Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Enam puluh delapan


__ADS_3

[02:15]


Zelia yang sedang terlelap langsung membuka matanya saat tiba-tiba merasa mual, wanita itu beranjak dari ranjang dengan tergesa-gesa lalu memasuki kamar mandinya.


Huekk


Huekk


Wanita itu terus mengeluarkan isi perutnya meskipun hanya air, dia memegang kepalanya yang terasa berat. Tubuhnya langsung terasa tak bertenaga, Zelia bersender di dinding untuk menyangga badannya.


Perutnya terus mual, hingga lagi-lagi dia harus muntah. Mungkin ini memang hal biasa yang di alami ibu hamil, namun dia masih terlalu kaget. Karena di hamil yang pertama Zelia sama sekali tak mengalami mual-mual atau ngidam.


Huekk


Huekk


Marvel yang mendengar suara orang muntah berkali-kali langsung membuka matanya lebar-lebar, dia melirik sebelahnya dan ternyata Zelia tak ada di sana. Dia berjalan memasuki kamar mandi.


"Sayang, masih mual?"tanya Marvel seraya memijat tengkuk Zelia saat melihat wanita itu terus memuntahkan isi perutnya. Dia berdiri di belakang istrinya menyangga tubuh wanita itu yang hampir limbung.


Zelia membasuh wajahnya, lalu menatap pantulan dirinya dan Marvel dari cermin besar di hadapannya. Bisa dia liat, bibirnya kini sudah pucat pasi dengan wajah sayu."Gak enak perutnya."


"Masih mau muntah lagi?"


Zelia menggeleng pelan lalu membalikkan badannya, menatap Marvel dengan sendu."Ngantuk,"gumam Zelia seraya menyenderkan kepalanya di dada Marvel.


Marvel mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang, lalu membawa tubuh wanita itu ke dalam gendongannya."Tidur lagi, ya?"tawar Marvel seraya berjalan kembali menuju ranjangnya.


"He'em,"jawab Zelia membuat Marvel langsung menurunkannya ke ranjang.


"Mau peluk,"lanjutnya sembari merentangkan kedua tangannya membuat Marvel terkekeh pelan lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Zelia terus menggesekkan hidungnya di dada Marvel yang terekspos, membuat sang empu tertawa pelan dengan tingkahnya."Katanya mau tidur, hm?"


"Gak jadi,"ucap Zelia dengan wajah lucunya sembari menatap Marvel.


"Terus mau apa, sayang?"tanya Marvel dengan sabar menghadapi sikap Zelia yang sering berubah-ubah dalam sekejap.

__ADS_1


"Emm, pengin itu tapi takut kamu marah,"jawab Zelia sembari memainkan jarinya di dada Marvel membentuk abstrak.


"Apa, hm?"bingung Marvel seraya menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah cantik istrinya.


"Pengin makan martabak kacang rasa coklat,"ungkap Zelia dengan mata berkaca-kaca. Dia mengigit bibirnya takut Marvel marah, pasalnya ini tengah malam dan dia minta martabak?


Marvel memejamkan matanya sejenak lalu meraih ponselnya yang ada di nakas, melihat jam ternyata baru pukul 02:45."Ini masih malem, gak ada yang masih buka."


"Yaudah, gak papa, kok."Zelia langsung membalikkan tubuhnya, matanya mulai meneteskan cairan bening yang sedari tadi di tahan sampai lama-lama isakannya pun terdengar.


Marvel langsung panik, dia pikir istrinya tidur lagi ternyata menangis?"Sayang, oke aku cariin."


"Jangan nangis, aku cariin sekarang,"lanjut Marvel seraya beranjak dari ranjangnya memakai kaos dan meraih kunci mobilnya lalu mendekati istrinya.


"Aku cariin, kamu jangan nangis,"ujar Marvel seraya mengusap air mata istrinya namun bukannya berhenti menangis wanita itu justru semakin terisak.


"Kenapa, hm? Udah ya aku cariin sekarang,"bujuk Marvel yang semakin panik.


"Kamu jahat! Mau beli martabak gak ngajak-ngajak aku! Gitu, ya. Bilang aja kamu mau cari istri baru,"celoteh Zelia dengan isakannya membuat Marvel harus beristighfar berkali-kali.


"Aku mau martabak kacang rasa coklat,"jawab Zelia dengan mata bulatnya yang terus meneteskan cairan bening.


"Yaudah, aku beliin dulu, ya?"ucap Marvel dengan lembut sembari mengusap pipi basah istrinya.


"Jadi kamu gitu?! Niat beliin gak, si! Masa mau beli martabak malem-malem sendiri, kamu mau selingkuh?!"tuduh Zelia menatap Marvel kesal.


"YaAllah, sayang! Terus gimana belinya kalo aku gak nyari? Emang di rumah ada martabak?"bingung Marvel yang sudah mulai emosi, namun dia tahan karena tau istrinya sedang hamil.


"Ya kamu ngajak aku, kek! Mentang-mentang aku lagi hamil kamu maunya cari yang lebih cantik,"gerutu Zelia seraya memalingkan wajahnya.


Marvel yang mendengar itu langsung tertawa keras."Oh, jadi sebenarnya kamu mau ikut, hm? Ngomong, sayang."


"Ya kamunya gak ngajak-ngajak!"kesal Zelia.


"Yaudah, ayok."Marvel berjalan menuju lemari lalu memberikan jaket kepada istrinya yang langsung di pakai Zelia.


Mereka berdua berjalan beriringan menuruni tangga menuju ke mobil, Zelia hanya memakai lingerai sepaha yang di lapisi jaket.

__ADS_1


"Ini udah sepi banget, sayang."Marvel terus melajukan mobilnya sembari menatap kanan-kiri berharap masih ada penjual martabak di pinggir jalan.


Zelia pun sama, dia mencari ke kanan-kiri namun nihil. Bahkan dari tadi jalanan yang mereka lewati sangat sepi tak ada manusia satupun.


"Terus gimana?"ujar Zelia sembari mengerucutkan bibirnya dengan wajah lesu. Jujur dia benar-benar ingin makan martabak, hanya membayangkan saja dia sudah tak sabar.


"Kita pulang, ya? Besok pagi pasti ada,"bujuk Marvel seraya memelankan laju mobilnya.


Zelia menghela nafas berat, sebenarnya dia ingin makan sekarang namun tak bisa di paksa juga. Karena ini masih tengah malam, jadi sampai kapan pun tidak akan menemukan penjual martabak sebelum pagi.


"Yaudah,"jawab Zelia.


Marvel menggenggam tangan istrinya lalu mengecupnya."Kamu gak papa, kan?"


"Iya, gak papa."


"Hm,"gumam Marvel lalu memutar balikan mobilnya untuk pulang.


Dia melirik jam yang ada di ponselnya, baru pukul 03:34. Matanya benar-benar terasa berat, bayangkan saja pukul 02 malam dia harus terbangun karena istrinya yang tak berhenti muntah. Lalu meminta martabak sampai akhirnya dia harus mati-matian menahan kantuk demi mengemudi mobil.


Marvel memarkirkan mobilnya di garasi, dia menoleh kesamping dan ternyata Zelia sudah kembali terlelap. Karena tak ingin menganggu dia memilih untuk membawa Zelia ke dalam gendongannya menuju ke kamar.


Ceklek


Setelah menutup pintu kamarnya, Marvel langsung menurunkan istrinya ke ranjang. Membantu melepaskan jaket wanita itu lalu dirinya ikut tidur di sampingnya. Menarik tubuh Zelia ke dalam pelukannya.


Marvel menatap wajah damai Zelia dengan lekat, mengamati setiap inci wajah wanita itu yang terlihat hampir sempurna di matanya. Tangannya terangkat untuk mengusap alis tebalnya, lalu turun melewati hidungnya yang mancung dan berhenti di bibir pink alaminya.


Dia semakin memajukan wajahnya menepis jarak keduanya sampai akhirnya bibirnya menempel di bibir Zelia yang sedikit terbuka. Marvel hanya menempelkan bibirnya tanpa menggerakkan.


Tangannya turun menelusup masuk ke dalam lingerai Zelia, mengusap perut ratanya sembari mulai menggerakkan bibirnya. Dia menekan kepalanya guna memperdalam ciumannya, namun hal itu justru membuat tidur Zelia terganggu.


"Eunghhh,"lenguh Zelia seraya menarik rambut Marvel. Entah sejak kapan laki-laki itu sudah ada di atasnya.


Marvel yang sadar Zelia terganggu langsung menjauhkan wajahnya."Masih ngantuk, hm?"


Zelia hanya mengangguk pelan dengan mata yang masih terpejam, namun tangannya masih melingkar sempurna di leher Marvel. Melihat istrinya kembali terlelap akhirnya Marvel memilih untuk tidur, membawa tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2