![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Sepasang manusia yang kini tengah tidur di dalam selimut yang sama semakin mengeratkan pelukan satu sama lain saat udara terasa semakin dingin, Zelia mulai terusik tidurnya saat merasakan tangan kekar yang terus mengusap sudut bibirnya yang terasa perih.
"Marvel,"gumam Zelia masih dengan mata yang terpejam.
"Ini kenapa, hm?"tanya Marvel sambil terus menatap sudut bibir istrinya yang robek.
"Gak papa,"jawab Zelia lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Marvel yang telanjang.
Mereka berdua kini sama-sama tak mengenakan pakaian setelah menghabiskan malam yang panas, dan bodohnya Marvel baru sadar dengan luka di sudut bibir istrinya.
"Siapa yang nampar kamu?"
"Sayang, aku nanya siapa yang lukain kamu?"
"Zelia!"geram Marvel membuat Zelia mau tidak mau langsung menatap laki-laki itu.
"Gak papa, Vel. Lagian cuma masalah kecil dan udah selesai masalahnya,"jelas Zelia jelas saja berbohong.
"Kamu berantem sama siapa, hm?"tanya Marvel lembut seraya mengusap punggung polos Zelia pelan.
"Biasa orang-orang gak jelas, udah jangan di bahas."
Marvel hanya diam terus menatap mata Zelia dengan dalam, tangannya yang semula bertengger di pinggang Zelia kini perlahan-lahan mulai turun hingga berhenti di pangkal pahanya.
Bulu kuduk Zelia langsung meremang, wanita itu mengalihkan tatapannya karena malu terus di tatap sedalam itu oleh Marvel.
"Jangan keluar-keluar sendiri,"gumam Marvel tanpa mengalihkan tatapannya.
"Iya,"jawab Zelia yang sedang memainkan bulu-bulu halus milik Marvel yang ada di dada.
"Jangan iya-iya aja, tapi di lakuin."Marvel dengan sengaja memainkan kewani**taan Zelia membuat sang empu memekik terkejut.
Zelia menatap Marvel kesal, lalu memukul pelan wajah laki-laki itu."Iya bawel, diem deh. Aku masih ngantuk!"
"Udah pagi, sayang."
Marvel terkekeh pelan saat Zelia semakin menyembunyikan wajahnya di dadanya, lalu karena memang dia paling senang jika menggoda Zelia dengan sengaja Marvel mere*mas buah dada wanita itu yang menggantung tanpa busana.
"Marvel!"pekik Zelia dengan mata melotot tajam.
__ADS_1
"Kenapa, hm?"
"Aku masih ngantuk,"ucap Zelia dengan wajah memelas berharap Marvel akan berhenti menggodanya.
"Ini udah pagi, loh."
"Ck, kamu ngeselin banget si! Lagian juga kamu libur, kan?"kesal Zelia seraya menjauhkan tubuhnya dari Marvel lalu membelakangi laki-laki itu.
Marvel semakin di buat tertawa dengan tingkah Zelia, dengan secepat kilat dia membalikkan tubuh Zelia membuang selimut yang sedari tadi menutupi tubuh keduanya sehingga sekarang posisinya laki-laki itu sudah ada di atas istrinya
"Jangan macem-macem, deh. Aku capek, Vel."Zelia paham sekali apa yang Marvel inginkan, apalagi saat laki-laki itu mulai bergerilya menciumi setiap inci di tubuhnya.
"Eunghhh,"lenguh Zelia saat Marvel mulai bermain di vagi**nanya.
Marvel hanya menyeringai lalu semakin membuka lebar paha Zelia sehingga bisa melihat dengan jelas milik wanita itu yang sudah basah dan memerah.
Sedangkan Zelia yang memang masih ngantuk pun hanya diam dengan mata terpejam, membiarkan Marvel melakukan apapun sesukanya. Wanita itu memekik keras saat merasakan benda tumpul dan besar yang memasuki miliknya. Lalu perlahan-lahan tubuhnya terhentak-hentak kuat saat Marvel mulai bergerak liar.
"Buka matanya, sayang."Marvel semakin mempercepat gerakan pinggulnya membuat Zelia mendesah keras, namun mata wanita itu masih terpejam.
"Eunghhh,"lenguh Zelia saat Marvel bermain di payuda**ranya dengan pinggul yang terus bergerak maju mundur.
Tubuh Marvel langsung ambruk ke samping menarik badan Zelia agar menghadap ke arahnya tanpa melepaskan penyatuannya."Kita harus sering-sering kaya gini, sayang. Biar cepet jadi,"gumam Marvel seraya mengusap perut rata Zelia.
Zelia mendengus pelan, lalu menatap Marvel dengan wajah ngantuknya."Lepasin duku, Vel. Punya aku penuh,"ucap Zelia membuat Marvel tertawa pelan karena tau apa yang di maksud Zelia.
Laki-laki itu langsung melepaskan penyatuannya, lalu menarik tubuh Zelia semakin erat ke dalam pelukannya. Menumpukan dagunya di atas kepala wanita itu, tangannya terus bergerak naik-turun mengusap punggung polos istrinya.
"Jangan pernah keluar rumah sendiri tanpa aku,"gumam Marvel setelah cukup lama terdiam.
Zelia yang semula terpejam kini membuka matanya, sedikit mendongak agar bisa melihat wajah Marvel dengan jelas."Kenapa? Aku bukan anak kecil lagi Vel,"balas Zelia dengan wajah kecutnya.
"Buka gitu, sayang. Akhir-akhir ini Alden bilang, kalo Reksa mulai liar lagi."Memang sudah ada 5 hari lebih, Alden memberitahunya bahwa Reksa mulai berkeliaran mungkin mencari Zelia karena kasus kematian Fara yang kembali di selidiki.
Tubuh Zelia sedikit menegang saat mendengar nama Reksa, Marvel tidak tau saja bahwa beberapa hari lalu dirinya bertemu dengan bajingan itu. Bahkan yang melukai bibirnya adalah Reksa, namun Zelia memilih untuk diam daripada Marvel tau lalu dirinya akan semakin dikekang dengan keposesifan suaminya.
"Bisa kan nurut untuk kali ini? Demi kebaikan kamu,"ucap Marvel menatap Zelia dengan tatapan memohon.
Zelia hanya bisa mengangguk pelan, karena pada kenyataannya dia tak bisa berjanji untuk tidak menemui Reksa atau keluar rumah sendiri. Pasalnya banyak hal yang ingin dia selesaikan, termasuk menguak kebusukan Janeta.
__ADS_1
"Aku mau buat sarapan dulu,"ujar Zelia yang sudah duduk sembari mencepol rambutnya asal. Wanita itu meraih gaun tidurnya yang ada di lantai lalu memakainya tanpa mamakai dalaman.
Dia menuruni ranjang untuk mencuci wajahnya sebelum benar-benar ke dapur untuk membuat sarapan.
Marvel memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, selesai itu dia memungut pakaian kotornya yang berserakan di lantai karena kegiatan panas mereka semalam dan meletakannya ke keranjang beserta dalaman istrinya.
Dengan kaos navy serta celana selutut Marvel berjalan keluar kamar untuk menemui istrinya yang sedang menyiapkan makanan.
"Nasi goreng lagi gak papa, kan? Aku lupa kalo bahan-bahan dapur abis,"ujar Zelia seraya meletakkan dua piring berisi nasi goreng ke meja lalu duduk di samping suaminya.
"Gak papa, aku suka."Marvel mulai menyantap sarapannya, sedangkan Zelia menyiapkan air putih lebih dahulu sebelum ikut sarapan.
Mereka berdua sama-sama bungkam, menikmati makanannya sendiri-sendiri tanpa ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.
Mungkin nanti setelah makan mereka akan bekerja sama untuk membersihkan rumahnya, karena semenjak pembantunya keluar Marvel selalu meminta agar mengerjakan tugas rumah bersama. Dia tak ingin istrinya kelelahan.
"Mau jalan?"tanya Marvel yang sudah menghabiskan sarapannya.
"Di rumah aja, ya. Capek,"jawab Zelia yang baru saja selesai mencuci piring kotor.
"Terserah kamu,"balas Marvel seraya berjalan meninggalkan ruang makan menuju ruang tamu di susul Zelia di belakangnya.
"Janeta masih ada kerjasama di kantor kamu?"tanya Zelia yang sudah duduk di sofa.
Sedangkan Marvel kini menggunakan paha Zelia sebagai bantalan kepalanya sembari memainkan game di ponselnya."Enggak, udah selesai dari 2 bulan lalu."
"Kamu gak ada hubungan kan sama dia?"tanya Zelia konyol membuat Marvel tersedak air liurnya sendiri.
"Jangan aneh-aneh, sayang. Aku gak tertarik sama wanita lain selain kamu,"kesal Marvel tanpa menatap Zelia yang sedang memutar bola matanya malas.
"Ck, boong banget! Nyatanya dulu kamu ngehianatin aku,"sinis Zelia.
"Itu bukan kemauan aku, tapi karena keadaan."
"Sama aja ka---"
"Jangan bikin aku marah yang ujung-ujungnya bikin kita berantem,"potong Marvel seraya beranjak dari tidurnya lalu meninggalkan Zelia begitu saja.
...•••...
__ADS_1