannya...tapi mommy harus menepis semua rasa itu...menyimpannya serapat mungkin di hati mommy...karena bagaimanapun kamu berhak tau siapa ibu kandungmu yang sebenarnya...di mana letak surgamu berada dan dia juga berhak atasmu...putranya...yang di lahirkannya dengan taruhan nyawanya...hiks...hiks...hiks...mommy sayang kamu...kamu tetaplah malaikat kecil mommy...hiks...hiks...hiks...''kata Sifa dengan menatap dan mengusap dengan tangannya layar ponsel yang menunjukkan photo Kendra.


Tok


Tok


Tok


Karena sudah merasa cukup lama mengetuk pintu dan memanggil si empunya yang punya ruangan akhirnya yang berada di luar ruangan nyolong masuk kedalam.


Cklek

__ADS_1


Di rengkuhnya tubuh yang masih bergetar itu kedalam pelukan.


''Fa...ada apa ini sebenarnya?kenapa kamu menangis seperti ini?''tanya Luna beruntun namun Sifa masih bungkam...hanya suara Isak tangisnya saja yang masih terdengar.


''Ada apa Fa?cerita sama aku.''kata Luna lagi.''Apa kamu ada masalah sama kevin?''tannyanya namun Sifa menggelengkan kepalanya pelan.


''Terus ada apa?kamu kenapa?''cecar Luna.''Biar aku telpon Kevin dulu...dia harus tau kalau kamu seperti ini.''kata Luna.


''Jangan Lun...aku mohon.''kata Sifa dengan tangan yang sudah memegang salah satu tangan Luna yang hendak meraih ponsel dalam sakunya.


''Kalau kamu gak mau aku hubungi Kevin...kamu harus cerita sama aku...ada apa sebenarnya.''kata Luna.


''Baiklah aku akan cerita sama kamu.''jawab Sifa.


''Ini minum dulu...biar kamu lebih tenang.''kata Luna sambil menyodorkan satu gelas air mineral.


Begitu tenang Sifa pun menceritakan masalah yang datang pada dirinya dan suami.


''Ya ampun Fa...kasihan Kendra.''kata Luna setelah cerita Sifa berakhir.''Aku bener-bener gak bisa ngebayangin reaksi dari Kendra.''sambungnya.


Setelah itu Sifa pun mengatakan apa yang di takutinya...sehingga membuatnya resah dan sedih.


''Yang sabar ya Fa...aku yakin kalian pasti akan bisa melewati semua ini dengan mudah.''kata Luna.''Aku tau kamu wanita kuat dan aku juga yakin walaupun wanita itu ibu kandungnya Kendra tapi kamu...kamu yang selama ini menyayanginya dengan tulus,jadi Kendra pasti akan lebih memilih kamu dari pada wanita itu.''kata Luna lagi.

__ADS_1


''Seharusnya aku memikirkan konsekuensinya saat aku memutuskan untuk menikah dengan seorang duda beranak satu dengan status duda karena perceraian bukan status duda karena di tinggal meninggal.''kata Sifa.''Ya ini adalah konsekuensi yang harus aku hadapi bila sewaktu-waktu sang mantan hadir kembali...walaupun tak ingin lagi kembali bersama suami kita tapi kembali lagi untuk bisa dekat dengan anaknya bahkan mungkin bisa saja kembali untuk mengambil hak asuh anaknya.''sambungnya lagi.''Entahlah...aku semakin sedih dan pusing bila memikirkan hal-hal yang belum terjadi seperti ini...''imbuhnya lagi.


__ADS_2