![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
"Kita mau lusa kalian tunangan dulu, gimana Marvel sama Zelia udah siap, kan?"tanya Gino memulai pembicaraan.
Kini keluarga Zelia sedang berkumpul di rumah Marvel untuk membahas pertunangan mereka berdua yang akan di laksanakan lusa.
Zelia membulatkan matanya terkejut."HA? KOK CEPET BANGET PA?"
Clara yang duduk di samping Zelia berdecak kesal."Suara lo, Zel! Udah malem,"tegur Clara pelan membuat Zelia langsung bungkam.
"Kenapa? Atau mau di cepetin?"tanya Juan justru menggoda Zelia.
"Terserah Ayah sama yang lain aja,"jawab Marvel yang dari tadi hanya diam.
Zelia menolehkan kepalanya menatap Marvel yang duduk di samping kirinya dengan kesal."Terserah-terserah aja bisanya."
"Gue denger!"
"Gak peduli gue,"gerutu Zelia menatap Marvel malas.
"Tuh, Zelia keliatannya udah gak sabar bangett pengin cepet-cepet di ikat sama Bang Marvel,"timpal Gea lalu terkikik geli.
"Mulut lo, Ge,"kesal Zelia.
"Bunda sama Mama juga udah nyariin gaun buat kamu, Zel,"ujar Lia.
"Yang milihin Marvel kemaren,"lanjut Nia menimpali.
Hal itu sontak membuat Zelia terkejut."Kok Zelia gak tau?"
"Lo lagi berduka, gara-gara dunia perbebekan lo ada yang mati,"sahut Marvel malas.
Zelia mengerucutkan bibirnya sebal, padahal dia ingin memilih baju yang dia suka, bukan yang di pilihin orang lain.
"Yaudah kita pulang dulu,"pamit Gino kepada Lia dan Juan.
Setelah mendapat jawaban mereka langsung pulang kecuali Zelia yang masih di tahan oleh Gea.
"Zel, Bunda Ayah ke kamar dulu, ya,"ucap Juan di angguki Zelia. Lalu sepasang suami istri itu berjalan meninggalkan ruang tamu.
"Lo mau nginep?"tanya Gea.
"Gak, gue pulang dulu."Zelia bangkit dari kursinya lalu berjalan meninggalkan rumah Gea.
Saat hendak keluar gerbang lengannya di tahan seseorang. Zelia menghentikan langkahnya lalu menolehkan kepalanya."Marvel?"gumam Zelia mengerutkan keningnya bingung.
"Gak usah sedih gitu. Gue pilihin baju yang paling bagus, pasti lo suka,"ujar Marvel. Dia tau dari tadi Zelia cemberut karena tidak bisa memilih gaun untuk tunangan sendiri.
Zelia hanya diam memperhatikan Marvel yang menyenderkan punggungnya di gerbang dengan kedua tangan yang di lipat di depan dada. Jujur Zelia akui, Marvel sangat tampan walaupun hanya menggunakan kaos oblong di padukan celana pendek selutut. Apalagi rambutnya yang acak-acakan menambah kesan badboy pada diri Marvel.
Tiba-tiba Zelia teringat Fara, dia jadi merasa tak enak hati. Apa mungkin Fara akan marah jika tau Zelia dan Marvel di jodohkan. Memang Zelia belum cerita apa-apa tentang perjodohan ini.
"Kenapa?"tanya Marvel yang sedari tadi terus memperhatikan Zelia yang hanya diam.
__ADS_1
Zelia berdehem pelan lalu mengangkat kepalanya menatap Marvel."Vel, kita gak bisa batalin perjodohan ini, ya?"
Marvel mengerutkan keningnya bingung saat mendengar pertanyaan Zelia."Kenapa? Kalo mau di batalin, batalin aja mumpung belum kejadian."
Zelia menggigit bibir bawahnya melampiaskan rasa takutnya saat melihat perubahan di wajah Marvel. Lelaki itu terlihat marah saat Zelia bertanya seperti tadi.
"Ta-tapi kita kan juga sama-sama gak punya perasaan,"ujar Zelia gugup, sebenarnya dia tidak yakin dengan ucapannya barusan.
Marvel mengedikan bahunya acuh."Gue cuma gak bisa nolak kemauan Ayah Bunda."
"Terus buat apa nikah kalo gak cinta?"
"Cinta itu datang karena terbiasa, Zel."
"Tap—"
"Yakin lo gak cinta sama gue?"tanya Marvel memotong ucapan Zelia.
Zelia yang di tatap seintens itu oleh Marvel jadi semakin gugup. Demi apapun Marvel benar-benar sangat tampan malam ini. Zelia memundurkan tubuhnya saat Marvel semakin mendekatinya.
"Kalo gue cinta,"bisik Marvel tepat di samping telinga Zelia. Lalu laki-laki itu pergi begitu saja memasuki rumahnya.
...•••...
Gadis dengan gaun putih panjang tanpa lengan, rambut panjangnya yang sengaja di ikat kuda. Lalu polesan make up tipis sederhana yang tetap terlihat elegan dan menawan. Zelia lagi-lagi memandang penampilannya dengan teliti di depan cermin besar yang ada di kamarnya.
Malam ini tepat pukul 19:00, akan di adakan acara pertunangan antara dirinya dan Marvel. Acaranya di adakan di rumah Marvel yang sudah di dekor dengan demikian rupa. Tamu-tamu yang datang pun hanya dari sahabat-sahabat dia dan Marvel, lalu keluarga besar mereka.
Tok tok tok
"Zel, udah siap, sayang?"tanya Nia yang nongol dari balik pintu.
Zelia langsung berjalan mendekati Mamanya. Dia benar-benar kagum melihat penampilan Mamanya yang malam ini terlihat sangat cantik, walaupun sudah berkepala empat tetapi Mamanya ini masih terlihat muda. Zelia jadi bangga memiliki Mama seperti dia.
"Ma, Zelia kok deg-degan, ya?"cicit Zelia pelan yang di sambut gelak tawa oleh Mamanya.
"Ya ampun sayang, kamu cantik banget si,"puji Nia terkagum-kagum.
Zelia mengerucutkan bibirnya sebal."Jadi biasanya aku jelek, ni?"
"Gak gitu, tapi malam ini kamu terlihat lebih cantik berlipat-lipat,"ujar Nia."Yaudah ayo, tamu udah pada dateng,"lanjut Nia membawa Zelia untuk segera ke tempat acara yang di adakan di rumah Marvel.
...•••...
Marvel menatap pantulan dirinya di depan cermin dengan lekat. Lelaki itu mengenakan tuxedo yang terlihat sangat cocok di padukan dengan kulitnya. Rambutnya yang sedikit berantakan menambah kesan seksi pada Marvel.
Laki-laki itu berjalan dengan gagah menuruni satu-persatu tangga di rumahnya, rumahnya sudah sangat ramai, acaranya di adakan di halaman belakang rumahnya yang luas dan sudah di dekor dengan indah.
"Vel, itu Zelia udah nungguin,"ujar Lia.
"Di mana?"
__ADS_1
"Itu di depan, samperin gih dia sendirian. Di ajak ke belakang langsung,"perintah Lia lalu melenggang pergi.
Marvel kembali melanjutkan langkahnya ke depan. Laki-laki itu berdiri tepat di belakang Zelia yang sedang memunggunginya.
Sedangkan Zelia saat merasakan terpaan nafas seseorang pun langsung membalikkan tubuhnya dan saat itu juga dia benar-benar terpana melihat laki-laki yang berdiri di depannya. Bahkan jaraknya sangat dekat.
"Ma-Marvel,"lirih Zelia gugup.
Marvel menarik sudut bibirnya, lalu menyingkirkan anak rambut Zelia yang tak terikat ke belakang dengan pelan."Kamu cantik,"gumam Marvel.
Dua kata singkat, padat dan jelas tapi mampu membuat Zelia klepek-klepek seperti cacing kepanasan. Bahkan gadis itu tersenyum karena tidak sanggup menahannya. Pipinya merona, ucapan Marvel kali ini terdengar tulus dan lembut.
Marvel yang melihat reaksi Zelia pun terkekeh pelan, dia menggenggam tangan Zelia lalu membawa gadis itu berjalan ke halaman belakang rumahnya. Keduanya terlihat sangat serasi.
"WEH WEH UDAH GANDENGAN AJE LO,"ujar Danil heboh saat melihat kedatangan Marvel dan Zelia. Hal itu sontak membuat semua pasang mata tertuju kepada Marvel dan Zelia.
"Cemiwiw, yang bentar lagi pasang cincin aduhayyyy,"timpal Kenzo rusuh.
Alden dan Rendra pun terkekeh pelan melihat wajah kesal Marvel."Mukanya jangan bete gitu, masa mau tunangan gak seneng,"goda Rendra.
"Selamat, Bro,"ujar Alden seraya menjabat tangan Marvel di dikuti teman-temannya.
"Selamat, Zel,"ucap Kenzo setelah menjabat tangan Marvel berganti dengan Zelia.
"Makasih,"jawab Zelia. Gadis itu melepaskan genggaman Marvel di tangannya.
"YUHUUUU, SELAMAT BABY ZELIA,"pekik Kara yang baru saja datang yang bersama Liora dan Fara lalu Gea di sampingnya.
Mereka cipika-cipiki ala-ala cewek secara bergantian, lalu mengucapkan selamat kepada Marvel dan Zelia.
"Serasi banget, si. Unyu-unyu,"puji Kara lebay.
Zelia hanya tersenyum, lalu pandangannya tertuju kepada Fara yang hanya diam. Gadis itu jadi merasa tak enak hati kepada sahabatnya, dia tau pasti Fara kecewa.
"Em, gue mau ngomong sama Fara bentar, ya,"izin Zelia membuat temen-temennya mengerutkan keningnya bingung.
"Ada ape, ni? Rahasia-rahasiaan, ya?"tebak Kara.
"Enggak, bentar doang,"sahut Zelia lalu menarik Fara untuk menjauh dari teman-temannya.
"Kenapa, Zel?"tanya Fara saat mereka berdua sudah berdiri di depan rumah Marvel yang tak terlalu ramai.
"Gue minta maaf, bukannya gue gimana-gimana. Tapi pas lo ngomong di kelas gue emang udah di jodohin sama Marvel."Zelia mencoba menjelaskan agar Fara tak salah paham.
Fara tersenyum sebentar."Gak papa, santai."
"Sorry ya, Far,"ucap Zelia sekali lagi yang hanya di balas gumaman kecil oleh Fara.
"Yaudah, ayo ke sana lagi,"ajak Fara lalu pergi di ikuti Zelia menuju ke teman-temannya.
Akhirnya acara malam ini terus berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikitpun, hingga acaranya benar-benar selesai.
__ADS_1
...•••...