Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[13]. Pertengkaran


__ADS_3

Zelia yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya pun langsung turun tangga mendekati meja makan yang sudah ramai.


Zelia menarik kursi di samping Clara lalu segera menyantap sarapannya."Kak, gue nebeng, ya."


"Loh kok gak sama Marvel?"bingung Clara.


"Iya, Zel. Biasanya juga sama Marvel,"timpal Jordan.


"Mau, gak? Kalo gak, naik taksi aja."Zelia langsung bangkit dari kursinya dan menyalami tangan Mamanya lalu segera pergi. Papa Zelia sedang di luar kota dengan Ayah Marvel.


Zelia berjalan keluar gerbang rumahnya dan langsung menghentikan taksi yang lewat. Lalu segera pergi ke sekolahnya.


Zelia yang sudah turun dari taksi langsung masuk ke dalam area sekolahnya yang terlihat sudah ramai.


Langkah Zelia terhenti di tengah-tengah lorong sekolahnya saat tubuhnya di hadang oleh Marvel, di belakang laki-laki itu ada Kenzo dan yang lainnya.


Karena tau diri akhirnya mereka meninggalkan Marvel dan Zelia berdua untuk berbicara, mungkin ada masalah pribadi.


"Kenapa berangkat duluan?"


"Biasanya juga gak bareng."


"Marah?"


Zelia memutar bola matanya malas."Enggak, awas gue mau ke kelas."


Marvel menahan lengan Zelia saat gadis itu hendak pergi."Kenapa?"


"Apa si, Vel?"


"Ka—"


"Hai, Vel. Ayo kita harus ke ruang osis sekarang,"ujar Janeta yang baru saja tiba.


Zelia memutar bola matanya malas."Tuh, kesayangan kamu udah nungguin,"ucap Zelia lalu segera pergi meninggalkan Marvel.


"Gue duluan,"pamit Marvel kembali melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya baru ke ruang osis.


Zelia meletakan tasnya dengan kasar ke meja gadis itu, hal itu jelas saja membuat temannya berjengit kaget.


"Kenapa si, Zel. Pagi-pagi kok udah masam gitu mukanya?"tanya Kara menolehkan kepalanya.


"Gak papa,"jawab Zelia jutek.


"Lo berantem ya sama Bang Marvel? Dari dua hari lalu lo gak pernah main ke rumah?"Gea menatap Zelia yang sudah duduk di sampingnya.


"Gue masih kesel, Ge, sama kejadian waktu itu,"jelas Zelia.


"Oasu! Yang lo bilang Marvel nganterin Mak lampir itu?"heboh Kara.


"Tapi, Zel. Lo yakin si Janeta gak sengaja tu pura-pura sakit?"Liora yang dari tadi hanya diam ikut menimpali.


Fara yang dari tadi diam di kursinya pun bangkit lalu ikut nimbrung dengan temannya."Iya, Zel. Kaya gak tau aja Janeta kan licik orangnya."


"Eh, gue denger-denger Maura meninggal gara-gara kena penyakit gagal ginjal kronis,"ujar Gea tiba-tiba mengalihkan topik.

__ADS_1


"Ha? Serius, Ge?"tanya Kara. Yang lainnya pun ikut terkejut.


"Iya, gue denger dari Bella. Sebelum Bella pindah dia pernah cerita ke gue. Inget kan semenjak kejadian itu Bella langsung pindah ke luar negri katanya. Jadi tu Maura udah lama kena gagal ginjal kronis, tapi yang bikin gue heran dia selalu bersikap seolah baik-baik aja. Tapi emang sebelum dia meninggal kemaren tubuhnya keliatan lebih kurusan gak, si?"


"Iya, bener banget. Gue juga ngerasa kaya gitu, sedih, si. Kalo liat dia tu kayaknya bawaannya tiap hari kaya orang bahagia banget gak punya beban gitu. Gue bener-bener kaget pas denger tiba-tiba dia udah meninggal."Kara ikut menimpali.


"Itu Rendra gimana ya perasaannya?"tanya Fara.


"Gue yakin pasti sedih banget. Bayangin aja cinta pertama lo meninggal,"heboh Gea.


"Udah, jangan ngomongin orang yang udah gak ada,"tegur Zelia membuat teman-temannya langsung mengalihkan topik.


Jadi Maura itu salah satu teman sekelasnya yang beberapa hari lalu meninggal. Katanya si sakit gitu, hanya saja mereka tak tau detailnya. Karena tak terlalu dekat juga. Kemaren pun mereka menyempatkan untuk datang ke pemakaman Maura.


Tak selang lama bel masuk pun berbunyi dan kegiatan belajar mengajar di mulai.


...•••...


Bel istirahat sudah berbunyi dari beberapa menit yang lalu,  Zelia masih bertahan di dalam kamar mandi.


Gadis itu dari tadi hanya berdiri di depan cermin yang ada di kamar mandi. Mungkin sudah ada 20 menit lebih.


"Aduh aduh, ada cewek getel ni di sini."


Mendengar itu dengan spontan Zelia langsung menolehkan kepalanya menatap orang yang sedang berdiri di depan pintu masuk dengan malas.


Zelia berdecak pelan. Mengapa dia selalu bertemu dengan orang gila seperti Janeta."Apa, sih? Punya dendam kesumat ya lo sama gue?"


Janeta terkekeh pelan lalu maju beberapa langkah mendekati Zelia."Enggak si, cuma gue pengin aja bikin lo sama Marvel hancur,"bisik Janeta tepat di telinga Zelia.


Setelah itu Zelia langsung berjalan keluar kamar mandi melewati lorong-lorong sekolahnya menuju ke kantin. Tetapi lagi-lagi Janeta dan dayangnya menghalangi jalannya.


"Heh! Gak usah kabur ya, gue belum selesai ngomong sama lo,"ujar Janeta menahan lengan Zelia.


"Apa-apaan, si! Gue gak punya masalah ya sama lo,"kesal Zelia menghempaskan tangan Janeta.


"Aduh, Ta, anak kaya gini sekali-kali harus di kasih pelajaran. Kalau gak nglunjak sama osis nanti,"ujar salah satu dayang Janeta mengompori.


"Iya, Ta, gak punya sopan santun banget,"lanjut yang satunya lagi.


Kini lorong yang tadinya sepi perlahan-lahan menjadi ramai. Karena bukan hal yang biasa melihat Zelia yang terkenal badgirl sedang berhadapan dengan Janeta. Bahkan mereka sudah menjadi tontonan sekarang.


"Lo pikir gue takut sama kalian? Jangan mentang-mentang kalian osis terus gue takut, ya,"sengit Zelia.


Plak


"SOPAN LO KAYA GITU SAMA OSIS HAH?!"bentak Janeta marah.


Zelia terkekeh pelan."Udah dramanya?"


"LO! BENER-BENER, YA!"greget Janeta lalu dengan kasar menarik rambut Zelia. Sedangkan Zelia yang tak terima pun ikut membalasnya hingga terjadi aksi jambak-jambakan di lorong sekolah yang mulai ramai.


"Vel, ada apaan, tu? Ramai-ramai?"tanya Danil yang baru saja dari kantin bersama teman-temannya.


Marvel mengedikan bahunya acuh.

__ADS_1


"Kaya ada yang berantem, deh,"timpal Kenzo.


"Eh, ada apa itu kok rame banget?"tanya Danil saat melihat ada satu cewek melewati mereka.


"Itu Kak, ada yang berantem sama osis."Setelah itu anak itu langsung berlalu.


"WAH ASIK NI, AYO LIAT,"teriak Kenzo heboh lalu berlari mendekati kerumunan itu. Di susul yang lainnya.


Marvel menggeram pelan saat ternyata yang bertengkar adalah Zelia dan Janeta yang saling jambak-jambakan rambut.


Dengan gerakan cepat Marvel langsung menarik tubuh Zelia, hal itu membuat keduanya langsung menghentikan jambak-jambakan nya.


"Kalian apa-apaan, si? Kaya anak kecil tau, gak,"marah Marvel.


Kini keadaan rambut Janeta dan Zelia benar-benar sudah berantakan seperti orgil.


Janeta memasang wajah ternistanya."Zelia tu kurang ajar banget, gak punya sopan santun,"adu Janeta seraya membenarkan rambutnya.


Siswa-siswi yang tadi menonton satu-persatu mulai bubar karena kedatangan Marvel dan teman-temannya hingga kini hanya menyisakan mereka saja.


Zelia terkekeh pelan."Pinter banget dramanya,"gumam Zelia yang langsung mendapat tatapan tajam dari Marvel.


"Yaudah gue ke kelas."Janeta menatap Zelia."Zel, gue minta maaf kalo salah, tadi niatnya cuma ngomongin lo doang, kok. Tapi malah lo narik rambut gue,"lanjut Janeta seraya pergi.


"Drama,"gumam Alden saat Janeta melewatinya.


"Ya ampun, Zel, mana yang sakit sini aa obatin,"ujar Kenzo drama.


Zelia berdecak malas. Lalu dia menghempaskan tangan Marvel yang menggenggamnya."Awas,"ujar Zelia. Karena posisinya Zelia tubuhnya terkurung di dinding oleh tubuh Marvel.


Marvel menolehkan kepalanya."Kalian duluan aja ke kelas,"ujarnya membuat teman-temannya langsung ke kelas.


Setelah itu Marvel menarik lengan Zelia dengan paksa membawa gadis itu ke belakang area sekolahnya yang sepi.


"Apa? Mau marahin gue karena lo pikir Janeta bener?!"kesal Zelia saat di tatap oleh Marvel.


Marvel mengusap wajahnya dengan kasar."Mau sampai kapan lo cari masalah terus kaya gini, Zel? Bahkan masalah yang lo nampar dia aja lo belom minta maaf, kan?"tanya Marvel dengan tatapan lelahnya.


"Mau sampai kapan lo selalu bawa masalah kaya gitu? Ini di sekolah, Zel. Lo harus ngikutin apa peraturannya. Lo harus ikutin yang di bilang osis selama itu demi kebaikan diri lo sendiri,"lanjutnya panjang lebar.


Zelia terdiam cukup lama menatap Marvel yang terlihat sangat marah, bahkan wajah lelaki itu sudah memerah menahan emosinya.


"Lo gak capek cari masalah?"


"Kenapa? Lo marah kalo gue cari masalah?"balas Zelia.


"Lo tau jawabannya. Gue gak mau punya tunangan bego, sukanya cari masalah, bandel gak pernah nurutin aturan sekolah,"ungkap Marvel yang berhasil membuat hati Zelia tersentil.


"Yaudah, kalo malu batalin aja semuanya. Dari awal lo udah tau gue kaya gimana anaknya. Terus kenapa lo terima?"Zelia mati-matian menahan dirinya agar tidak menangis. Dia sebenarnya sakit hati dengan ucapan Marvel yang terlalu jujur.


"Zel, di mana-mana udah banyak yang pinter, makanya gue nerima lo karena mau perbaikin diri lo biar jadi lebih baik dari sebelumnya. Lo gak boleh kaya gitu terus, lo harus berubah, Zel. Apa lo gak kasian sama Mama Papa kalo bisanya cuma cari masalah di sekolah?"


"Jadi di mata kamu aku biang masalah?"


Marvel menganggukkan kepalanya pelan."Bahkan di depan orang-orang pun sama."

__ADS_1


...•••...


__ADS_2