![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Suara burung berkicau serta silaunya cahaya matahari yang memasuki kamar membuat sepasang manusia yang sedang terlelap harus membuka matanya dengan paksa.
Zelia bergumam pelan lalu menguap lebar, dia sedikit kesulitan untuk bergerak karena Marvel memeluknya dari belakang dengan erat."Vel, awasin tangan kamu."
Marvel langsung menjauhkan tangannya, dia mengubah posisinya menjadi terlentang dengan mata yang kembali terpejam.
"Kamu gak ngantor?"tanya Zelia yang kini sudah duduk di tepian ranjang.
"Enggak,"jawab Marvel tanpa membuka matanya dengan suara serak khas bangun tidur.
Wanita dengan perut buncit itu hanya menghela nafas pelan, dengan sedikit kesusahan dia beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi.
Hari demi hari berganti, perut Zelia pun semakin membuncit dan ruang geraknya semakin terbatas. Bahkan akhir-akhir ini Marvel sering bekerja dari rumah karena takut istrinya kenapa-napa jika di tinggal sendirian.
Usia kandungan Zelia pun sudah memasuki bulan ke 6 lebih 2 minggu. Dan Marvel sudah tak sabar ingin melihat anaknya lahir. Entah itu perempuan maupun laki-laki dia akan menerimanya dengan lapang dada. Marvel sengaja tak mengizinkan Zelia untuk melakukan usg nantinya karena dia ingin menjadikan jenis kelamin anaknya sebagai kejutan.
Ceklek
Zelia keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar dari sebelumnya, dia berjalan mendekati Marvel lalu duduk di tepian ranjang.
"Bangun,"ucap Zelia seraya menepuk pelan pipi Marvel.
"Iya,"balas Marvel. Dia menahan tangan Zelia agar berhenti mengganggunya.
"Terserah, susah banget di bangunin."Zelia memilih untuk keluar meninggalkan kamarnya menuju dapur.
Dia mengambil beberapa bahan masakan yang ada di dalam kulkas lalu mengolahnya agar bisa mereka pakai sebagai menu sarapan pagi ini. Beberapa hari lalu Marvel sedang sibuk mencarikan pembantu untuk menghandle pekerjaan di rumahnya dan menemani Zelia.
Agak sulit dan butuh waktu karena Marvel tak ingin sembarangan mempekerjakan orang di rumahnya.
"Masak apa?"tanya Marvel yang kini sudah duduk di kursi makan. Dia menatap punggung Zelia yang sedang sibuk berkutat dengan masakannya.
"Masak apa aja yang bisa di makan,"jawab Zelia lalu mematikan kompornya. Dia memindahkan masakannya ke dalam piring besar lalu membawanya ke meja makan.
__ADS_1
"Mau minum air putih atau susu?"tanya Zelia. Dia mengambilkan nasi beserta lauknya lalu menyerahkannya kepada Marvel.
"Air putih aja,"jawab Marvel. Laki-laki itu mulai menyuapkan makanannya ke dalam mulut.
Setelah menuangkan air putih ke dalam gelas untuk dirinya dan Marvel, kini Zelia pun ikut menyantap sarapannya. Keduanya sama-sama diam, karena sibuk menikmati makanannya masing-masing.
"Kamu gak papa sering kerja dari rumah?"tanya Zelia memecahkan keheningan. Wanita itu menatap Marvel dengan mulut yang sibuk mengunyah.
Marvel menatap Zelia, lalu mengangguk pelan."Kamu lupa siapa pemilik kantor itu?"
Zelia memutar bola matanya malas, itulah kata-kata andalan Marvel untuk menyombongkan diri."Tau, deh. Gak harus sombong juga!"ketusnya.
Bukannya marah mendengar julitan Zelia Marvel justru terkekeh."Mama kamu emosian banget, nak."Dia mengusap perut buncit Zelia dengan tatapan yang tertuju kepada wanita itu.
"Papa kamu sombong, jangan ikut-ikutan, ya."Zelia pun ikut mengusap perutnya. Lalu karena memang mereka sangat random kini keduanya tertawa lepas sembari melanjutkan sarapannya.
[10:45]
Zelia kini sedang tiduran di atas ranjang dengan posisi terlentang. Dia menatap langit-langit kamarnya dengan kosong. Tiba-tiba wanita itu kepikiran tentang proses melahirkan, bagaimana jika Zelia meninggal saat melahirkan nanti?
Cup
"Ngapain ini ngelamun aja?"ucap Marvel setelah mengecup pipi Zelia membuat lamunan wanita itu langsung buyar.
Zelia menoleh, lalu memiringkan tubuhnya dengan susah payah sehingga kini sudah berhadapan dengan Marvel yang ada di sampingnya."Vel,"panggilnya.
"Hm?"Tatapan keduanya kini saling beradu, Marvel menyingkirkan anak rambut yang mengganggu wajah Zelia ke belakang telinga.
"Aku kepikiran, gimana kalo nanti pas proses melahirkan aku gak bisa di selamatin?"
Deg
Tubuh Marvel langsung menegang, jantungnya mulai berdetak tak beraturan. Wajahnya berubah menjadi datar, dia bisa merasakan keringat dingin mulai membasahi tangannya. Tatapannya kosong tertuju kepada Zelia.
__ADS_1
Hal ini yang selalu menghantui Marvel setiap harinya, namun sebisa mungkin dia menghilangkan pikiran ini meskipun sulit. Lalu bagaimana jika orang yang dia khawatirkan berbicara seperti itu? Apa yang harus Marvel lakukan? Hal itu justru membuatnya semakin ketakutan.
"Vel, kok diem?"ujar Zelia kesal saat melihat respon Marvel hanya bungkam.
"Kenapa ngomong gitu? Kamu tau aku gak bisa hidup tanpa kamu. Kamu gak percaya sama Tuhan kalo kamu akan baik-baik aja?"balas Marvel. Tatapannya berubah menjadi sendu, entahlah dia takut kehilangan wanita yang paling di cintai.
Karena Marvel pikir hidup bersama Zelia itu adalah sebuah impiannya, dia ingin selalu bersama istrinya. Bahkan cinta di hatinya sudah habis di wanita itu, nyatanya dia tak pernah tertarik lagi dengan wanita lain selain istrinya.
"Kan aku cuma ngomong, bukannya gak percaya sama Tuhan. Aku cuma takut,"jelas Zelia.
Marvel menghela nafas berat, lalu mengusap pipi istrinya dengan lembut."Kamu akan baik-baik aja, kalian bakal baik-baik aja."
Wajah Zelia berubah murung, dia menatap Marvel dengan tajam."Sekarang aku jelek, ya? Mana gendutan gini, pasti kamu udah gak suka lagi sama aku."
Marvel mengubah posisinya menjadi duduk, lalu membalas tatapan Zelia."Kamu jangan mikir aneh-aneh bisa?"
"Ck, bukan gitu. Kamu tinggal jawab apa susahnya, si!"Zelia yang kesusahan hendak duduk pun di bantu Marvel. Kini keduanya sudah duduk bersampingan di ujung ranjang.
"Kamu gak akan percaya kalo aku ngomong udah gak tertarik sama wanita manapun selain kamu?"balas Marvel.
Zelia menggigit bibir bawahnya menahan senyumannya mendengar gombalan maut Marvel. Entahlah hatinya selembek itu, hanya kata-kata buaya kampungan saja mampu membuat hatinya berdebar.
"Aku pikir kamu bakal cari yang lain, yang lebih hot bodynya. Terus cantik, pokoknya lebih menarik dari aku,"lanjut Zelia masih ingin mendengar apa jawaban Marvel. Memang dia suka mencari masalah.
Marvel memilih untuk beranjak dari ranjang, dia berjalan hendak meninggalkan Zelia namun wanita itu menahannya."Apa lagi, sayang?"
"Kamu mau kemana?! Orang aku nanya belom di jawab juga!"kesal Zelia.
"Kamu tu suka banget cari penyakit, buat apa nanya-nanya hal gak penting kaya gitu?"heran Marvel tak mengerti dengan sikap Zelia yang suka aneh.
"Dih, sayang liat papa kamu suka marahin mama,"adu Zelia seraya mengusap perut buncitnya.
Marvel mengumpat kasar di dalam hati, demi apapun dia tak bisa marah kepada Zelia dalam waktu yang lama. Karena ada saja kelakuannya yang menggemaskan."Gigit, ni."
__ADS_1
"MARVEL!"pekik Zelia kesakitan saat pipinya tiba-tiba di gigit oleh laki-laki itu. Sedangkan pelakunya justru tertawa keras.