Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[47]. Konflik


__ADS_3

Seorang wanita dengan balutan gaun longgar selutut yang lengannya panjang itu kini tengah duduk sendirian di salah satu cafe. Zelia yang tengah menatap jalanan dari jendela di sampingnya itu menolehkan kepalanya saat ada pelayan yang datang membawakan pesanannya.


"Selamat menikmati, Kak."


"Makasih,"balas Zelia membuat pelayan itu segera pergi.


Dia segera menyeruput jus jambunya, lalu mulai memakan makanannya yang baru saja tiba. Dia memang sedang pergi sendiri, ingin menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan menjelajahi kota tempat dirinya tinggal.


Jelas saja dia pergi tanpa izin Marvel, karena jika dirinya bilang sudah dapat di pastikan bahwa suaminya tak akan pernah mengizinkannya.


Setelah hampir 1 jam ada di cafe, akhirnya dia memilih untuk pergi. Kini tujuannya adalah mall, meskipun perutnya semakin besar tetapi dia tetap semangat untuk berbelanja.


Zelia memarkirkan mobilnya di parkiran mall yang terlihat ramai di siang bolong seperti ini, setelah mematikan mesinnya dia langsung masuk.


Brak


"Eh—maaf saya gak sengaja,"ucap Zelia panik saat tak sengaja menabrak seseorang.


Wanita di hadapannya yang semula menunduk kini menatap Zelia, hingga pandangan keduanya bertemu dan mata mereka sama-sama membulat.


"LIORA!"


"ZELIA!"


Liora langsung memeluk tubuh Zelia, meskipun sedikit terhalang oleh perut wanita itu yang membuncit. Zelia pun membalas pelukan Liora, sudah hampir 1 tahun lebih mereka tak bertemu dan sekarang akhirnya di pertemukan kembali.


"Gila, kenapa lo bisa ada di sini?"tanya Zelia setelah pelukan mereka terlepas.


"Gue lagi liburan, jadi pulang."Tatapan Liora kini turun, menatap perut besar Zelia sembari tersenyum. Lalu tangannya terangkat untuk mengusap pelan perut sahabatnya.


"Sehat-sehat kan kandungan lo?"tanya Liora.


"Alhamdulillah sehat, kita cari tempat makan aja. Ayok banyak yang mau gue obrolin, lo gak sibuk, kan?"tanya Zelia yang langsung di setujui oleh Liora.


Dan kini keduanya sudah duduk di kursi yang kosong, mereka juga sudah memesan makanan.


"Jadi berapa bulan kandungan lo?"tanya Liora.


"7 bulan lebih,"jawab Zelia.


Lalu pesanan mereka pun tiba, dan berlanjut mereka makan sembari terus mengobrol banyak hal. Meskipun tadi Zelia sudah makan, tetapi memang perutnya selalu kuat untuk menampung banyak makanan.

__ADS_1


[16:55]


Kini Zelia sudah berada di rumah, dia baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Wanita itu berjalan menuruni satu-persatu tangga di rumahnya dengan ponsel di genggamannya lalu duduk di sofa ruang tamu dengan pelan.


Melihat layar ponselnya yang di letakkan di meja menyala, dengan sigap dia langsung mengambilnya.


Sayang is calling....


Melihat kontak Marvel yang tertera di layar, Zelia pun langsung mengangkat panggilan masuk dari suaminya lalu menempelkan benda pipih itu ke telinga.


"Halo."


"Sayang, kamu di rumah kan?"


"Iya di rumah. Emang kenapa?"


"Enggak keluar kan?"


"Enggak."


"Serius?"


"Ck, iya aku dari tadi di rumah. Dan ini abis mandi."


"Iya, bay."


Tut tut tut


Zelia langsung mematikan ponselnya, dia menyenderkan tubuhnya ke sandaran sofa sembari memejamkan matanya. Tiba-tiba pikirannya kembali mengingat Fara, dia yakin cepat atau lambat pasti kejahatannya akan terkuak.


Meskipun dia masih bingung dengan orang yang hampir setiap hari mengiriminya pesan, mengancam bahwa akan membongkar tentang kejahatannya yang sudah membunuh Fara. Dia tak takut, hanya saja belum siap jika harus masuk penjara saat kondisinya sedang hamil besar seperti ini.


"Kenapa gak gue gugurin aja, ya?"gumam Zelia.


Namun Zelia langsung menggelengkan kepalanya pelan, dia tak mungkin menggugurkan darah dagingnya sendiri. Meski bagaimana pun juga, yang ada di dalam perutnya adalah bayi yang tak bersalah jadi tak perlu di libatkan dalam masalahnya.


Karena terus berlarut dengan pikirannya, Zelia sampai tak sadar sudah memejamkan matanya, nafasnya pun terdengar teratur yang menandakan bahwa wanita itu tertidur.


Ceklek


Pukul 17:45 Marvel sampai di rumahnya, dia membuka pintu dan betapa terkejutnya saat melihat istrinya yang tertidur di sofa. Laki-laki itu menghela nafas kasar lalu mendekati Zelia.

__ADS_1


Meletakkan tasnya ke meja, lalu melepaskan jas yang melekat di tubuhnya. Tak lupa juga menaikkan lengan panjang kemejanya hingga siku, dia langsung mengangkat tubuh Zelia ke dalam gendongannya. Membawanya pergi ke kamar, meskipun wanita itu lumayan berat namun Marvel masih kuat.


Dengan perlahan dia menurunkan istrinya yang masih terlelap ke ranjang, lalu dirinya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.


Zelia menggeliat pelan, lalu perlahan-lahan matanya terbuka. Dia sedikit terkejut saat menyadari dirinya sudah berada di ranjang, namun saat melihat Marvel keluar dari kamar mandi dia langsung menghela nafas lega.


"Kamu udah dari tadi pulangnya?"tanya Zelia seraya beranjak dari ranjangnya.


"Udah, berkali-kali aku ngingetin kamu jangan tidur di sofa,"tegur Marvel yang sedang sibuk mengancingkan piyamanya.


Zelia menghela nafas lalu duduk di sofa sembari memperhatikan Marvel."Tadi ketiduran,"jawab Zelia.


"Dari mana?"tanya Marvel dingin. Laki-laki itu meraih laptopnya lalu meletakkannya di meja di susul dirinya yang duduk di sofa.


"Enggak kemana-mana,"jawab Zelia lalu tatapannya beralih ke layar laptop Marvel yang menyala."Kamu masih kerja lagi?"


"Hm,"gumam Marvel yang sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya.


"Ck, harusnya kamu bisa ngatur waktu dong."


"Waktu buat apa?"tanya Marvel tanpa menatap lawan bicaranya.


"Ya kamu tu setengah harian full udah kerja ke kantor, terus di rumah juga kerja lagi? Waktu buat aku kapan? Harusnya kamu pinter-pinter ngatur waktu buat istri dan pekerjaan kamu,"protes Zelia menatap Marvel marah.


"Waktu buat istri pembohong?"sinis Marvel, kini dia menatap Zelia dengan wajah datarnya.


"Pembohong? Apalagi yang kamu bicarain, jangan ngalihin topik, deh."


"Kamu pikir aku gak tau kamu seharian keluar, ke cafe ke mall terus pas aku tanya kamu jawab apa? Di rumah aja?"sarkas Marvel.


"Ya aku cuma mau jalan-jalan, kamu pikir gak suntuk setiap hari di rumah?"


"Aku bakal ngizinin kamu Zelia, tapi kamu harus izin dan jujur ke aku. Apa kamu gak tau aku ngelakuin ini itu buat kamu, biar kamu gak kenapa-napa. Kamu lagi hamil, kalo keluar sendiri terus kamu dan bayi di kandungan kamu kenapa-napa gimana?"tanya Marvel bertubi-tubi.


"Kamu berlebihan!"pekik Zelia.


Marvel tertawa meremehkan, lalu menutup laptopnya dengan kasar. Dia beranjak dari sofa, menatap Zelia dengan tajam."Kamu yang labil, kamu egois karena gak mau mikirin anak kamu. Yang kamu pikirin cuma diri kamu sendiri."


"Egois kamu bilang? Terus selama hampir 7 bulan lebih ini aku yang kesusahan, nahan badan yang setiap saat rasanya kaya mau remuk. Aku yang kesusahan buat ngelakuin hal-hal yang aku suka, aku yang rela gak lanjut kuliah, aku yang di usia muda harus siap menjadi ibu. Aku ngelakuin semuanya dengan sabar, aku yang dengan sayang ngerawat bayi di kandungan aku, terus dengan mudahnya kamu bilang aku egois hah?!"pekik Zelia yang sudah tersulut emosi.


"Oh jadi kamu nyesel? Kamu masih gak terima kalo harus putus kuliah karena hamil?"sinis Marvel.

__ADS_1


"Bukan itu yang aku maksud, kamu gak ngerti. Karena yang kamu urusin setiap saat cuma kerja, kerja dan kerja. Bahkan saat di rumah pun kamu masih sibuk kerja!"balas Zelia lalu segera berjalan dengan susah payah keluar kamar.


...•••...


__ADS_2